Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Indra Jaya

Putra asli Minang Kabau, hidup di rantau untuk menimba ilmu dari sungai pencerahan di Yogyakarta.

Moralitas Seksual: Belajar dari Kasus “Video Pelecehan Seksual Oleh Salah Satu Anak SMP” Di Jakarta

REP | 26 October 2013 | 00:55 Dibaca: 453   Komentar: 0   0

Moralitas seksual dalam kalangan remaja menjadi titik sentral persoalan yang harus kita perhatikan, karena dalam terminologi masyarakat awam, seks diidentikan dengan  sikap dan bentuk kegiatan yang tidak layak dibicarakan oleh anak-anak. Sehingga apa ketabuan itu menjadikan mereka berupaya mendefenisikan seks sesuai dengan kapasita psikologis dan pengetahuan yang mereka dapatkan. Akhir dari ketabuan itu banyak anak-anak dalam fase menuju remaja mereka tidak bisa terselamatkan fungsi seksualitas mereka.

sekolah menjadi rumah perubahan tidak bisa merangkul semua persoalan menjadi sebuah solusi. karena sistim pendidikan meramu bahan ajaran yang bersifat paedagogistik dan disintegratif. Pola pendidikan di sekolah-sekolah tidak aplikatif, dan cenderung teoritik dan pragmatik. anak-anak ditempa agar bisa lulus ujian dan bisa masuk ke jenjang pendidikan berikutnya tanpa memerhatikan dan mendeteksi hal apa yang mereka butuhkan untuk anak didik atau pelajar. ketika fase remaja adalah fase keingintahuan dan coba-coba. sekolah harus berfikir untuk membuat peta kebutuhan

kita boleh melihat kepada kasus yang akhir-akhir ini marak diberitakan media. karena kasus pelecehan seksual yang dilakukan anak sekolah. di sana penulis lihat dan amati. pelaku melakukan bukan berdasarkan intervensi atau tekanan senior. namun dilakukan atas dasar suka sama suka. Bahkan lebih parahnya, mereka seakan-akan sudah terbiasa melakukan hal-hal yang tidak seharsunya mereka lakukan. lebih parahnya lagi mereka melakukan perbuatan tersebut di dalam kelas sekolah. ini mengindikasikan bahwa pengawasan sekolah dan guru-guru tidak profesional dan perlu dievaluasi.

anak-anak yang terlibat dalam pembuatan video ini sebenarnya adalah korban dari ketidakseriusan sekolah untuk memenuhi hak pendidikan anak di sekolah. Guru hanya sebatas mengajar bukan mendidik. dan Tidak adanya mata pelajaran Kesehatan Reproduksi sebagai salah satu benteng pertahan anak-anak dan remaja dalam menyelamatkan kualitas dan higenitas perkembangan mereka

Pertanyaan kita berikutnya, Apakah pendidikan dan moralitas hanya bisa didapatkan di sekolah. Tentu sebagian kita menjawab tidak. kenapa? Karena peran orang tua sangat penting juga dalam merubah tingkah laku anak. Kebanykan juga orang tua hanya menyerahkan semuanya kepada Sekolah. tentu ini adalah bentuk pola asuh yang sangat salah sama sekali.

untuk itu penulis menyarankan, harus adanya bentuk pendidikan terintegratif, antara kajian teoritik-pragmatik (Bahasa Indonesia, Matematika, IPA,IPS) harus dibangun ruhnya dengan pendampingan dan pendidikan spritualitas secara maksimal. semua itu belum lengkap tanpa  adanya “Pendidikan Kesehatan reproduksi”. sebagai salah satu mata pelajaran ekstrakurikuler di sekolah. Sehingga Moralitas seksual terletak dari cara pandang mereka terhadap pentingnya menjaga organ sek(kelamin) supaya sehat dan berkualitas sesuai dengan cita-cita luhur kita semua.

Tags: sekssekolah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 8 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 10 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: