Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Fera

Just check my twitter @feraa_ini and my blog aloe-fera.blogspot.com Saya sedang belajar menulis dan menulis adalah selengkapnya

Komodifikasi Kebaya Sinden “Opera Van Java”

REP | 24 September 2013 | 21:23 Dibaca: 754   Komentar: 0   0

Kebaya Merah kau kenakan

Anggun walau nampak kusam

Kerudung putih terurai

Ujung yang koyak tak kurangi cintaku

Lagu Iwan Fals bertajuk “Kebaya Merah” yang menceritakan tentang tanah air Indonesia diatas menunjukkan bahwa kebaya sering kali digunakan untuk menggambarkan nilai-nilai kultural Indonesia. Busana tradisional ini lebih sering diingat dibandingkan busana tradisional lain sebagai icon kebudayaan negeri kita. Untuk itu kebaya selalu dilirik dunia fashion sebagai salah satu komoditas yang menjanjikan di pasaran. Tentu saja dengan memodifikasinya menjadi kebaya-kebaya modern yang terkesan elegan. Beberapa budayawan yang melihatnya sebagai salah satu bentuk komodifikasi budaya yang menguntungkan dari segi ekonomi dan di sisi lain telah mengurangi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya tersebut.

Komodifikasi berasal dari kata komoditi yang berarti barang atau jasa yang bernilai ekonomi dan modifikasi yang berarti perubahan fungsi atau bentuk sesuatu. Komodifikasi adalah upaya mengubah apapun menjadi komoditas untuk mendapatkan keuntungan. Proses komodifikasi menurut Mosco (2009) dalam Hereyah adalah cara kapitalisme mencapai tujuan untuk mengakumulasi kapital dan nilai melalui transformasi dari penggunaan nilai-nilai ke dalam sistem tukar. Proses komodifikasi dalam media melalui dua tahap yaitu: pertama, proses produksi program atau produksi media. Kedua, penggunaan periklanan media untuk menciptakan komodifikasi dalam proses ekonomi. Sebuah kebudayaan dikomodifikasi dengan tujuan agar memiliki nilai jual di mata masyarakat. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak positif dan negatif terhadap pelaku budaya ataupun budaya itu sendiri.

Opera Van Java adalah salah satu acara televisi yang mengusung tema budaya lokal. Sebuah acara komedi yang beberapa tahun terakhir diklaim sebagai program komedi terfavorit karena ratingnya yang tinggi. Penggagasnya membawakan budaya Wayang Orang yang telah diramu secara modern untuk kemudian disajikan menjadi tontonan yang menghibur. Seiring dengan ketenaran yang didapatkan –seperti halnya program televisi lain­– apapun akan dilakukan untuk mempertahankan popularitas, termasuk mengubah visi. Opera Van Java yang semula memiliki visi memberikan pesan melalui cerita-cerita rakyat banyak dikritik oleh para budayawan terkait setting, karakter, wayang, dan lagu-lagu yang dibawakan oleh sinden. Nilai-nilai yang diangkat semakin menjauh dari pemaknaan Wayang Orang yang sesungguhnya.

Salah satu unsur kebudayaan yang diangkat oleh OVJ adalah baju kebaya yang digunakan oleh sinden-sinden OVJ. Modelnya yang apik cukup banyak menarik perhatian masyarakat, bahkan pasar memberikan label “kebaya OVJ” untuk model-model kebaya yang pernah dipakai sinden-sinden dalam acara tersebut. Kebaya modern dengan tema yang sering kali mewah dan anggun ini memang sangat cantik dan tampak berkelas. Tidak heran jika banyak masyarakat yang memesan kebaya serupa untuk acara-acara resmi dan pernikahan. OVJ dinilai telah berhasil mengangkat citra kebaya sebagai salah satu busana tradisional di mata masyarakat. Kebaya OVJ menjadi salah satu trend di dunia fashion. Usaha di bidang fashion memanfaatkannya untuk menyerbu masyarakat dengan produk-produk kebaya ala OVJ yang terbukti sangat digandrungi.

Kebaya merupakan warisan kebudayaan Indonesia yang digunakan oleh para wanita terdahulu sejalan dengan masuknya Islam ke Pulau Jawa. Penggunaan kemben diganti dengan busana yang lebih tertutup, walaupun modelnya tetap mengikuti lekuk tubuh. Awalnya seluruh wanita Jawa memakai kebaya dalam kesehariannya. Model yang digunakan untuk sehari-hari lebih sederhana, sementara kebaya yang digunakan untuk pesta dan acara besar lainnya terkesan lebih mewah. Era modern awalnya membuat kebaya terkesan biasa, bahkan kuno jika dibandingkan pakaian model Barat yang menjadi kiblat modernisasi. Namun seiring dengan perkembangan dunia fashion, kebaya banyak dimodifikasi oleh tangan-tangan designer dalam negeri ternama, termasuk kebaya OVJ. Inovasi-inovasi kreatif diciptakan dalam bentuk design-design yang sesuai dengan selera pasar.

Program televisi “Opera Van Java” telah berhasil mengangkat citra kebaya dan melestarikan penggunaannya secara modern. Hal ini tentu saja membawa dampak positif terhadap dunia fashion, khususnya yang menggeluti jenis busana kebaya. Secara tidak langsung OVJ telah memberikan layanan iklan gratis dan memberikan inspirasi model kebaya yang menarik. Pangsa pasar kebaya OVJ tentu saja tidak perlu diragukan karena permintaan terhadap model kebaya ini sangat banyak di pasaran. Sinden-sinden OVJ yang ayu dengan bentuk tubuh bagus telah memberikan interpretasi yang semakin menarik bagi masyarakat.

Di sisi lain, komodifikasi yang dilakukan cenderung tidak proporsional. Pesan-pesan ekonomi lebih diutamakan dengan sedikit mengesampingkan pesan-pesan budayanya. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan lunturnya kebudayaan asli dan degradasi makna terhadap kebaya. Selain model-modelnya yang semakin kontemporer, harga pakaian kebaya juga dikenal cukup mahal. Harga kebaya ditentukan oleh jenis kain yang digunakan sebagai bahan pembuatan kebaya. Penggunaannya yang tidak lagi rutin dalam keseharian membuat kebaya menjadi identitas kultural pada acara-acara tertentu yang bersifat seremonial. Selanjutnya dalam acara-acara tersebut, kebaya telah menjadi menjadi salah satu ukuran kelas sosial.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Sebenarnya, Berapa Sih Jumlah Caleg Gagal di …

Politik 14 | | 23 April 2014 | 14:46

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Salah Kasih Uang, Teller Bank Menangis di …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Hotman Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 20 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 22 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 22 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: