Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Diyon Taryono

The founder and owner of Diyon's Note, Pelajar di universitas kehidupan | cita-cita Pengamat Public selengkapnya

Aku Islam dan Indonesia

OPINI | 16 July 2013 | 07:29 Dibaca: 203   Komentar: 5   2

Agama islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada para mahluknya . Karena agama islam menjadi agama yang diridhoi-Nya. Perkembangan islam sangatlah pesat di muka bumi , tersebar di segala penjuru dunia sehingga wajar saja islam menjadi agama yang dianut oleh mayoritas penduduk bumi.

Sejak zaman rasulullah agama islam mulai berkembang karena dari dakwah yang disampaikan oleh rasul baik melalui dakwah secara diam-diam ataupun dakwah dilakukan secara terang-terangan dikarenakan para pemuka kaum Quraish satu persatu masuk islam dan kemudian islam bisa tersebar kepenjuru dunia. Islam mulai berjaya karena dengan dakwah secara terang-terangan hingga mencapai puncaknya saat terjadi peristiwa Fathul makkah. Pertumbuhan islam menjadi agama yang mayoritas dianut oleh penduduk bumi tentunya tidak berjalan sendirinya melainkan adanya peran para penerus dakwah yang disampaikan sahabat sahabat nabi sepeninggal rasulullah wafat, kemudian diteruskan kembali oleh para tabiin dan seterusnya. Peran tersebut mangakibatkan perkembangan islam yang menjadi agama dianut oleh penduduk bumi tidak dapat dipungkiri lagi.

Islam menjadi agama yang menawarkan sebuah konsep hidup yang tentunya tidak bertentangan dengan apa yang dilakukan masyarakat. Islam mengatur segala aspek kehidupan bagi para pemeluk-pemeluknya sehingga agama islam menjadi agama yang mudah diterima bagi sebagian orang yang bisa melihat keindahan tersebut. Seperti halnya perkembangan islam yang terjadi di Indonesia tidak terlepas dari peran seorang ulama yang gigih menyebarkan agama islam yang seperti kita kenal dengan sebutan Walisongo. Dakwah yang dilakukan oleh Walisongo sangat berperan penting dalam perkembangan islam di indonesia. Semenjak agama hindu dan budha telah berkembang demikian pesatnya kemudian para ulama itu datang sembari berdagang dengan penduduk lokal dan kemudian timbul percampuran budaya yang dilakukan oleh para pedagang dari Gujarat dan menyebarkan agama islam. Perkembangan islam sangat pesat dan mudah diterima bagi kalangan masyarakat luas. Karena islam tidak mengenal strata maka bagi kalangan yang selama ini menduduki strata paling bawah lebih memilih islam karena disamping mampu menjawab kebutuhan yang mereka butuhkan juga mampu memberikan jawaban terhadap apa yang selama ini mereka cari.

Dakwah yang dilakukan oleh walisongo untuk menyebarkan islam di pulau Jawa sangat beragam caranya,seperti contoh melalui jalur kesenian yang dilakukan sunan kalijaga melalui wayang. Kesenian tersebut mampu mengkordinir banyak orang yang sejak zaman itu sudah sangat gemar melihat pagelaran seni dan kemudian dakwah yang dilakukan oleh sunan kalijaga dengan memasukan unsur-unsur islam kedalam cerita pewayangan tersebut, seperti kita kenal dengan sebutan Gareng , Petruk , Bagong dan lain-lain. Setelah islam tersebar terutama di pulau jawa kemudian menyebar luas seantero Indonesia.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Berbagai macam etnis , suku , ras adat serta beragam budaya ada di Indonesia . Tersebar ke berbagai penjuru negeri ini menyimpan banyak sekali keberagaman . Keberagaman tersebut tentunya harus di sokong dengan ideologi yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan adanya ideologi pancasila yang menjadi jawaban atas keberagaman tersebut untuk menyatupadukan berbagai macam etnis ras suku dan lain sebagainya. Bhineka Tunggal Ika telah menjadi simbol bagi penduduk warga negara Indonesia yang tersebar kepenjuru nusantara dengan nilai toleransi antar golongan .

Indonesia menjadi penganut islam terbanyak di dunia menyebabkan posisi Indonesia dalam sebuah perkumpulan negara islam atau disebut OKI menjadi sangat penting. Namun kondisi banyaknya penganut islam di negeri ini tidak diimbangi ilmu pengetahuan bagi para pemeluknya. Penyakit moralitas telah melanda negeri ini , umat islam kini sudah jauh dari nilai-nilai keislaman yang mereka anut bahkan islam hanya menjadi identitas saja yang tertera di kartu tanda penduduk, sehingga sering kita kenal dengan sebutan Islam KTP. Miris memang ketika peradaban islam yang sejak zaman dahulu mampu memipin sebuah peradaban dunia dengan kemajuan ilmu yang begitu pesat kemudian menjadi rujukan bagi seantero dunia kini budaya dalam menuntut ilmu telah luntur terlebih lagi di negeri kita tercinta. Pendidikan agama terutama di pesantren-pesantren menjadi komoditas langka dan dipandang sebelah mata, orang tua lebih suka menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah negeri dengan harapan masa depannya lebih cerah. Perilaku demikian menyebabkan pendidikan di sekolah pesantren telah di pandang sebelah mata , padahal jika kita lihat lahirnya perlawanan melawan kaum penajajah serta lahirnya pemimpin yang bijak justru lahir dari pesantren-pesantren yang ada di negeri ini. Kesadaran ulama zaman dahulu ketika negeri kita di jajah sangatlah tinggi , tanpa takut meregang nyawa mereka terus berjuang demi lahirnya kemerdekaan .

Kondisi demikian tidak tercermin pada pemimpin masa kini. Pemimpin masa kini hanya mengobral janji sewaktu masa kampanye, rakyat terus menerus dibodohi , kepentingan rakyat ketika mereka menjadi pejabat publik di kesampingkan. Banyak kita mendengar kasus-kasus yang menimpa para pemimpin negeri ini yang terjerat masalah korupsi , jika dilihat jauh mereka beragama islam namun hal itu tidak diterapkan dalam kehidupan nyata mereka dan justru menyengsarakan rakyat banyak demi kepentingan pribadi mereka.
Umat islam kini disibukkan dengan arus pemikiran globalisasi yang pesat terlebih lagi Indonesia yang menjadi pasar potensial bagi para perusahaan multinasional yang membawa budaya-budaya barat, budaya gadget dan lain sebagainya telah akrab dalam kehidupan kita. Budaya dzikir untuk selalu mengingat Allah SWT terkadang bergeser dengan gadget-gadget yang setiap hari terus menerus menggerus. Bukan hanya itu, ternyata yang perlu disadari adalah adanya perang pemikiran atau godhzul fikri yang sedang melanda negeri ini, perlahan nilai-nilai keislamaan yang kita anut mulai luntur akibat dari perang pemikiran yang terjadi. Umat islam masa kini harus bisa melakukan perlawanan terhadap musuh musuh dalam selimut, kerusuhan atas dasar agama sudah tidak asing di negeri kita. Citra islam terus-menerus dicap sebagai sang pelaku teror terlebih bangsa barat yang melihat islam dengan muka sinis yang ingin merusak islam dimuka dunia.
Islam datang dalam kondisi terasing dan akan menjadi asing , hal demikian mungkin sudah terjadi di negeri kita. Islam hanya sebagai ritual yang dijalankan di masjid-masjid, islam hanya sebagai identitas saja tanpa berkorelasi terhadap sikap yang dicerminkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemunduran peradaban islam hanya ada di tangan umat islam terlebih lagi islam yang ada diindonesia. Karena umat islam sendiri sudah jauh dari nilai keislaman yang sesungguhnya.

Keadaan demikian kondisi saya yang dibesarkan oleh lingkungan islam, mengetuk hati saya untuk bisa mengamalkan keislaman yang dimiliki, kondisi tersebut tentunya tidak dibiarakan begitu saja meskipun banyak hal yang patut kita sanjung dengan Indonesia namun kekuatan islam terbesar di dunia harus mampu diimbangi dengan kualitas seorang muslim yang handal dengan peradaban ilmu yang dimiliki, sehingga bukan saja quantitas yang menjadi kebanggaan umat islam di Indonsia namun jika di imbangi dengan qualitas yang dimilki akan menajdikan Indonesia jaya. Sehingga permasalahan yang menjadi masalah bagi negara berkembang seperti kemiskinan , pengangguran dan lain-lain bisa diatasi. Ada hal yang unik dari uraian Ulama besar tingkat dunia, DR. Yusuf Al Qhardawi saat melakukan kunjungannya di Indonesia, Beliau menyampaikan sebuah hipotesisnya bahwa kebangkitan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam akan lahir dari Indonesia. Mungkin hal itu bisa terwujud dengan peradaban ilmu yang dimiliki sehinggga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang selalu diperhitungkan. Berharap bisa melakukan jalan dakwah pada tingkat aparatur negara yang selama ini terkadang dinilai kurang berpihak pada kepentingan rakyat, dan saya putuskan untuk mengambil kuliah pada jurusan manajemen dan kebijakan publik (AN) FISIPOL UGM karena nantinya saya ingin berkecimpung dalam ranah politik terutama dalam ranah kenegaraan.
waallahualam.
Mohon doanya semua.
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

5 Jam Menuju Museum Angkut, Batu-Malang …

Find Leilla | | 31 July 2014 | 18:39

Kecoa, Orthoptera yang Berkhasiat …

Mariatul Qibtiah | | 31 July 2014 | 23:15

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Menjenguk Blowhole Sebuah Pesona Alam yang …

Roselina Tjiptadina... | | 31 July 2014 | 20:35


TRENDING ARTICLES

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 17 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 18 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 21 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: