Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Alfarisi Thalib

Alumni UIN Alauddin Makassar, Jurusan Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.

Dilarang Berjilbab

OPINI | 24 June 2013 | 11:17 Dibaca: 208   Komentar: 4   1

Berjilbab itu adalah perintah Tuhan, langsung diterangkan dalam Al-Qur’an. Untuk memuliakan kamu perempuan. Jika ada yang melarang, maka ia sama dengan mengatakan; “Hei, jangan ikuti kata Tuhanmu (Allah), karena itu membuatmu terkungkung, bebaslah, buka pakaianmu dan bertelanjanglah”.

Jika disuruh buka, berarti menginginkan perempuan di negeri ini hidup telanjang, memperlihatkan alat-alat kelaminnya, buah dadanya yang molek, pantatnya yang montok, bodinya yang melaknat. Berjilbab itu perintah syariat yang diatur dalam agama yang benar (Islam). Jadi jika ada yang melarang, maka sama dengan mengatakan; “Hei, jangan ikuti agamamu (Islam), itu sebuah pembodohan, membuatmu sengsara, gerah, merampas kemerdekaanmu. Maka bukalah agar engkau terlihat cantik dan seksi”.

Apakah memang negeri ini ingin dijadikan syurga para Iblis. Demikian adalah kata orang-orang yang tak bertuhan, tak beragama dan tak bernurani. Yah itu kata-kata syaiton. Lalu, kenapa harus ikuti kata syaiton. Itu musuh manusia yang nyata. Matanya jelalatan, lidahnya menjulur keluar menjilat syahwat dan bermain-main dengan kelamin.

Atau ia sedang berpikir untuk mengajarkan masyarakat untuk hidup tidak boros. karena tidak lagi menghabiskan uang untuk membeli perhiasan dan pakaian yang bagus dan mahal, cukup sepotong kain sisa pakaian anjing dan monyet para tuan untuk menutup daging yang bergantung di dadanya dan di selangkangan. Simpel, Hidup simpel. Jika sudah begitu, maka tunggulah ajab dan kiamat datang.

Hahaha…..!
Negeriku yang malang, agamaku yang malang, Polriku yang dongo. Syaiton. Mau jadikan Indonesia terlaknat. Pemerintahku yang pongah,
tuhanku sungguh kasihan. Tidak lagi didengar kata-katanya. Kekuasaan-Mu digantikan oleh Kapolri.

*Alumni UIN Alauddin Makassar Jurusan Pemikiran Politik Islam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Awal Baru Twitter Indonesia, Inikah Akhir …

Harris Maulana | | 27 March 2015 | 15:00

Raport Merah Idola Korea Selatan …

Bai Ruindra | | 27 March 2015 | 16:10

Ayo Rekatkan Budaya Bersama Taman Mini …

Kompasiana | | 06 March 2015 | 18:03

6 Alasan Untuk Katakan “Ya!” …

Hendra Wardhana | | 27 March 2015 | 17:03

Blog Competition: Peningkatan Peran SDM dan …

Kompasiana | | 26 March 2015 | 16:37


TRENDING ARTICLES

Risma Masuk 50 Pemimpin Terbaik Dunia, …

Bejo Al-bantani | 7 jam lalu

Janda Muda Diperkosa & Disekap 35 Hari, …

Bambang Setyawan | 7 jam lalu

Sampai Kapan Pun Ahok Akan Diincar …

Lilik Agus Purwanto | 7 jam lalu

Komjen Badrodin Haiti dan Jilbab …

Susy Haryawan | 11 jam lalu

Timnas U-23 Rasa U-19: Terlalu Cepat …

Irwan Rinaldi Sikum... | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: