Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Laura Aryani

Murid dari sekolah kehidupan

Ahmad Dhani dan Kecelakaan Dul dari Sisi Politik

OPINI | 08 September 2013 | 21:21 Dibaca: 402   Komentar: 2   2

Saya mencoba memahami kasus kecelakaan Dul, anak ahmad dhani dari sisi politik. Sudah banyak tulisan tentang ini, namun saya mencoba dari sisi politik rumah tangga. Sebagaimana diketahui bahwa Ahmad Dhani sudah bercerai dengan Maia. Perceraian itu tentu saja mengakibatkan perebutan hak asuh terhadap anak-anaknya, Dul, El dan Al

Ketika anak masih kecil, tentu saja hak asuh ada pada ibunya. Namun setelah usia tertentu anak bisa memilih ikut ibu atau bapaknya. Tentu saja terpilih oleh anak akan menimbulkan akibat tercitrakan sebagai pihak baik sedangkan yang tidak dipilih akan dicitrakan pihak yang buruk. Pilihan anak akan menjadi preferensi bagi publik untuk menilai siapakah yang bersalah, buruk, tidak becus dsb. Karena itu tentu saja bagi pihak ibu maupun bapak, pilihan anak menjadi pertaruhan yang sangat penting. Tidak hanya sekedar bisa berkumpul dengan anak tetapi juga citra, gengsi dan tentu saja karir. Karena pada kenyataannya mereka berdua (AD dan Maia) adalah sama2 selebriti.

Sebagai sebuah pertaruhan besar maka mereka akan mengerahkan semua sumberdaya yang dimiliki untuk mendapatkan kepercayaan dari anak2. Hal ini mirip dengan money politic yang dilakukan oleh partai atau calon pejabat public (presiden, gubernur, Bupati/Walikota, DPR/D, DPD dsb).

Karena itu dalam sudut pandang ini, pertarungan politik ditingkat rumah tangga antara Maia vs Ahmad Dhani akan melahirkan suap kepada anak. Dan kita tahu semua, bahwa suap Dhani ternyata luar biasa !

Dalam opini saya, pertarungan gengsi yang tidak memikirkan anak itu sudah membuahkan hasil sebagaimana yang bisa kita baca. Karena itu kesalahan semacam itu tidak lepas dari kesalahan bahkan desain orang tuanya. Alangkah baiknya kesalahan semacam ini juga dikenakan kepada Ahmad Dhani.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kurikulum 2013: Buku, Seminggu Dibagikan …

Khoeri Abdul Muid | | 20 August 2014 | 17:25

Hati-hati, Cara Mengutip Seperti Ini Pun …

Nararya | | 20 August 2014 | 20:09

Keluarga Pasien BPJS: Kenapa Dokter Tulis …

Posma Siahaan | | 20 August 2014 | 12:48

Saonek Mondi Sebuah Sudut Taman Laut Raja …

Dhanang Dhave | | 20 August 2014 | 12:13

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 7 jam lalu

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 11 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 11 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: