Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Alfarisi Thalib

Alumni UIN Alauddin Makassar, Jurusan Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.

Dilarang Berjilbab

OPINI | 24 June 2013 | 11:17 Dibaca: 207   Komentar: 4   1

Berjilbab itu adalah perintah Tuhan, langsung diterangkan dalam Al-Qur’an. Untuk memuliakan kamu perempuan. Jika ada yang melarang, maka ia sama dengan mengatakan; “Hei, jangan ikuti kata Tuhanmu (Allah), karena itu membuatmu terkungkung, bebaslah, buka pakaianmu dan bertelanjanglah”.

Jika disuruh buka, berarti menginginkan perempuan di negeri ini hidup telanjang, memperlihatkan alat-alat kelaminnya, buah dadanya yang molek, pantatnya yang montok, bodinya yang melaknat. Berjilbab itu perintah syariat yang diatur dalam agama yang benar (Islam). Jadi jika ada yang melarang, maka sama dengan mengatakan; “Hei, jangan ikuti agamamu (Islam), itu sebuah pembodohan, membuatmu sengsara, gerah, merampas kemerdekaanmu. Maka bukalah agar engkau terlihat cantik dan seksi”.

Apakah memang negeri ini ingin dijadikan syurga para Iblis. Demikian adalah kata orang-orang yang tak bertuhan, tak beragama dan tak bernurani. Yah itu kata-kata syaiton. Lalu, kenapa harus ikuti kata syaiton. Itu musuh manusia yang nyata. Matanya jelalatan, lidahnya menjulur keluar menjilat syahwat dan bermain-main dengan kelamin.

Atau ia sedang berpikir untuk mengajarkan masyarakat untuk hidup tidak boros. karena tidak lagi menghabiskan uang untuk membeli perhiasan dan pakaian yang bagus dan mahal, cukup sepotong kain sisa pakaian anjing dan monyet para tuan untuk menutup daging yang bergantung di dadanya dan di selangkangan. Simpel, Hidup simpel. Jika sudah begitu, maka tunggulah ajab dan kiamat datang.

Hahaha…..!
Negeriku yang malang, agamaku yang malang, Polriku yang dongo. Syaiton. Mau jadikan Indonesia terlaknat. Pemerintahku yang pongah,
tuhanku sungguh kasihan. Tidak lagi didengar kata-katanya. Kekuasaan-Mu digantikan oleh Kapolri.

*Alumni UIN Alauddin Makassar Jurusan Pemikiran Politik Islam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

KOMiK Nobar Film Silat Pendekar Tongkat Emas …

Komik Community | | 17 December 2014 | 11:56



Subscribe and Follow Kompasiana: