Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Rahmad Agus Koto

"Alam Terkembang Jadi Buku," dibaca, dipelajari, dipahami dan diamalkan… Insyaallah… Belajar sampai nafas terakhir. Suka selengkapnya

Kecerdasan Emosional Jokowi-Ahok, Bukan Kecerdasan Spritual [Tanggapan Terhadap Artikel Zen Muttaqin]

OPINI | 23 June 2013 | 21:08 Dibaca: 2829   Komentar: 14   2

Tulisan ini merupakan opini untuk menanggapi artikel Zen Muttaqin, “Kecerdasan Spiritual Jokowi sebagai Pemimpin, Pindahkan PRJ ke Monas.”

Yup, saya sependapat dengan opini Zen Muttaqin bahwa upaya Jokowi-Ahok untuk mengembalikan “ruh” Jakarta, salah satunya melalui pengembalian pesta rakyat Jakarta ke Monas, adalah salah satu usaha yang bisa dikatakan soft revolution, sesuatu yang sangat bagus dan mungkin tak terpikirkan atau tidak dapat dilaksanakan oleh pemimpin-pemimpin Jakarta terdahulu.

Namun, penyebutan Kecerdasan Spritual untuk gebrakan Jokowi-Ahok tersebut tidak tepat, karena gebrakan yang dilakukan Jokowi-Ahok tersebut bersifat “emosional”, bersifat rasa, lebih kepada karakter simpatik dan empatik terhadap warga Jakarta dan kota Jakarta itu sendiri, suatu upaya untuk menimbulkan rasa memiliki.

Sedangkan Kecerdasan Spritual berhubungan dengan aktivitas-aktivitas yang bersifat ketuhanan, pengakuan diri bahwa ada zat yang tidak terperikan oleh manusia, yang menciptakan dan menguasai manusia.

Saya telah menilik atikel Zen Muttaqin tersebut beberapa kali, namun saya tidak menemukan adanya hubungan antara Kecerdasan Spritual dengan opini yang dikemukakan Zen Muttaqin tersebut.

Atau mungkin saya yang khilaf? Mudah-mudahan Zen Muttaqin bersedia menanggapi opini ini.

Salam Hangat Sahabat Kompasianers…

Jokowi-Ahok dan Aku

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Potret Perempuan Penambang Pasir di Sungai …

Nanang Diyanto | | 29 January 2015 | 09:45

Siapa Suka Ada Konflik KPK vs Polri? …

Syaripudin Zuhri | | 29 January 2015 | 12:26

Bundesliga Paling Atraktif di Dunia, Bukan …

Mds Efron | | 29 January 2015 | 08:43

Sejarah Terungkap Dari Selembar Kertas …

Idamoerid Darmanto | | 29 January 2015 | 08:36

Sehat dengan Pijat Refleksi Telinga …

Teguh Suprayogi | | 29 January 2015 | 08:17


TRENDING ARTICLES

Jokowi Hati-hati dengan Rekomendasi Tim …

Mike Reyssent | 5 jam lalu

Maaf, Tedjo Bukan Saingan Pak Tarno …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Buya Syafii Maarif, Sekarang The Real …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Benny K. Harman, Hasto, dan Siluman Politik …

Susy Haryawan | 11 jam lalu

Tanggapan “Kartu Abraham di Tangan Jusuf …

Imam Kodri | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: