Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Gurobah

Semangat memberikan manfaat

(Opini) Kasus Kecelakaan Si Dul

OPINI | 09 September 2013 | 08:48 Dibaca: 15309   Komentar: 2   0

Sejak kemarin berita tentang kecelakaan Dul anaknya Ahmad Dhani jadi pembicaraan orang. Melihat sepak terjang anak-anak muda dari orang terkenal di Indonesia,yang orang tuanya mempunyai “nama besar” sungguh menggiriskan hati,terlebih pihak kepolisian seperti mandul menghadapi “kenakalan” mereka.

Kejadian serupa pernah terjadi pada 2 orang anak muda,yang orang tuanya juga sangat terkenal di negeri ini dan daerah dimana si anak ini bermukim ; Yang pertama adalah Rasyid Rajasa putra dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa pada awal Tahun Baru 2013,dimana Rasyid terlibat kecelakaan maut di Tol Jagorawi hingga menewaskan dua orang. Kejadiannya juga mirip si Dul yaitu sebelumnya diketahui main ke rumah teman wanitanya untuk merayakan tahun baru,sedangkan si Dul pulang dari kencan malam minggunya. Rasyid sempat diadili namun kemudian bebas tanpa pernah ditahan.

Sedangkan yang kedua adalah Muhammad Dwigusta Cahya (18) pengendara Nissan Juke di Tol Purbaleunyi awal April 2013 yang lalu dan bertabrakan dengan Xenia dengan modus mirip si Dul,dimana mobilnya berpindah jalur. Akibat gaya mengemudinya yang ngebut dan kehilangan kontrol, Dwigusta menyebabkan 5 nyawa melayang sia-sia. Dwigusta adalah anak dari General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, Agus Andriyanto. Pada saat proses pengadilan yang bersangkutan hanya dikenai tahanan kota,dan tanggal 5 September yang lalu hanya di vonis 1 tahun saja dengan menghilangkan nyawa 5 orang .

Keadilan yang semu telah diciptakan oleh aparat hukum dalam menangani perkara kecelakaan lalu lintas ; Melihat anak Hatta Rajasa yang bebas melengang,publik menganggap pengadilan tersebut penuh kontroversi dan langsung masyarakat pun bereaksi negatip dengan komentar yang membuat risih,antara lain mengatakan telinga penegak hukum itu tuli dan bisa jadi kantong mereka sudah terisi dengan uang damai….Demikian juga dengan Dwigusta yang hanya dikenai tahanan kota,membuat orang geleng-geleng kepala,”koq bisa….?”

Entah dengan kasus si Dul ini,mungkin saja semua penegak hukum dan Komnas Anak akan mengatakan,”masih kanak-kanak…dan tidak bisa diadili” ; Uang damai juga barangkali sudah disiapkan oleh Ahmad Dhani untuk keluarga korban agar anaknya bisa diampuni dan tidak dihukum atau ditahan di LP Anak-Anak….! Saat ini mata publik sedang melihat lagi bagaimana penegakan hukum di Indonesia begitu lemah dan keadilan sulit diperoleh untuk orang kecil. Hukum dikatakan adil hanya untuk orang kaya dan yang punya duit serta membebaskan mereka dari tuntutan “kejahatan” atau kelalaian mereka,sedangkan bagi si miskin jangan sekali-sekali pernah berbuat jahat atau lalai dan melanggar hukum…!

Tags: opini

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selayang Pandang Tentang Demonstrasi …

Fera Nuraini | | 01 October 2014 | 20:57

“Menjadi Indonesia” dengan Batik …

Hendra Wardhana | | 02 October 2014 | 05:49

Seandainya Semalam Ada Taufik Kiemas …

Hendi Setiawan | | 02 October 2014 | 07:27

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 2 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 2 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 3 jam lalu

MK Harus Bertanggung Jawab Atas Kericuhan …

Galaxi2014 | 5 jam lalu

Sepedaku Dicolong Maling Bule …

Ardi Dan Bunda Susy | 6 jam lalu


HIGHLIGHT

Wisata Rohani di tepi Rawa Pening …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Pasukan Kecil yang Lugu …

Muhamad Adib | 8 jam lalu

Bu Mega Temuilah SBY! …

Apriliana Limbong | 8 jam lalu

Oktober 49 tahun lalu …

Pras | 8 jam lalu

Selamat Hari Batik Nasional …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: