Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Poernamasyae

dibilang panasbung sama pasukan nasi bungkus (beneran) yang tak terverifikasi di kompasiana hahahahaha

Faham Agama menurut Muhammadiyah

REP | 30 July 2013 | 01:26 Dibaca: 574   Komentar: 0   0

Muhammadiyah merupakan gerakan keislaman yang sudah lama eksis di Indonesia, didirikan tahun 1912 tetapi pergulatan pemikiran kemuhammadiyahan sudah muncul sebelum tahun tersebut dalam diskusi dan aksi KH Ahmad Dahlan bersama dengan santri-santrinya. Gerakan ini memiliki tujuan untuk mengantarkan jamaahnya ke pintu surga serta juga sukses dalam kehidupan duniawiyah. Faham keagamaan menurut Muhammadiyah digali dari sejarah berdirinya organisasi dan juga diskusi yang berlangsung antara sang pendiri dengan para murid-murid generasi pertama serta dokumen-dokumen resmi keorganisasian. Diantara dokumen-dokumen tersebut adalah Surat Al Ma’un, 17 kelompok ayat Al Qur’an yang dipelajari oleh murid-murid KH Ahmad Dahlan, 7 kelompok falsafah kemuhammadiyahan.

Faham Islam dalam Muhammadiyah adalah kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Ialah faham Islam yang murni yang merujuk kepada sumber ajaran yang utama yaitu Al Qur’an dan As Sunnah yang Shohihah dan Maqbulah serta berorientasi kepada kemajuan. Kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah yang otentik dan dinamis.

Muhammadiyah mengusung gerakan kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah karena keduanya merupakan sumber asli dari ajaran-ajaran Islam dengan ‘kebenaran mutlak’ yang bersifat terbuka, demikian merujuk kepada pernyataan KH Azhar Basyir. Selain itu Muhammadiyah merujuk kepada Al Qur’an dan Sunnah dengan menggunakan akal pikiran yang sesuai dengan jiwa ajaran Islam. Dengan demikian Muhammadiyah berdiri sebagai gerakan yang berusaha benar-benar ‘membumikan’ ajaran Islam dalam kehidupan nyata. Menjadikan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW sebagai pokok ajaran agama dengan akal pikiran (ro’yun) sebagai pengungkap dan mengetahui kebenaran yang terkandung dalam keduanya, juga mengetahui maksud-maksud yang tercakup dalam pengertian Al Qur’an dan As Sunnah.

Akal pikiran yang dinamis dan progresif mempunyai peranan yang penting dan lapangan yang luas dalam gerakan Muhammadiyah. Dengan demikian pintu ijtihad bagi Muhammadiyah selalu terbuka agar ajaran Islam selalu sesuai dengan perkembangan jaman. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai pemikiran formal tentang faham keagamaan dalam Muhammadiyah dapat dilihat pada Hasil Muktamar dan Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah; 12 Langkah Muhammadiyah; Masalah Lima; Tafsir Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah; Matan Keyakinan Cita-Cita Hidup Muhamadiyah; Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah. Beberapa dari dokumen tersebut bisa diunduh di situr resmi Muhammadiyah di SINI.

Muhammadiyah mempraktekkan faham keagamaannya dalam kehidupan nyata. Menerapkan dalil aqli dan naqli dalam praktik kehidupan bermasyarakat sehingga sampai sekarang berkembang dan memiliki aset yang lumayan besar dengan gerakan di bidang pendidikan, kesehatan, dakwah, kemasyarakatan dan sebagainya. Muhammadiyah bukan gerakan kemarin sore yang hanya peduli pada isu-isu tertentu tanpa berbuat nyata.

(Catatan ringan saat menyimak pemateri acara Baitul Arqam Muhammadiyah di salahsatu kampus PTM)

Jakarta, 2013-07-30

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 11 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 12 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 12 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 13 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Walikota Kota Bogor Bima Arya Sugiarto …

Hakeem Elfaisal | 8 jam lalu

Guru (di) Indonesia …

Inne Ria Abidin | 8 jam lalu

“Remember Me” …

Ruby Astari | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menguntungkan atau Malah …

Ian Wong | 9 jam lalu

Dua Oknum Anggota POLRI Terancam Hukum …

Inne Ria Abidin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: