Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Mutaya Saroh

Sedang belajar bahasa dan sastra indonesia di UNY. Senang membaca dan menulis. Bermimpi kelak akan selengkapnya

Museum Tosan Aji

REP | 03 October 2013 | 20:32 Dibaca: 187   Komentar: 0   0

TOSAN AJI

Pernah teman-teman menyadari bahwa kebudayaan nusantara begitu luas, banyak, dan kaya akan nilai? Salah satunya adalah nilai estetis yang tinggi. Masyarakat jawa pada jaman lampau, sebutlah masa nusantara kuno sangat menghargai senjata. Senjata-senjata yang diciptakan tersebut kemudian disebut dengan Tosan Aji. Tosan Aji merupakan salah satu warisan budaya jawa pada masa perundagian. Tosan aji adalah sejenis senjata pusaka dari logam dan besi, di antaranya berupa keris, tombak, pedang, kudi, dan menur. Beberapa fungsi dibuatnya tosan aji selain sebagai senjata yakni ada pula fungsi sosial yang lain, yakni 1) sebagai tanda pengganti ketidakberadaan raja/pengantin di suatu acara, 2) menimbulkan rasa percaya diri dan wibawa terutama bagi seorang pria.

Selain itu, jika diamat-amati dengan cermat, saya sendiri mendapati diri mengakui bahwa sejak jaman nusantara kuno masyarakat kita telah menghargai sebuah nilai seni dengan begitu tinggi. Salah satunya penghargaan terhadap keris. Berikut ini uraian singkat mengenai sebuah museum yang menyimpan berbagai benda berupa Tosan Aji dan benda-benda cagar budaya lainnya. jika teman-teman sempat melalui kota Purworejo Jawatengah atau sedang berkunjung ke rumah saudara atau teman mampirlah dan saksikan sendiri peninggalan masa lampau tersebut.

LOKASI MUSEUM TOSAN AJI

Nama Tosan Aji kemudian menginspirasi berdirinya sebuah museum di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tepatnya di jalan Mayjend Sutoyo No. 10. Museum tersebut juga dinamai sebagai Museum Tosan Aji. Pendiriannya diprakarsai oleh menteri dalam negeri Soepardjo Rustam, sedangkan peresmiannya dilaksanakan oleh Gubernur KDH Tingkat I Jawa Tengah, Ismail, tanggal 13 April 1987. Lokasi museum tersebut saat itu masih di Pendopo Kawedanan Kutoarjo, yang merupakan kota satelitnya Kabupaten Purworejo.

Tanggal 10 juni 2001, pemerintah Kabupaten Purworejo memindahkan koleksi Museum Tosan Aji dari wilayah Kecamatan kutoarjo ke wilayah Kabupaten Purworejo menempati bangunan bekas pengadilan negeri peninggalan jaman belanda. Alasan dipilihnya tempat tersebut karena sebagai upaya untuk mewujudkan lokasi wisata terpadu di selingkungan alun-alun, meliputi beberapa bangunan bersejarah yakni masjid Agung Darul Mutaqin di sebelah barat alun-alun dengan Bedug Pendowo yang diakui sebagai bedug terbesar di Indonesia. Di sisi utara ada Pendopo Kabupaten Purworejo, sedangkan di sisi timur terdapat Gereja GPIB, dan di sisi selatan terdapat bangunan Kantor Setda Purworejo.

KOLEKSI PUSAKA YANG TERDAPAT DI MUSEUM TOSAN AJI

Koleksi pusaka yang dimiliki oleh Museum Tosan Aji pada mulanya hanya berupa benda-benda Tosan Aji belaka, seperti keris, tombak, pedang, dan lain-lain. Akan tetapi, pada perkembangannya, koleksi Museum Tosan Aji pun dikembangkan dengan menampilkan berbagai koleksi benda cagar budaya yang banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Purworejo, salah satunya ialah Arca Dewa Syiwa dan Dewi Parwati yang ditemukan di situs Goa Seplawan, kecamatan kaligesing. Sayangnya arca asli keduanya saat ini tidak disimpan sendiri oleh Museum Tosan Aji Purworejo melainkan disimpan di Museum Nasional Jakarta. Beberapa koleksi lain yang terdapat di Museum Tosan Aji yakni adanya Lumpang, Guci, Beliung, Bonang, Batu Gong, Gerabah, Menhir, Lingga, Yoni, Prasasti, dan Arca. Ada pula satu set gamelan yang disimpan di ruang sisi selatan bangunan museum. Gamelan tersebut merupakan peninggalan dari Sri Susuhunan Pakubuwono VI kepada bupati purworejo pertama bergelar cokronegoro I.

Untuk menjaga keutuhan benda-benda koleksi Museum Tosan Aji, setiap tanggal 1 muharram atau 1 syuro, pihak pengelola museum mengadakan kegiatan jamasan tosan aji dan ruwatan masal yang didahului dengan kegiatan kirab pusaka pada malam 1 syuro. Jamasan Tosan Aji merupakan kegiatan yang diselenggarakan sebagai  prosesi khusus untuk membersihkan dan merawat tosan aji  serta benda-benda bersejarah lain yang terdapat dalam museum. Dalam kegiatan ini museum tosan aji juga membuka kesempatan bagi penduduk sekitar yang ingin menitipkan tosan ajinya kepada pihak pengelola museum untuk dibersihkan.

sumber: selebaran resmi dari Museum Tosan Aji, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo

13808069791893496285

doc. pribadi: keris koleksi museum tosan aji, Kabupaten Purworejo, Jawatengah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membuat KTP Baru, Bisa Jadi Dalam Sehari! …

Seneng | | 22 October 2014 | 10:00

Angka Melek Huruf, PR Pemimpin Baru …

Joko Ade Nursiyono | | 22 October 2014 | 08:31

Nangkring “Special” bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:44

Saksi Sejarah Bangsa …

Idos | | 22 October 2014 | 11:28

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 5 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 5 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 6 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 6 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Penyelamatan Sang Ayah Terhadap Anaknya yang …

Saepullah Abu Zaza | 8 jam lalu

Jokowi dalam Perspektif Filsuf Sosialis …

Ari Dwi Kasiyanto | 8 jam lalu

Geliat Predator Seks di Medsos …

Muhammad Armand | 8 jam lalu

Doa dan Air Mata Seorang Ibu Menyelamatkan …

Roy Soselisa | 8 jam lalu

Akankah Aku Menang? …

Aisditaniar Rahmawa... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: