Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Rahmad Agus Koto

"Alam Terkembang Jadi Buku," dibaca, dipelajari, dipahami dan diamalkan… Insyaallah… Belajar sampai nafas terakhir. Suka selengkapnya

Kecerdasan Emosional Jokowi-Ahok, Bukan Kecerdasan Spritual [Tanggapan Terhadap Artikel Zen Muttaqin]

OPINI | 23 June 2013 | 21:08 Dibaca: 2826   Komentar: 14   2

Tulisan ini merupakan opini untuk menanggapi artikel Zen Muttaqin, “Kecerdasan Spiritual Jokowi sebagai Pemimpin, Pindahkan PRJ ke Monas.”

Yup, saya sependapat dengan opini Zen Muttaqin bahwa upaya Jokowi-Ahok untuk mengembalikan “ruh” Jakarta, salah satunya melalui pengembalian pesta rakyat Jakarta ke Monas, adalah salah satu usaha yang bisa dikatakan soft revolution, sesuatu yang sangat bagus dan mungkin tak terpikirkan atau tidak dapat dilaksanakan oleh pemimpin-pemimpin Jakarta terdahulu.

Namun, penyebutan Kecerdasan Spritual untuk gebrakan Jokowi-Ahok tersebut tidak tepat, karena gebrakan yang dilakukan Jokowi-Ahok tersebut bersifat “emosional”, bersifat rasa, lebih kepada karakter simpatik dan empatik terhadap warga Jakarta dan kota Jakarta itu sendiri, suatu upaya untuk menimbulkan rasa memiliki.

Sedangkan Kecerdasan Spritual berhubungan dengan aktivitas-aktivitas yang bersifat ketuhanan, pengakuan diri bahwa ada zat yang tidak terperikan oleh manusia, yang menciptakan dan menguasai manusia.

Saya telah menilik atikel Zen Muttaqin tersebut beberapa kali, namun saya tidak menemukan adanya hubungan antara Kecerdasan Spritual dengan opini yang dikemukakan Zen Muttaqin tersebut.

Atau mungkin saya yang khilaf? Mudah-mudahan Zen Muttaqin bersedia menanggapi opini ini.

Salam Hangat Sahabat Kompasianers…

Jokowi-Ahok dan Aku

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

BBM Naik Kenapa Takut? …

Mike Reyssent | | 30 August 2014 | 00:43

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | | 30 August 2014 | 04:53

Jokowi-JK Berhentilah Berharap Tambahan …

Win Winarto | | 29 August 2014 | 22:16

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 13 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 13 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 17 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 20 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 23 jam lalu


HIGHLIGHT

Sepenggal Kisah dari Laut …

Adi Arwan Alimin | 8 jam lalu

Dian Sastrowardoyo dan Mantan ART Saya …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Media Baru: Jurnalistik Online …

Adi Arwan Alimin | 8 jam lalu

Hotel Beraroma Jamu Tradisional …

Teberatu | 8 jam lalu

Menanti Pagi Di Kintamani …

Dewi Nurbaiti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: