Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Zena Fajrin

saat ini sedang menempuh s1 di UIN SUNAN KALIJAGA prodi Ilmu Kesejahteraan sosial semester 6

Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Uin Sunan Kalijaga

OPINI | 01 July 2013 | 10:15 Dibaca: 69   Komentar: 0   0

Kegalaun rakyat kecil dengan BBm dinaikkan, menjadikan  rakyat semakin miskin, dan non sejahtera, rakyat kecil galau, SBY naikan harga BBM, merupakan salah satu kebijakan yg kurang memuaskan, yang miskin semakin tambah miskin, dan yang kaya semakin  bringas dengan munculnya korupsi, kenaikkan BBM menjadi issu nasional yang  tak kunung habisnya yang mau tidak mau  rakyat kecil jadi imbasnya, diaman kesejahteraan masyarakat?  BBM dari harga 4500 menjadi 6500 merupakan  prosentase yg sangat tinggi, dengan adanya gaji masyarakat yang tidak pasti, khususnya buruh, rakyat miskin dan sebagainya, sejatinya pemerintah  tidak menjadikan rakyat miskin  menjadi imbas dari kenaikkan BBM, tapi  pemerintah mengutamakan kesejahteraan  dengan menaiikkan kualiats hidup rakyat miskin, jika BBM tetap ada, pemerintah haurs mau  menahan inflasi produksi2 luar supaya  tidak merugikan pemerintah indonesia, seperti membatasi  distribusi transportasi kendaraan, mobil yang datang ke indonesia, itulah salah satu solusi saya untuk menjadikan rakyat tetap harus ditingkatkan kesejahteraannya, BLSM tidak menjamin bagi rakyat menjadi sejahtera, bahkan  data2 yg diperoleh justru kurang valid, yang seharusnya menerima, tidak mendapatkannya, yang kaya menerima BLSM, ini merupakan keadaan yang ironi yang harus ditindaklanjuti, agar apa yang diharapkan masyarakat yakni kesejahteraan  benar2 terwujud tanpa ada percampuran dengan dunia politik, khsusnya  org2 yang memilki potensi menjadi sang koruptor…..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 8 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi Memenuhi Janjinya Memberantas Mafia …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Milad Himakom UNIFA yang ke-4: Himakom Dulu, …

Komunikasi Universi... | 7 jam lalu

Setelah Kelas Ibu Hamil, Ada Kelas Balita …

Imma Firman | 7 jam lalu

Positif Mengkritik Santun Memberi Saran …

Ferra Shirly | 8 jam lalu

Robohnya Kampus Kami …

Ardi Winangun | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: