Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Deni Suryana

Apa adanya, begini adanya. Tulisan lain ada di URL dibawah ini: http://www.denisuryana.wordpress.com http://www.denisuryana.tumblr.com selengkapnya

Pembunuhan Holly, Konspirasi Kemakmuran!

OPINI | 17 October 2013 | 13:12 Dibaca: 440   Komentar: 0   1

Pembunuhan berencana yang dilakukan oleh ‘orang bayaran’ kepada Holly Angela Ayu, sangatlah mengejutkan. Terlebih ternyata pembunuhnya sendiri menjadi korban jiwa dalam kejadian tersebut, konon katanya karena terjatuh saat berusaha melarikan diri. Hmmmm…Miris, kasian banget nasibnya.

Tadi pagi saya lihat ditivi katanya Bpk. Gatot Supiartono sang Auditor Utama BPK sekaligus orang yang mendalangi pembunuhan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dinonaktifkan oleh BPK dari Jabatannya. Saya secara pribadi memandang begitu ngerinya ya efek dari kegiatan ilegal nikah siri seperti yang dilakukan sang Auditor.

Konon katanya pembunuhan tersebut direncanakan dan dilakukan karena sang auditor BPK merasa tertekan oleh banyaknya permintaan Holly Angela sang Istri siri. Mulai dari minta apartemen, rumah, dan yang terakhir permintaan menceraikan istri sah sang auditor. Dan inilah katanya yang membuat sang auditor gelap mata.

Dari kasus ini jelas sekali kita bisa melihat bahwa kebanyakan (tidak semua) pernikahan siri itu rata-rata berlatar belakang ekonomi. Ya ekonomi, faktor ekonomi menjadi faktor dominan bagi seorang perempuan mau dijadikan istri simpanan. Kata VP ini yang dinamakan konspirasi kemakmuran.

Ingin cepat kaya dengan instan, ingin hidup mewah tanpa repot-repot bekerja. Pola hidup materialistis mendorong orang mau berbuat apa saja. Demi terlihat wah orang rela berbuat apa saja.

Sebuah pelajaran berharga, semoga makin banyak orang yang sadar. Bahwa sesuatu yang ilegal itu tidak akan pernah mendatangkan ketenangan, akan terus menghantui, akan terus membayangi. Bagi para lelaki seperti saya, semoga menyadari bahwa menikah itu harus setia dan tidak mendua. Apapun bentuknya, setia adalah bentuk kecintaan kepada pasangan dan pemilik hidup. Setia adalah cara terbaik mensyukuri nikmat memiliki pasangan hidup.

Selamat Siang.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 8 jam lalu

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 11 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 13 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 15 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

PM Vanuatu Desak PBB Tuntaskan Dekolonisasi …

Arkilaus Baho | 7 jam lalu

Plus Minus Pilkada Langsung dan Melalui DPRD …

Ahmad Soleh | 8 jam lalu

Bantaran …

Tasch Taufan | 8 jam lalu

Indonesia Tangguh (Puisi untuk Presiden …

Partoba Pangaribuan | 8 jam lalu

UU Pilkada Batal Demi Hukum? …

Ipan Roy Sitepu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: