Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Indra Jaya

Putra asli Minang Kabau, hidup di rantau untuk menimba ilmu dari sungai pencerahan di Yogyakarta.

Moralitas Seksual: Belajar dari Kasus “Video Pelecehan Seksual Oleh Salah Satu Anak SMP” Di Jakarta

REP | 26 October 2013 | 00:55 Dibaca: 445   Komentar: 0   0

Moralitas seksual dalam kalangan remaja menjadi titik sentral persoalan yang harus kita perhatikan, karena dalam terminologi masyarakat awam, seks diidentikan dengan  sikap dan bentuk kegiatan yang tidak layak dibicarakan oleh anak-anak. Sehingga apa ketabuan itu menjadikan mereka berupaya mendefenisikan seks sesuai dengan kapasita psikologis dan pengetahuan yang mereka dapatkan. Akhir dari ketabuan itu banyak anak-anak dalam fase menuju remaja mereka tidak bisa terselamatkan fungsi seksualitas mereka.

sekolah menjadi rumah perubahan tidak bisa merangkul semua persoalan menjadi sebuah solusi. karena sistim pendidikan meramu bahan ajaran yang bersifat paedagogistik dan disintegratif. Pola pendidikan di sekolah-sekolah tidak aplikatif, dan cenderung teoritik dan pragmatik. anak-anak ditempa agar bisa lulus ujian dan bisa masuk ke jenjang pendidikan berikutnya tanpa memerhatikan dan mendeteksi hal apa yang mereka butuhkan untuk anak didik atau pelajar. ketika fase remaja adalah fase keingintahuan dan coba-coba. sekolah harus berfikir untuk membuat peta kebutuhan

kita boleh melihat kepada kasus yang akhir-akhir ini marak diberitakan media. karena kasus pelecehan seksual yang dilakukan anak sekolah. di sana penulis lihat dan amati. pelaku melakukan bukan berdasarkan intervensi atau tekanan senior. namun dilakukan atas dasar suka sama suka. Bahkan lebih parahnya, mereka seakan-akan sudah terbiasa melakukan hal-hal yang tidak seharsunya mereka lakukan. lebih parahnya lagi mereka melakukan perbuatan tersebut di dalam kelas sekolah. ini mengindikasikan bahwa pengawasan sekolah dan guru-guru tidak profesional dan perlu dievaluasi.

anak-anak yang terlibat dalam pembuatan video ini sebenarnya adalah korban dari ketidakseriusan sekolah untuk memenuhi hak pendidikan anak di sekolah. Guru hanya sebatas mengajar bukan mendidik. dan Tidak adanya mata pelajaran Kesehatan Reproduksi sebagai salah satu benteng pertahan anak-anak dan remaja dalam menyelamatkan kualitas dan higenitas perkembangan mereka

Pertanyaan kita berikutnya, Apakah pendidikan dan moralitas hanya bisa didapatkan di sekolah. Tentu sebagian kita menjawab tidak. kenapa? Karena peran orang tua sangat penting juga dalam merubah tingkah laku anak. Kebanykan juga orang tua hanya menyerahkan semuanya kepada Sekolah. tentu ini adalah bentuk pola asuh yang sangat salah sama sekali.

untuk itu penulis menyarankan, harus adanya bentuk pendidikan terintegratif, antara kajian teoritik-pragmatik (Bahasa Indonesia, Matematika, IPA,IPS) harus dibangun ruhnya dengan pendampingan dan pendidikan spritualitas secara maksimal. semua itu belum lengkap tanpa  adanya “Pendidikan Kesehatan reproduksi”. sebagai salah satu mata pelajaran ekstrakurikuler di sekolah. Sehingga Moralitas seksual terletak dari cara pandang mereka terhadap pentingnya menjaga organ sek(kelamin) supaya sehat dan berkualitas sesuai dengan cita-cita luhur kita semua.

Tags: sekssekolah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 5 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 6 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 15 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 15 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: