Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Dewi Sumardi

IRT dan tinggal di Baku, Azerbaijan. Menulis untuk berbagi manfaat. #Buku Let's Learn English Alphabethical selengkapnya

Petasan Raksasa Merenggut Nyawa Manusia

REP | 13 August 2013 | 11:22 Dibaca: 20717   Komentar: 34   7

Berhenti berdetak rasanya jantung saya melihat tayangan di you tube yang ditunjukkan oleh Hanif kepada saya. Video tersebut tentang tragedi petasan raksasa di Pemalang. Dari tayangan tersebut, terlihat beberapa pemuda mengangkat tubuh seorang pemuda yang memakai baju kemeja kotak-kotak dan sudah tak berdaya ke sebuah mobil pick up untuk dibawa ke rumah sakit. Luka-luka yang diderita pemuda tersebut sangat menyedihkan, tak tega rasanya saya melihatnya. Keadaan yang mengingatkan saya pada korban-korban bom para terorisme, duh sedih rasanya melihatnya.

****
Tragedi Petasan Raksasa tersebut terjadi di Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah. Dari tayangan video terlihat beberapa pemuda/anak-anak mengangkat sebuah petasan yang besar sekali, lebih besar dari ukuran anak-anak Sekolah Dasar ( katanya tingginya 1,5 m dan diameter 20 cm). Petasan raksasa tersebut diangkat ke tengah lapangan, mungkin dengan tujuan agar tidak membahayakan bagi yang melihatnya. Sementara di sekitar lapangan tersebut, banyak sekali warga yang menyaksikannya (terdengar dari suara-suara di sekitar orang yang mengambil gambar). Di antara penonton tersebut pasti ada para orang tua, kenapa tidak ada yang melarang ya? Atau sudah dilarang tapi tetap ingin menyalakan petasan tersebut? Entahlah …

****

Sekelompok pemuda/anak-anak yang membawa petasan tersebut sempat berfoto bersama dengan petasan tersebut. Kemudian beberapa di antaranya terlihat menyingkir ke pinggiran dan tertinggal beberapa orang (sekitar 3 orang) yang mungkin bertugas menyalakan petasan tersebut. Tak lama kemudian sumbu petasan dinyalakan dan terdengarlah sebuah ledakan besar …. Dorrrr…. yang disertai asap yang tebal dan kertas-kertas terlihat berhamburan. Penonton yang di pinggir lapangan sungguh tak mengira kalau ledakan itu menyebabkan pemuda/anak-anak yang menyalakannya terpental dan terkapar. Dua orang dikabarkan tewas dan lainnya terluka berat.

****
Pemerintah sebenarnya sudah sering sekali memperingatkan untuk tidak membuat, menjual dan bermain dengan petasan, karena telah terbukti bahwa petasan banyak sekali mendatangkan korban. Segala macam usaha telah dilakukan oleh pemerintah, mulai dari sweeping penjual-penjual kembang api yang mungkin dicurigai menyembunyikan petasan di antara barang dagangannya sampai menggerebek rumah yang mungkin dijadikan tempat pembuatan petasan-petasan tersebut.
Tapi rupanya masih banyak sekali orang yang tak menghiraukan larangan pemerintah tersebut. Masih banyak sekali orang yang bermain petasan, bahkan anak-anak kecilpun banyak yang tidak takut untuk menyalakannya. Menyambut Idul fitri bagi beberapa orang sepertinya kurang meriah tanpa suara petasan dan terus terang saya paling takut dengan petasan.
Semoga saja peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi yang lainnya tentang bahayanya bermain dengan petasan.
Bagi korban yang meninggal semoga diampuni dosa-dosanya dan diterima Allah SWT. Untuk keluarga korban semoga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
- Salam Kompasiana -

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 9 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 10 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 10 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Menerobos Batas Kelam …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Nangkring Cantik: I am Beautifull …

Elisa Koraag | 8 jam lalu

Wanita dalam Sebuah Keluarga …

Aulia Fitrotul | 8 jam lalu

Mama, Pak Melmi Masuk TV …

Cay Cay | 8 jam lalu

Teman Datang saat Butuh Saja? …

Ois Meyta Rahayu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: