Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Kang Didno

Guru dari Indramayu yang suka ngeblog, jejaring sosial, kopi darat blogger, jalan-jalan, wisata kuliner, senang selengkapnya

Adakah THR untuk Pegawai Honorer ?

OPINI | 10 July 2013 | 05:00 Dibaca: 472   Komentar: 0   0

1373407076359663698
Saat memasuki bulan Ramadan ada kegembiraan terpancar dari seluruh umat muslim di seluruh dunia. Apalagi para pekerja yang berada di Indonesia. Semua pekerja menyambut gembira yang namanya bulan Puasa ini sambil menunggu yang namanya THR (Tunjangan Hari Raya). Tunjangan ini diberikan kepada seluruh pekerja Indonesia baik yang beragama Islam maupun non muslim, yang bekerja di perusahaan atau instansi tertentu.

Besarnya THR (Tunjangan Hari Raya) untuk pekerja adalah satu bulan gaji pokok bagi pekerja yang sudah bekerja selama minimal 1 tahun, dan prosentasi jika pekerja yang memiliki masa kerja kurang dari satu tahun. THR ini sangat membantu untuk kebutuhan menjelang lebaran nanti.

Bagi pekerja yang masih sendiri bisa menggunakan untuk membeli pakaian sendiri atau diberikan kepada orang tuanya, sedangkan untuk yang sudah berkeluarga dapat digunakan untuk membeli baju lebaran, kebutuhan keluarga atau digunakan untuk mudik.

Tapi bagi rekan-rekan yang bekerja sebagai pekerja honorer, termasuk guru honorer tentu hanya menghela nafas, THR (Tunjangan Hari Raya) tidak berlaku bagi pekerja honorer, yang ada hanya BHR (Bingkisan Hari Raya) yang isinya hanya makanan ringan, gula dan sirup. Itupun bagi pegawai honorer di instansi tertentu yang memiliki pemimpin yang peduli dengan bawahannya.

Kalau pekerja swasta menunggu yang namanya THR, tetapi PNS (Pegawai Negeri Sipil) Tunjangan Hari Raya tidak ada tetapi namanya berbeda yakni Gaji Ke-13 yang sudah diberikan pada saat sebelum puasa lalu.
Sedangkan untuk pekerja honorer maaf tidak ada yang namanya THR yang besarnya satu bulan gaji pokok, tidak ada yang namanya gaji ke-13. Silakan anda cari saja sendiri bagaimana caranya agar bisa membeli baju lebaran, pakaian untuk keluarganya, dana untuk mudik dan lain sebagainya.

Kalaupun ada dana sulit untuk mengotak-atik dana tersebut untuk THR pekerja honorer. Masih adakah orang yang peduli dengan THR pegawai honorer di bumi Indonesia ini?.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 8 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 9 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 12 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Dunia Intuisi …

Fawwaz Ibrahim | 7 jam lalu

Presiden Baru, Harapan Baru …

Eka Putra | 7 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 7 jam lalu

Jokowi Sebuah Harapan Baru? …

Ardi Winangun | 7 jam lalu

Potret Utang Luar Negeri Indonesia …

Roby Rushandie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: