Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Jejaring Web

Tempat dimana ilmu IT ikut mengalir. :)

Makna Ramadhan

OPINI | 18 July 2013 | 15:57 Dibaca: 23   Komentar: 0   0

Secara etimologi, Ramadhan asal kata dari “ramidha – Yarmadhu – ramadhan” yang artinya terik matahari, panas, atau terbakar. Sedangkan secara terminologi diartikan: membakar, meleburkan atau menghapus dosa.

Ibadah puasa di bulan Ramadhan diharapkan mampu melebur segala macam dosa sehingga setelah satu bulan kembali menjadi fitri (suci) dari dosa. Jadi Idul Fitri artinya kembali kepada kesucian bagai bayi yang baru lahir.

Puasa di bulan Ramadhan menurut pandangan Rasyid Ridho adalah sebagai berikut:

1. Tarbiyah Al Ibadah
Keinginan / kemauan adalah sifat dasar manusia. Keinginan baik atau buruk menurut Imam Ghazali dalam diri manusia ada sifat-sifat yang mempengaruhi keinginannya yaitu:
a. Rububiyah, sifat yang selalu berbuat baik
b. Syaithoniyah, sifat yang selalu berbuat kesalahan dan kejahatan (tidak baik)
c. Bahimiyah, sifat yang selalu haus pada kemewahan
d. Subuiyah, sifat yang selalu berbuat kejam dan zalim

Dengan berpuasa di bulan Ramadhan diharapkan dapat meningkatkan keinginan baik dan menekan keinginan yang buruk.

2. Thariqat Al Malaikat
Selalu taat dan patuh atas seluruh perintah Alloh SWT. Maka melalui ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh diharapkan jiwa seseorang tidak dikuasai oleh hawa nafsunya. Bagaimana menyikapi perintah Alloh SWT sebagaimana malaikat menyikapi perintah-perintahNYA yaitu selalu taat dan patuh “sami’na wa atho’na”

3. Tarbiyah Al Wadhiyat
Suatu sistem pendidikan ketuhanan, yaitu untuk mendidik dan membimbing manusia supaya menjadi hamba Alloh yang taat dan patuh. Dan mendidik sifat rububiyah (ketuhanan) sehingga dapat berbuat adil, sabar, pemaaf dan sifat-sifat Alloh seperti dalam Asmaul Husna.

4. Tazkiyah Annafsih (penyucian jiwa)
Dengan melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan diharapkan dan sebagai sarana untuk melebur sifat-sifat yang buruk dalam jiwa manusia. Khilaf, salah, dan penyakit hati seperti iri, dengki, dendam, pamer (riya’) sehari-hari selalu melekat dalam diri manusia.

Sumber: jejaring.web.id

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

“Telitinya” Petugas PT KAI dalam …

Iskandar Indra | | 24 July 2014 | 16:25

Catatan dari Batam …

Farchan Noor Rachma... | | 24 July 2014 | 17:46

Rumah “Unik” Majapahit …

Teguh Hariawan | | 24 July 2014 | 15:27

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Sengketa Pilpres 2014 Akhirnya Berujung di …

Mawalu | 11 jam lalu

Inilah Salah Satu Warisan Terbaik Pak Beye …

Raisa Atmadja | 12 jam lalu

Timnas U-19 Batal Tampil di Spanyol …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 20 jam lalu

Jokowi “Penyebar Virus” kepada …

Hendrik Riyanto | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: