Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Ujang Dede Lasmana

Konsultan Penanggulangan Bencana. Berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang penanggulangan bencana. Pernah bekerja di PMI, Action selengkapnya

Segitiga Biru Berlatar Jingga: Logo BNPB

OPINI | 19 July 2013 | 15:25 Dibaca: 636   Komentar: 1   0

Kenapa yah, logo penanggulangan bencana di hampir tiap negara menggunakan atau menyertakan logo segitiga biru dengan latar belakang jingga? Kalau kita minta bantuan Mbah Google untuk mencari logo-logo lembaga atau badan penanggulangan bencana maka kita akan menemukan banyak negara yang menyertakan atau menggunakan logo tersebut.

Ternyata lambang itu punya nilai yang tinggi loh, bahkan sederajat dengan lambang Palang Merah/Bulan sabit Merah. Selama ini yang banyak diketahui orang adalah hanya lambang Palang Merah/Bulan Sabit Merah saja yang merupakan lambang perlindungan, dimana orang yang menggunakan lambang itu, gedung yang menggunakan lambang itu, termasuk kendaraannya akan mendapat perlindungan disaat konflik bersenjata (perang) dan tidak boleh dijadikan obyek serangan militer.
Organisasi yang menggunakan lambang segitiga biru dengan dasar jingga juga mendapat perlindungan, dan itu ada aturannya yang berlaku internasional dan pengaturannya ada dalam dokumen yang sama dengan perlindungan terhadap lambang Palang Merah/Bulan sabit Merah, yaitu Konvensi Jenewa 1949 – yang dikuatkan dalam Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa 1949 mengenai Konflik Internasional (untuk lebih jelas silahkan lihat disini dan disini).
Siapakah organisasi atau lembaga yang boleh menggunakan lambang itu? Organisasi atau lembaga yang boleh menggunakannya adalah mereka yang menjalankan fungsi perlindungan masyarakat. Berangkat dari sinilah organisasi penanggulangan bencana mengadopsi lambang segitiga biru dengan latar belakang jingga, baik secara sadar maupun ikut-ikutan karena melihat sebagian besar di dunia organisasi penanggulangan bencana menggunakan logo ini.

Apapun yang terjadi, baik sadar maupun ikut-ikutan, lembaga yang menggunakannya haruslah mengetahui nilainya dan juga aturannya. Bagi yang ikut-ikutan harus membuka mata dan menyadari bahwa logo itu bukanlah sekedar segitiga namun ada aturannya.

Nah, di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang merupakan pemegang mandat penanggulangan bencana mengadopsi logo ini, pertanyaannya sudah tahukah lembaga itu dan juga mereka yang bekerja di badan tersebut dari tingkat nasional (BNPB) sampai tingkat Kabupaten/Kota (BPBD/Badan Penanggulangan Bencana Daerah), serta juga masyarakat dan lembaga mitra lainnya mengenai logo ini?. Semoga mereka memahaminya. Memang secara pragmatis tahu atau tidak arti ini tidak akan mempengaruhi kinerja BNPB dan BPBD saat ini, karena yang utama adalah bagaimana mengelola risiko bencana dengan baik sehingga kerugian dan korban jiwa bisa direduksi bila bencana masih belum bisa dihilangkan.
Namun arti lambang ini akan memiliki nilai lebih disaat negara dalam situasi konflik bersenjata, dan para Pihak yang bertikai harus mengetahui ini dan memberikan perlindungan kepada organisasi ini dalam menjalankan fungsinya melindungi masyarakat.
Jadi bukan hanya lambang Palang Merah dan Bulan sabit Merah yang mendapat perlindungan, logo perlindungan masyarakat yang diwakili segitiga ini juga merupakan lambang perlindungan.

Berikut ini beberapa contoh penggunaan lambang segitiga biru diatas dasar jingga:

13752775001376807393

Cyprus Civil Defence

Magyar

Magyar

Perth County DMA

Perth County DMA

York Region DM

York Region DM

civil protection Madeira

civil protection Madeira

Ghana

Ghana

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Reportase Festival Reyog Nasional XXI Hari …

Nanang Diyanto | | 21 October 2014 | 17:45

Rodhi, Pelukis Tunadaksa Ibu Negara, Titisan …

Maulana Ahmad Nuren... | | 21 October 2014 | 17:36

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Kok, Jokowi Lari di Panggung? …

Gatot Swandito | | 21 October 2014 | 10:26

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 9 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 9 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengenal Festival Ancak dari Desa Jeladri, …

Cak Uloemz | 7 jam lalu

Liga Tarkam, Rusuh Kok Budaya? …

Aprillia Lita | 7 jam lalu

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Sri Mulyani Jadi Mentri Jokowi dapat …

Alfons Meliala | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: