Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Aryanto Wijaya

seorang pecinta jalan-jalan dengan modal semangat, persahabatan, doa, dan sedikit uang...

Tujuh Belas Agustus, Apa Kabar Indonesia?

OPINI | 10 August 2013 | 13:34 Dibaca: 228   Komentar: 2   0

dirgahayu RI ( foto: http://4.bp.blogspot.com/-H6LvLJ1iIIw/Ub9eNN1pluI/AAAAAAAAHO0/eUqOprsrI94/s400/Spanduk+HUT+RI+ke+68.JPG)

dirgahayu RI ( foto: http://4.bp.blogspot.com/-H6LvLJ1iIIw/Ub9eNN1pluI/AAAAAAAAHO0/eUqOprsrI94/s400/Spanduk+HUT+RI+ke+68.JPG)

Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita..” itulah penggalan lagu wajib nasional yang sudah akrab di telinga kita. Waktu bergulir tanpa kenal lelah, tidak terasa perjalanan bangsa ini telah menginjak usia yang boleh dikata cukup tua, yaitu 68 tahun. Jika diibaratkan manusia, usia 68 tentunya sudah kakek-kakek atau nenek-nenek. Menjadi pertanyaan yang menggelitik, apakah usia Tanah Air kita yang ke-68 ini menunjukkan kalau bangsa ini semakin dewasa atau melemah seiring dengan usia ?

Sebagai seseorang yang lahir di era 1990-an, tentunya kegiatan panjat pinang, bakiak, dan makan kerupuk menjadi hal yang begitu akrab setiap kali memasuki bulan Perjuangan, Agustus. Ingat betul sekitar tahun 2000-an, setiap kali menjelang bulan Agustus, segenap warga di gang-gang sempit bergotong royong memasang bendera plastik di sepanjang langit-langit gang. Pohon pisang ditebang, dibersihkan, untuk kemudian dijadikan tiang panjat pinang. Ada juga yang menggunakan bambu sebagai tiang panjat pinang, tentunya kesulitan menjadi tinggi sebab bambu lebih tinggi daripada batang pisang.

Kebetulan saya berkediaman di wilayah padat penduduk sehingga atmosfer tujuh belas Agustus terasa kental. Tetapi tahun berganti tahun rasanya kekentalan atmosfer 17-an semakin meluntur. Entah ini perasaan saya saja atau ada juga orang lain yang sepemikiran dengan saya. Tahun 2009 ketika saya duduk di kelas X SMA di sebuah sekolah swasta, adalah kali terakhir saya mengikuti upacara memperingati 17 Agustus. Di tahun berikutnya kegiatan upacara setiap 17 Agustus ditiadakan. Sekolah diliburkan dan saya hanya melihat upacara dari televisi. Kegiatan perayaan Agustusan hanya sekedar lomba-lomba yang digelar entah untuk menanamkan nasionalisme atau sekedar having fun.

Corak memperingati kemerdekaan RI dari tahun ke tahun memiliki perbedaan. Beberapa tahun lalu sebelum smartphone dan sosial media merambah masyarakat, kegiatan agustusan banyak diperingati di lapangan. Di pinggiran jalan, lahan kosong, komplek perumahan semua disulap menjadi arena perlombaan antar warga. Tetapi kini, (rasanya) agak jarang melihat hal yang seperti itu. Entah karena beberapa tahun ini tanggal 17 Agustus letaknya berdekatan dengan bulan Ramadhan, atau karena hal lain. Fenomena baru yang muncul adalah meluapnya nasionalisme lewat broadcast bbm, facebook, dan juga twitter. Nah, apakah nasionalisme yang diutarakan hanya sebatasĀ  status-facebook yang segera lalu, atau sebatas broadcast bbm yang tak pernah dibaca pesannya.

Bagaimanakah nasib 17 Agustus 2013 kini ? Apakah tenggelam dalam hangatnya suasana mudik dan idul fitri ? Atau mengambang dalam sikap acuh tak acuh masyarakat kita ?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Main ke Jogja, Mari Mampir ke Youthphoria …

Widioke | | 01 November 2014 | 13:09

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Serunya Workshop Hijab Mazaya di Trans …

Efii Fitriyyah | | 01 November 2014 | 18:00

DIY = Do It Yourself, Cara Membuat Teh …

Gitanyali Ratitia | | 01 November 2014 | 17:24

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | | 01 November 2014 | 19:54


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 10 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 11 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 12 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | 8 jam lalu

I Love My Job and I Love My Small Team …

Adolf Isaac Deda | 9 jam lalu

Pemimpin untuk Kepentingan Bersama dan atau …

Adrian Mamahit | 9 jam lalu

Nangkring “Tokoh Bicara”: Bupati …

Kompasiana | 9 jam lalu

Puisi untuk Pergantianmu …

Salimun Abenanza | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: