Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Thomasje

There's no Superman..... ...menulis yang ingin ditulis....

Next : Makan Tempe-Tahu pun Tak Mampu…

OPINI | 29 August 2013 | 11:32 Dibaca: 375   Komentar: 12   3

1377750467192296318

warung makan jatisari

Negara Agraris? Selalu itu yang digembar gemborkan…. Tapi lihat saja, sebagian besar rakyat yang selama ini menjadikan tempe dan tahu sebagai menu utama, karena daging tak terbeli akan semakin sengsara. Tempe dan Tahu tak terbeli, karena mahal? Iya…. Karena tidak ada di pasaran juga betul… kenapa? Karena harga kedelai naik… kenapa? Karena Dolar naik terusss…

Di mana Menteri Pertanian? Departemen Pertanian???

Kebutuhan kedelai tahun 2013 nasional adalah sebesar 2,5 juta ton, namun produksi dalam negeri hanya mampu menutup 800 ribu sampai 1 juta ton. Sisanya diimpor dari Amerika 75% dan Negara lain 25% . Gilaaaa….negara agraris ini sudah salah urus. Sebenarnya kalau mau berpikir dengan akal sehat, para penggede di Departemen pertanian sudah tahu kebutuhan real konsumsi nasional ini. Dan dengan luasnya tanah pertanian yang ada, swadaya kedelai (dan komoditas lain) sudah harus dimulai jauh2 hari….bukannya tahun 2014 mendatang seperti rencana mereka…..(super aneh…???)

Dolar naik Harga Kedelai Impor pasti naik

Celakanya lagi…beberapa waktu ini nilai tukar USD naik tak terkendali, otomatis harga kedelai yang awalnya paling murah hanya Rp. 7.000, naik menjadi Rp. 9.200 paling mahal per kilogram. Orang bodoh macam saya pun tahu itu pasti terjadi kalau kita tergantung dari impor. Pertanyaannya, mana antisipasinya? Mana responnya? Mana menterinya? Mana Presidennya?…. Jadi jangan salahkan rakyat kalau menyebut penguasa saat ini sangat lamban, banyak yang makan gaji buta, masih juga ditambah korupsi!

13777506081579125238

langsungenak.net

150.000 Pengrajin Tahu dan Tempe Kolaps

Walaupun hak paten tempe dipegang Negara lain, Amerika 13 Hak Paten dan Jepang pegang 6. Namun kita memiliki pengrajin tempe dan tahu yang cukup banyak, sekitar 150.000 orang bergantung di industry kecil ini. Dan tentu menyerap tenaga kerja yang banyak pula. Jika kondisi ini tidak segera membaik (dilakukan perbaikan oleh…????) maka saya yakin 80% pengrajin akan kolaps dan tutup usaha. Bayangkan berapa ratus ribu orang kehilangan pekerjaan (pengrajin, penjual, pengecer dll )dan jutaan orang tak mampu lagi beli makanan rakyat yang sehat dan bergizi ini. Saat ini para pengrajin masih bertahan dengan mengurangi 50% produksinya, atau mengakali besarnya tahu/tempe diperkecil sampai 75% dari bentuk normal.

Mari kita berdoa agar orang2 yang berkompeten dan masih “terheran-heran” serta “prihatin” segera sadar dan lakukan action, action dan action.

Bravo Tempe…. Bravo Tahu…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cermin Hitam di Taman Nasional Sebangau …

Pratiwi Cristin Har... | | 23 October 2014 | 12:06

Pintarnya Mahasiswa Beralasan …

Giri Lumakto | | 23 October 2014 | 13:57

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Lee Chong Wei Positif Doping, Pelajaran …

Arnold Adoe | | 23 October 2014 | 18:40

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kaesang: Anak Presiden Juga Blogger …

Listhia H Rahman | 9 jam lalu

Seekor Babi Mati Bunuh Diri, Karena Setia …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Si Teteh Akhirnya Menjadi Kompasianer …

Tubagus Encep | 10 jam lalu

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Selusur Goa, Mengingat Kembali Stalaktit dan …

Mentari_elart | 9 jam lalu

Jokowi Ngetest DPR …

Herry B Sancoko | 9 jam lalu

Penderita Lumpuh Layu Itu Hidupi Dua Kakak …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Jalasveva Jayamahe, Mengembalikan Kejayaan …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Buah Strawberry untuk Kesehatan Jantung …

Puri Areta | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: