Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Nurkholis

Alumni Gontor 94, berwirausaha, Suka IT

Doa Agar Istri Ikhlas Dipoligami

OPINI | 05 January 2014 | 17:16 Dibaca: 121   Komentar: 10   0

Saya mendapat request dari teman yang tajir banget untuk memberikan doa agar sang istri “tiba tiba” memberikan izin kepadanya untuk menikahi wanita lain. Batin saya tertawa, kenapa tidak meminta izin tapi sembari berdoa untuk diiyakan sang istri? Rupanya kawan saya ini, saya tengarai “TeRlAlU” sayang sama sang istrinya sehingga mengebiri hasrat yang membara dalam hatinya.
Saya katakan kepadanya, “Antum gak bakalan bisa kawin lagi ustzad!!!…”. “Lho kenapa ??” Tanyanya heran. “Karna antum gak tegaan…kalau orang yang mau kawin lagi harus sedikit tegaan…he he….” jelas saya yang dibalas dengan kerlnyitan di wajahnya.
Sejauh pengamatan saya , hasrat sang Tajir tersebut seringkali padam dan terkubur dalam tumpukan asa yang “paralized” oleh sayang kepada istri tercinta , memakai istilah Agnes. Namun padam bukan berarti tak bernyawa, khususnya saat saat di mana kawan-kawan sejawatnya dengan status ekonomi jauh di bawah kawan sejawatnya , ternyata berani mengambil langkah untuk menikah lagi bukan dengan sembunyi - sembunyi atau sirri namun dengan izin istri pertama. Saat itulah asa yang terpendam takan kembali bangkit menyala dan berkobar.
Akhirnya ,setelah beberapa kali repeat permintaan, saya bergegas untuk melakukan istikhoroh doa yang pernah diamalkan oleh sesepuh kita terutama Jawa Islam yang dapat digunakan untuk tujuan ini yakni agar sang istri memberika izin yang jelas dengan verbal “Mas, silakan menikah lagi..” atau yang lebih dahsyat ” Mas, kalau panjenengan mau menikah lagi ntar saya lamarkan asalkan calonnya harus lebih sholihah dan cantik dari saya…” ………
Baiklah..untuk memulai riyadhah ini, silahkan berpuasa di siang hari dan berbuka ketika maghrib tiba untuk kemudian berpuasa kembali semalam suntuk .
Sediakanlah air putih sebanyak kl 1500 ml sembari membaca doa ini pada malam hari dengan bilangan seribu kali (1000):

Cortesy silahul mukmin (dok.pri)
Bismillahirohmanirrohim
Shodaqollah shodaqollahul aliyyul azim.
Niatkan agar istri anda memberikan izin nikah secara tulus dan ikhlas.
Setiap satu kali , hendaknya anda menghembuskan nafas lewat mulut ke dalam air tadi..jadi lumayan berkeringat dengan seribu hembusan setelah seribu kali membaca doa ini.
Doa ini juga sekaligus untuk meredam amarah dua istri agar saling rukun dan menjaga ketentraman lewat air yang diminum sebagian untuk istri tua dan sebagian untuk istri muda. Karna itu selalu sisihkan sebagian air untuk istri muda (meski belum dapat, tapi simpanlah air tersebut pada botol tertutup )yang kelak diminumkan kepada istri baru mungkin saja lebih temperamental dibanding istri tua yang terbiasa hidup bersama dalam suka dan duka.
Ulangilah riyadhah ini dengan ikhlas dan bertawakallah kepada Nya.Pertolongan Allah memang tidak terlalu cepat namun pasti tidak akan terlambat. Insya Allah.
Dan jangan lupa untuk berlaku adil ketika dikabulkan mendapatkan istri kedua.

Sumber bacaan
Silahul Mukmin. Mahfud syaroni.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 6 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 7 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 7 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 11 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: