Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Irwan Thahir Manggala

Orang yang Sudah Mati Benar-benar Sudah di ALAM KUBUR . Semoga kita terhindar dari golongan selengkapnya

Fasli Jalal dan Rekor Seks Remaja

REP | 28 June 2013 | 17:29 Dibaca: 466   Komentar: 6   5

13723536212129936085

Apa yang terjadi pada diriku? (Dok ITM)

Besok (29/6) di Kendari, Sulawesi Tenggara adalah tempat puncak Hari Keluarga Nasional(Harganas) tahun 2013. Saya sempat mengikuti bagian acara Harganas di Ambon pada tahun 2006. Tahun lalu, Nusa Tenggara Barat (NTB)menjadi tuan rumah

Isu seks di kalangan remaja bukan lagi menjadi hal luar biasa. Hal yang semula dianggap tabu ini semakin diperparah dengan tidak adanya keteladanan dari pihak yang sebenarnya menjadi panutan. Semua jadi serba salah karena permasalahan seks remaja juga disikapi dingin, tidak sama dengan isu kasus korupsi, kenaikan BBM, misalnya. Padahal sebagai estafet keberlangsungan bangsa Indonesia ada di tangan mereka. Besok(29/6) dirayakan sebagai Hari Keluarga Nasional(Harganas) yang puncaknya kegiatannya diadakan di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Masih terngiang daya kreatif tokoh pendidikan di bidang psikologi Sarlito Wirawan Sarwono dan tokoh penelitian sosial almarhum  Masri Simangarimbun yang banyak mengulas tentang perilaku seks dikalangan remaja. Hasil penelitian kedua pakar yang senang menulis ini laris manis menjadi patokan standar perlakuan dan perkembangan penataan generasi muda. Sarlito lebih banyak hadir di ajang seminar, sedangkan Masri lebih banyak tulisan opini di Tempo. Sayangnya, satu pun dari tulisan kedua tokoh itu tidak sempat terjaga dengan baik dalam koleksi dokumen saya.

Saya optimis Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional(BKKBN)di bawah panji pimpinan yang baru, Prof Dr. Fasli Jalal akan dapat mengayuh bahtera lembaga yang berkantor di kawasan dekat arah Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur. Latar belakang pengalaman kerja Fasli Jalal bisa dikategorikan pejabat negara yang mengalami jenjang karir dari awah hingga puncak. Dari staf di Bappenas, tiga Ditjen di Kemediknas, Wakil Menteri Kemendkbud akan memberi jaminan kalau dia memang pantas mengurusi BKKBN.

Kilas Balik Isu Seks Remaja

PKBI (Pusat Keluarga Berencana Indonesia)- (kalau tidak salah) berlokasi di bagian Jakarta Selatan, bersebelahan dengan Rumah Sakit Pertamina. Lembaga ini - kalau punya kaitan kerja dengan BKKBN sangat pas. Lembaga ini selain tempatnya yang strategis juga sering ,mengadakan publikasi dan kegiatan ilmiah remaja di bidang pembinaan generasi muda. Saya masih ingat lembaga ini juga sering mengadakan berbagai lomba untuk remaja. Berkaitan dengan lembaga tersebut, saya mengaitkan dengan salah satu jelajah refrensi dari media massa, majalah remaja Hai terbitan  beberapa bulan lalu.

Reportase tentang liku-liku seks dikalangan remaja sudah banyak tersaji di berbagai media. Untuk menambah koleksi informasi hal yang masih dianggap “tabu” itu, tidak ada salahnya kita mengikuti reportase plus dari majalah Hai terbitan tanggal 8-14 April 2013. Saya mengutip headline di sampul depan majalah remaja itu: Hal-hal yang perlu kita tahu biar nggak kebablasan atau jadi korban.

Didalam  reportase yang hampir memenuhi semua halaman ini dimulai dengan t0pik, Jangan Mau Jadi Korban: Eksplorasi dengan pengetahuan seks yang minim. Rasa ingin tahu tahu secara saweran tanpa pegangan sangatlah rawan untuk menimbulkan korban.Topik ini mengambil jatah tiga halaman. Di halaman kedua, dituliskan oleh seorang siswi dan seorang siswa SMA(tanpa nama) di Jakarta Timur dan Jakarta Sekatan:

“Gue punya teman cewek, yang dari SMP memang sudah dikenal pergaulannya nggak benar. Dia sudah dikenal satu sekolah sering gonta-ganti cowok, dan sering diajak ke apartemen cowoknya gitu deh, dan paham deh apa yang dilakuin, hal itu kaya sudah biasa.”

Ada juga pengakuan seorang siswa, juga masih dari Jakarta bagian selatan,

” Hampir empat tahun gue sekolah, nggak pernah ada, tuh, penyuluhan tentang seks yang benar-benar sampai tuntas. Paling hanya sekedar seminar tanggung, yang ada malah makin bikin gue penasaran, dan karena rasa penasaran inilah yang bikin anak-anak sekarang ingin mencoba berbagai hal tentang seks. Buktinya ada aja  teman gue yang rela sampai cari-cari cewek yang bisa diajak ML, mulai dari cari di diskotik sampai pinggir jalan juga dijabanin.”

Majalah Hai sempat menyadur satu artikel Zoya Amirin, psikolog wanita dalam bidang seksual Apakah kita curious about sex? Tulisan ini berada di bagian akhir dari tampilan majalah Hai,”  Pendidikan seks itu nggak serumit yang kita bayangkan. Kalau kita mau mencari, menanyakan. Kita pasti akan menemukan jawaban dari setiap pertanyaan.Menurut Zoya,”sebagai generasi social media, kita dapat secara cepat menyerap informasi dari berbagai media, jika dibandingkan dengan apa yang kita serap dari pendidikan  formal di sekolah, itu belum cukup.”   

Eko dan Anka, menggambarkan tulisan cukup menarik, Diam bukan berarti Emas. Diuraikan, kadang kita kebingungan atau merasa takut kalau di lingkungan sekolah kita ada pelecehan seksual. Nggak sedikit pula korban dari kejahatan ini yang merasa takut untuk melaporkan kejadian atau bahkan ia sendiri nggak tahu harus lari kemana untuk mencari perlindungan.Tiga lembaga ditawarkan untuk tempat pengaduan, dari sekolah ke polisi, dan atau ke Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia(Kompas PA). Namun sebelum itu kenali dulu jenis pelanggarannya. 

Beberapa kutipan dari majalah Hai di tulisan saya ini bisa menjadi pemicu BKKBN bisa menghadirkan kembali tulisan Sarlito dan Masri, sekaligus menjadi bahan pertimbangan mengukur perkembangan gejolak remaja masa kini. Saya percaya Fasli Jalal berada pada dua kekuatan kombinasi ahli data dan senang berpresentasi akan mempertimbangkan usuulan saya untuk menampilkan even akbar tentang isu seks dikalangan remaja.Jangan lupa untuk menghadirkan ibu penulis dua buku tentang dinamika gadis remaja(lihat foto bersama di atas)    

Selamat Harganas 2013, semoga keluarga Indonesia kian sabar menerima segala macam cobaaan dari luar dan dalam. Anak remaja merupakan tulang punggung masa depan negara. Pak Fasli kan seorang dokter, pakailah konsep filosofis kesehatan didalam mendayung kapal BKKBN: Nasib anak kita ditentukan hari ini. Isu seks dikalangan remaja bisa dimasyarakatkan: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati



Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Merawat Identitas Melalui Karya Seni …

Khus Indra | | 23 September 2014 | 11:34

Menemukan Pembelajaran dari Kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | | 23 September 2014 | 03:26

Ke Mana dan di Mana Mantan Penghuni …

Opa Jappy | | 23 September 2014 | 08:58

Pak Jokowi, Jangan Ambil Kepala Daerah Kami …

Felix | | 23 September 2014 | 10:00

[Studio Attack] Mau Lihat Geisha Latihan …

Kompas Video | | 23 September 2014 | 11:00


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 3 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 5 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 7 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Lawu, Episode Mendaki Melarung Rindu …

Endah Lestariati | 8 jam lalu

Kalah atau Menang Itu Wajar, Tapi Kalau …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Rumah Sakit Harus Ikuti Clinical Pathway …

Info Jkn-bpjs Keseh... | 8 jam lalu

Termostat …

Martua Raja Pane | 8 jam lalu

Maaf, Kemampuan Menerjemah Bahasa Inggris …

Gustaaf Kusno | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: