Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Helma P

Seorang ibu rumah tangga yang juga bekerja

Kebersamaan di Bulan Puasa

REP | 03 July 2013 | 18:25 Dibaca: 121   Komentar: 0   0

Sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba dimana umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa. Bulan puasa ini selalu ditunggu-tunggu. Kata teman-teman yang Muslim, ibadah di bulan puasa pahalanya besar.

Saya sendiri sebenarnya bukan Muslim. Tetapi saya ikut senang kalau sudah menjelang bulan puasa. Saya ikut merasakan sukacita teman-teman menyambut bulan puasa.

Saya bekerja di di Puskesmas dengan total jumlah pegawai 26 orang dan hanya 2  orang diantara kami yang non Muslim. Menjelang bulan puasa kami selalu mengadakan acara makan bersama yang dikenal dengan istilah munggahan. Semua pegawai Puskesmas ikut acara ini, kami juga mengundang ibu-ibu kader posyandu untuk ikut munggahan bersama sekaligus bermaafmaafan menyambut bulan suci Ramadhan.

Hari senin kemarin telah diadakan acara munggahan di Puskesmas kami. Sebelum acara dimulai terlebih dahulu diadakan penyuluhan terhadap ibu-ibu kader posyandu. Kemudian diikuti dengan acara salam - salaman dan saling memaafkan, doa dilanjutkan makan bersama. Kali ini kami pesan makanan dengan menu yang lebih istimewa dari biasanya dibanding ketika ada acara makan-makan di hari-hari biasa.

Foto saat makan bersama menjelang puasa, 27 Juni 2013

13728499171421842203

Dokumentasi Pribadi

Selama satu bulan puasa berlangsung, kami juga punya kebiasaan mengadakan buka puasa  bersama walaupun hanya satu kali. Buka puasa ini biasanya kami lakukan di restoran karena waktu  berbuka sudah diluar jam kerja. Untuk acara berbuka puasa, boleh bawa suami, istri dan anak. Namun untuk acara ini ibu-ibu kader biasanya tidak ikut.  Acara berbuka puasa bersama ini untuk kebersamaan semua pegawai puskesmas dan keluarganya, termasuk yang  non muslim. Saya dan teman yang non muslim selalu ikut bersuka cita pada acara buka puasa bersama, kami bahkan membawa keluarga masing-masing menghadiri acara buka puasa bersama.

Acara buka puasa bersama  bulan Ramadhan tahun 2012

1372850289618033422

Dokumentasi Pribadi

Selama bulan Ramadhan, teman-teman yang berpuasa selalu mengisi jam istirahat dengan mengaji dan membaca Alquran. Tetapi itu tidak mengganggu kami yang tidak berpuasa. Keberadaan kami yang non muslim juga sangat dihargai walaupun hanya berdua diantara sekian banyak orang. Kami tetap punya ruang untuk makan siang yang dibawa dari rumah. Hikmah buat kami saat bulan puasa, membawa bekal makan siang dari rumah, hemat dan terjamin kebersihannya, berhubung selama bulan puasa di siang hari tidak ada penjual makanan.

Kami memakai ruangan khusus buat makan siang sehingga tidak mengganggu teman-teman yang sedang menjalankan ibadah puasa. Semua saling menghargai dan bertoleransi satu sama lain.

Hal lain yang selalu banyak di saat bulan puasa adalah banyaknya orang-orang yang jual jajanan terutama di sore hari menjelang waktu berbuka. Di komplek rumah saya saja ada ibu yang jualan kolak, biji salak, gorengan, bubur sumsum, es dan lain-lain.

Selama bulan Ramadhan, makanan untuk berbuka puasa, tersedia juga dirumah saya setiap sorenya. Hal ini karena asisten rumah tangga yang kami panggil Teteh adalah seorang muslim. Dia rajin beribadah dan setiap tahun menjalankan ibadah puasa.

Sore hari menjelang berbuka puasa si Teteh selalu bikin makanan ringan dan manis yang dikenal dengan istilah takjil untuk berbuka puasa. Dia rajin memasak kolak, biji salak, bubur sumsum, es kolang-kaling, gorengan dan lain-lainnya untuk dimakan saat berbuka. Saya selalu menyediakan pisang, tepung, gula, kelapa, kolang-kaling, ubi, singkong dan semua bahan-bahan untuk membuat makanan tersebut.
Jika Teteh tidak membuat makanan manis untuk berbuka kami membeli di ibu
yang berjualan di kompleks atau di penjual yang mangkal di sepanjang jalan menuju rumah kami.

Saya bersama suami dan anak-anak setiap sore ikut menikmati makanan-makanan yang sering dimakan saat berbuka puasa. Walaupun kami tidak berpuasa tetapi kami menikmati saat berbuka bersama orang-orang yang berpuasa. Kami menikmatinya bersama-sama di rumah dan di tempat acara-acara buka puasa bersama. Dari kegiatan dan kebersamaan itu,  kami  mengajarkan kepada anak-anak, walaupun berbeda agama dan kepercayaan kita harus saling menghargai dan saling menghormati.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 8 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 10 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 12 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: