Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Esang Suspranggono

saya ini hanya orang bodoh yang selalu ingin belajar, bermimpi untuk dapat melihat keindahan setiap selengkapnya

Negeri Dongen Jagongan Wagen

REP | 08 July 2013 | 23:51 Dibaca: 270   Komentar: 2   2

…Seperti dalam cerita dongeng dimana kita dibawa ke dalam sebuah dunia yang indah, menarik, tertawa serta mengasyikan. Seperti kembali ke dunia anak – anak dimana kita kembali bermain , bercanda serta bahagia. Seperti itulah yang tergambar di dunia Jagongan Wagen Minggu (7/7)……

13733008121721051926

suasana tempat acara Jagongan Wagen

Sebuah sapaan yang hangat dari para pekerja seni menyambut setiap pengunjung yang datang.  Dan salah satu ciri khas JW adalah suguhan wedang jahe yang tidak pernah luput setiap bulannya. Sedikit berbau membingungkan ketika melihat tema yang dibawakan malam ini  “Pertemuan Pertama” . Namun teka – itu terjawab sudah dengan aksi panggung para seniman. Kolaborasi antara gerak tubuh, gerak musik, serta seni rupa membuat para pengungjung merasa tidak di bumi semestinya. Mengembalikan ke sebuah masa indah dimana kesenian tradisional kita masih kental terjadi.

Wonderland Jagongan Wagen

….Mungkin tidak seluas Disney Land atau tempat hiburan lain namun disini saya melihat banyak sekali senyum bahagia pengunjung terutama anak – anak kecil ketika melihat semua hasil karya ini….

1373301009723041360

pengunjung yang menyaksikan pameran seni rupa

13733011131038316752

antusias pengunjung yang hangat terhadap pameran seni rupa

Sebelum awal pertunjukan para pengunjung digiring ke dalam sebuah ruangan pameran seni rupa. Saya pikir saya akan melihat banyak patung dengan beragam gaya, banyak lukisan dengan beragam aliran namun semua itu salah. Saya melihat sesuatu yang saya menyebutnya sebagai dunia dongeng. Bagaimana tidak ? di tempat Padepokan Seni Bagong Kussudiarja  kami para pengunjung dibuat kagum dengan hasil seni rupa para seniman dan pertunjukan seni yang dahsyat. Semua benda hasil ciptaan para seniman ini seakan berdongeng tentang budaya yang hilang pada masa kini.

Bukan tentang roller coster, bukan pula tentang mainan modern yang ada di kebanyakan tempat hiburan keluarga , melainkan hanya benda – benda yang ada di sekitar kita. Itulah yang membuat saya semakin terkagum dengan hasil karya para seniman ini. Ruangan pameran Bagong Kussudiardja yang biasanya menampilkan karya lukis disulap menjadi sebuah dunia dongeng. Mainan – mainan yang terbuat dari kayu, senar, roda bekas serta benda – benda yang menurut kita tidak begitu berarti menjadi hal yang menakjubkan. Banyak sekali pengunjung yang terkagum dan mencoba memainkan semua hasil karya para seniman .

13733012371137944079

para pengunjung yang mencoba memainkan benda hasil karya para seniman

13733013881378241082

beragam benda pameran yang dapat dimainkan oleh para pengunjung

“Kok bisa ya jadi seperti ini ? Kok kepikiran untuk membuat seperti ini ya?” pertanyaan – pertanyaan itu selalu muncul di pikiran saya ketika melihat pameran seni rupa malam itu. Jujur saja saya hanya bisa cengar cengir melihat semua benda di rungan tersebut. Bagaimana tidak semua yang ada di ruangan pameran adalah benda – benda yang membutuhkan ide yang sangat kreatif. Memang terlihat hanya benda yang terbuat dari kayu namun cara dan hasil kerja itulah yang membuat saya kagum.  Tidak hanya anak – anak yang bermain dalam ruangan tersebut, banyak sekali orang dewasa yang bermain dengan semua benda pameran.

Bagi anda yang penasaran dengan pameran seni rupa anda dapat mengunjunginya di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja Desa Kembaran Kecamatan Kasihan Bantul Yogyakarta hingga tanggal 7 September, mulai dari pukul 10.00 WIB – 16.00 WIB.

Pertunjukan Dimulai

…..“Buah mangga buah kedondong, mohon kebawah dong”…seru salah satu panitia mengajak para penonton untuk berpindah ke area pertunjukan seni….

13733015101722573393

aksi bocah - bocah cilik yang turut meramaikan Jagongan Wagen edisi Juli 2013

Kurang lebih satu jam kami dibuat kagum dengan pertunjukan  seni rupa, kini saatnya kami menikmati pertunjukan seni lainnya. Acara dibuka dengan beberapa anak kecil bermain permainan tradisional seperti dakon, kemudian disambung dengan kumpulan bocah laki – laki yang memainkan kenthongan. Beberapa saat kemudian datang lagi kawanan bocah – bocah dengan mengendarai sepeda roda satu dan akhirnya keluarlah semua kawanan bocah – bocah ini.

Semua permainan yang dimainkan anak – anak tersebut membawa para pengunjung kembali ke masa lalu. Dimana pada jaman itu permainan yang ada ya seperti bermain dakon, ular naga panjangnya, bermain kenthongan dan sebagainya. Penampilan para bocah – bocah boleh dibilang luar biasa. Mereka tidak canggung dengan banyaknya mata yang menyaksikan. Hal yang semakin membuat lucu penampilan mereka adalah suara aba – aba dari teman sebelahnya.

13733016362106714173

aksi bocah - bocah cilik dalam Jagongan Wagen Juli 2013

1373301843898365041

aksi para seniman dalam Jagongan Wagen edisi Juli 2013 Pertemuan Pertama

Setelah anak – anak menghibur para penonton, kini giliran para senior beraksi.  Masih kental dengan nuansa tradisional para seniman ini meyajikan musik bernuansa etnis. Ini adalah salah satu hal yang saya suka di JW. Musik – musik bernuansa etnis dengan aransemen ulang para seniman selalu luar biasa hasilnya. Terlebih musik tersebut dikolaborasikan dengan syair – syair yang merdu. Dan itu yang ada ditampilkan para seniman edisi bulan resik ini.

13733019111056387445

aksi panggung luar biasa ditampilkan para seniman

13733019851213476082

Aksi panggung para seniman yang sangat menghibur dalam Jagongan Wagen

13733021201020496282

kolaborasi penampilan para seniman dengan anak - anak dalam Jagongan Wagen malam itu

Para penonton yang hadir seakan didongengkan sebuah keindahan Indonesia melalui alunan musik etnis, serta kesenian tradisional jaman dahulu. Benar – benar asyik ketika para seniman memainkan musik – musik tradisional kemudian para bocah – bocah bermain dengan permainan tradisional. Seakan menyadarkan kita bahwa sesungguhnya permainan tradisional itu juga tidak kalah menariknya dengan permainan modern jaman sekarang. Justru di permainan tradisional banyak sekali kerja sama antar orang bukan individual seperti kebanyakan saat ini.

Dongen Dari Negeri Pendongen

Pameran seni rupa, permainan yang dimainkan para anak kecil dan alunan musik etnis yang bercampur menjadi satu menjadi hiburan menarik.  Tidak saja orang dewasa yang menikmati namun beragam usia dapat menikmatinya. Bukan saja warga pribumi namun wisatawan asing pun turut menikmati pagelaran seni tadi malam.

Budaya Indonesia yang beragam ternyata masih ada di dunia modern sekarang. Mereka masih bertahan meskipun dengan tertatih – tatih.  Apa yang di pentaskan tadi malam adalah merupakan secuil gambaran tentang kekayaan kesenian yang dimiliki bangsa ini. Melalui acara seperti inilah seharusnya kita bisa melestarikan  budaya ketimuran milik kita.  Melalui JW para seniman ini menyelipkan pesan bahwa budaya kita tidak kalah indahnya dengan budaya yang dimiliki negara lain. Dan itu terbukti dengan apresiasi penonton pada malam itu.

Bagi anda yang ingin menyaksikan JW anda dapat pula bergabung di grup facebook : www.facebook.com/groups/padepokansenibagongkussudiardja untuk melihat jadwal JW bulan berikutnya. Semoga bagi anda yang berlibur di Jogja tidak hanya oleh –oleh dan pengalaman mengunjungi tempat indah di Jogja saja yang di peroleh, melainkan nilai budaya yang masih kental dapat menjadi cinderamata liburan anda…..kesenian itu asyik lho….salam budaya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Raja Ampat (2): Muslim, Ojek, dan Negeri …

Luthfiyah Nurlaela | | 31 August 2014 | 08:52

Kerja Bakti Juga Ada di Amerika …

Bonekpalsu | | 31 August 2014 | 04:45

Asyiknya Belajar dengan Mind Map …

Majawati Oen | | 31 August 2014 | 11:24

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | | 31 August 2014 | 13:15

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jokowi Melakukan Kebodohan Politik Besar? …

Daniel Yonathan Mis... | 4 jam lalu

Jokowi Tidak Tahan Lama …

Kokoro ? | 6 jam lalu

Usulan Hebat Buat Jokowi-Prabowo Untuk …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Oknum PNS Memiliki Rekening Gendut 1,3 T …

Hendrik Riyanto | 8 jam lalu

Lurah Cantik nan Kreatif dan Inspiratif …

Axtea 99 | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Sisi Lain Kasus Florence Sihombing …

Yeano Andhika | 8 jam lalu

Aku Ter- Obsesi Menjadi Seorang Presiden …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Sepanjang Hidup Manusia Sebagian Besar Untuk …

Adji Winata | 9 jam lalu

Disebut Apakah Benda Ini Dalam Bahasa …

Gustaaf Kusno | 9 jam lalu

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: