Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Zena Fajrin

saat ini sedang menempuh s1 di UIN SUNAN KALIJAGA prodi Ilmu Kesejahteraan sosial semester 6

Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Uin Sunan Kalijaga

OPINI | 01 July 2013 | 10:15 Dibaca: 74   Komentar: 0   0

Kegalaun rakyat kecil dengan BBm dinaikkan, menjadikan  rakyat semakin miskin, dan non sejahtera, rakyat kecil galau, SBY naikan harga BBM, merupakan salah satu kebijakan yg kurang memuaskan, yang miskin semakin tambah miskin, dan yang kaya semakin  bringas dengan munculnya korupsi, kenaikkan BBM menjadi issu nasional yang  tak kunung habisnya yang mau tidak mau  rakyat kecil jadi imbasnya, diaman kesejahteraan masyarakat?  BBM dari harga 4500 menjadi 6500 merupakan  prosentase yg sangat tinggi, dengan adanya gaji masyarakat yang tidak pasti, khususnya buruh, rakyat miskin dan sebagainya, sejatinya pemerintah  tidak menjadikan rakyat miskin  menjadi imbas dari kenaikkan BBM, tapi  pemerintah mengutamakan kesejahteraan  dengan menaiikkan kualiats hidup rakyat miskin, jika BBM tetap ada, pemerintah haurs mau  menahan inflasi produksi2 luar supaya  tidak merugikan pemerintah indonesia, seperti membatasi  distribusi transportasi kendaraan, mobil yang datang ke indonesia, itulah salah satu solusi saya untuk menjadikan rakyat tetap harus ditingkatkan kesejahteraannya, BLSM tidak menjamin bagi rakyat menjadi sejahtera, bahkan  data2 yg diperoleh justru kurang valid, yang seharusnya menerima, tidak mendapatkannya, yang kaya menerima BLSM, ini merupakan keadaan yang ironi yang harus ditindaklanjuti, agar apa yang diharapkan masyarakat yakni kesejahteraan  benar2 terwujud tanpa ada percampuran dengan dunia politik, khsusnya  org2 yang memilki potensi menjadi sang koruptor…..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bilangan Bahasa Jawa is Very Difficult …

Eddy Roesdiono | | 25 January 2015 | 13:07

Mengapa Komentar Menkopolhukam Tedjo …

Fandi Sido | | 25 January 2015 | 13:36

Kota Malang: Dulu Ijo Royo-royo, Sekarang …

Sri Krisna | | 25 January 2015 | 13:48

Mereguk Lukisan Mahakarya Sang Pencipta di …

Tjiptadinata Effend... | | 25 January 2015 | 13:01

[Tutorial] Google Hangout dan Cara …

Kompasiana | | 09 January 2015 | 22:15


TRENDING ARTICLES

Surat Cinta Untuk Pak Tedjo …

Masykur A. Baddal | 4 jam lalu

Marwah, Wibawa dan Harga Diri Jokowi …

Thamrin Dahlan | 5 jam lalu

Siapa yang Buang Bayi di Bengawan Solo? …

Gaganawati | 7 jam lalu

Surat Terbuka kepada Megawati Sukarnoputri …

Ilyani Sudardjat | 11 jam lalu

Dewasanya Polri, Liciknya Oknum KPK …

Ar Kus | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: