Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Phadli Hasyim Harahap

Membicarakan kehidupan sosial dan budaya. Ayah yang suka bercerita pada anaknya tentang apa saja.

Jokowi dan Kota Jakarta

OPINI | 03 July 2013 | 01:56 Dibaca: 215   Komentar: 2   1

Kalau dipikir-pikir, Jakarta sungguh bersyukur mempunyai pemimpin seperti Pak Jokowi. Gubernur yang suka jalan-jalan ke sana ke mari. Tampaknya tidak susah mencarinya, yang sulit menebak kemana dia akan pergi kecuali sudah ada jadwal tertentu dari pekerjaan hariannya. Jalan-jalannya bukan jalan biasa, menyusuri satu kampung ke kampung lain, hingga nongkrong bareng di perhelatan ulang tahun Kota Jakarta di Monas. Semua dijabanin, seperti tidak kenal lelah. Istilah bekennya “blusukan”.

Pemimpin seperti Jokowi itu tampil merakyat hadir ditengah-tengah rakyatnya. Pemimpin luar biasa yang mau melihat-lihat kondisi rakyatnya yang biasa-biasa saja. Kalau kata Budiarto Shambazy, Jokowi adalah pemimpin yang biasa saja sebenarnya yang tampak istimewa karena dia mau kerja. Saya malah berpikir justru dia menjadi luar biasa karena mau kerja. Coba lihat dan baca berapa banyak pemimpin yang seperti Jokowi yang mau bekerja. Kalaulah pemimpin “luar biasa” ini banyak, pasti tidak hanya Jokowi yang tampil begitu dielu-elukan rakyatnya dan sering muncul di media massa. Seolah-olah media tak kehabisan berita membicarakan pekerjaannya setiap hari.

Jokowi tampak bertindak melalui proses-proses yang menyentuh dari sisi manusiawi. Seperti headline di surat kabar dengan tema “Gebrakan Jokowi”, berbagai tidakannya seakan belum pernah dilakukan oleh gubernur Jakarta sebelumnya. Gubernur sebelumnya mungkin juga bekerja. Namun bedanya,  Jokowi menggebrak dengan menyentuh aspek paling dasar dengan memperhatikan sisi kemanusiaan warga kota yang sudah jengah menjalani hidup di Kota paling macet se-Indonesia, Kota Jakarta.

Sebelum adanya Jokowi, jarang sekali rasanya memperhatikan geliat tindakan yang dilakukan gubernur Jakarta, paling-paling muncul di acara serimonial atau ketika ada kegiatan yang memaksa dia hadir di depan media, misal kalau ada banjir besar untuk berkilah mencari alasan. Jadilah, kita terbiasa melihat pemimpin yang tidak bekerja dan cuek saja melihat pemimpin yang bertindak rakus mengkorupsi uang negara.  Ah itu biasa. Padahal hal-hal buruk yang menjadi biasa adalah permasalahan krusial yang sedang melanda negeri ini.

Jokowi mencoba mengubah wajah kota menjadi humanis yang dicintai oleh penunggunya. Bersama wakil gubernur, dia memberi gebrakan demi gebrakan. Dari membahas permasalahan pendidikan yang adil buat si miskin, tempat tinggal bagi kaum buruh, hingga transportasi massal yang mampu menanggung beban jutaan manusai di Kota Jakarta. Jokowi dan wakilnya tampak sadar betul, kalau perubahan dari sisi sosial dan budaya kondisi kota bisa mempengaruhi citra kota dibenci menjadi begitu dicintai oleh warganya. Karnaval Jakarta dan acara di Monas sebagai wujud cerdiknya Sang Gubernur menarik perhatian warganya. Keluar rumah dan menikmati bersama kemeriahan kota.

Sosial dan Budaya  kota bisa berperan dalam membentuk tindakan dan tingkah laku, sehingga mempengaruhi interaksi sosial dan pola hubungan dari warga yang hidup di  dalamnya. Kesadaran akan sosial dan budaya tersebut diwujudkan Jokowi dengan mencoba menciptakan fasilitas kota seperti transportasi massal yang memadai, membuat tempat tinggal yang murah, hingga berupaya mengurangi dampak banjir yang turun temurun di Jakarta. Lalu apa hubungannya dengan kondisi sosial budaya? ketika warga sudah merasa nyaman dengan kondisi kota tempat tinggalnya. Hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi kehidupan masyarakat sehingga menjadi pola tindakan yang mewujud dalam budaya kota. Jokowi menunjukkan bahwa kemauan pemerintah daerah menciptakan kehidupan yang lebih manusiawi bagi warganya mampu memperkecil kesenjangan hubungan secara struktur antara pemimpin dan rakyatnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 9 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 11 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 15 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 17 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: