Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Taufik Al Mubarak

Taufik Al Mubarak, penulis buku Aceh Pungo, sedang merampungkan buku Aceh Tapi Nyata. Kini mengelola selengkapnya

Sabtu-Minggu, Baca Buku ‘Gratis’

OPINI | 17 June 2013 | 01:08 Dibaca: 236   Komentar: 6   1

Sebenarnya cukup banyak pengalaman unik dan menarik yang saya alami selama 2,5 tahun hidup di Jakarta. Kalau diceritakan satu per satu tentu tak cukup melalui tulisan singkat ini. Tapi, di antara cerita unik dan menarik itu, ada satu kejadian yang sampai sekarang masih membuat saya senyum-senyum sendiri kalau mengingatnya.

Waktu di Jakarta, aktivitas yang paling banyak menyita waktu saya yaitu membaca dan menulis. Karena saat itu saya benar-benar ingin melatih diri menjadi penulis produktif serta ingin memiliki wawasan luas. Keinginan ini sangat wajar, karena saya meninggalkan bangku kuliah saat duduk semester enam. Jadi, waktu luang itu benar-benar saya manfaatkan dengan membaca buku, minimal saya tak ketinggalan dengan teman-teman saya yang masih kuliah.

Nah, tiap Sabtu-Minggu saya banyak menghabiskan waktu di toko buku, di antaranya di Gramedia Atriun Senen, Gramedia di Pondok Indah Mall, Gramedia di kawasan Blok M, atau di toko buku Pasaraya. Hanya sesekali saya pilih Gramedia Matraman. Saya hafal di deretan mana buku politik-sosial, novel-fiksi atau buku-buku umum berada di toko-toko buku ini.

Di toko-toko buku inilah saya membaca novel atau kumpulan cerpen secara gratis. Biasanya, ada beberapa buku yang sampul kertasnya sudah dibuka. Buku itu saya baca sambil berdiri, tak boleh duduk di lantai atau bangku yang ada. Jika kedapatan duduk, petugas toko akan langsung menegur. Terus terang, saya tak sendiri dalam urusan membaca buku secara gratis ini. Karena banyak juga ABG yang berperilaku sama dengan saya.

Untuk buku kumpulan cerpen, biasanya saya tamatkan dengan sekali baca. Sementara untuk novel yang kategori tebal, saya memilih tak menamatkannya dalam sekali baca. Soalnya, tak kuat untuk berdiri berlama-lama. Biasanya saya balik lagi esok untuk menamatkannya, dengan catatan saya mencatat di handphone halaman yang sudah saya baca.

Jadwal saya mengunjungi toko buku mulai pukul 11.00 hingga pukul 16.00 sore. Siang hari, jika buku yang saya baca tidak tamat, saya memilih mencari makanan dulu, selesai makan baru saya balik lagi ke toko. Bagi saya, begitulah cara menyiasati kondisi kantong yang tak mendukung untuk membeli buku bagus.

Begitulah, saya pun sering berpindah-pindah toko buku. Tak enak juga tiap keluar tak pernah beli buku, padahal termasuk pengunjung yang sangat rajin. Itulah manfaat toko buku di kota-kota besar, kita bisa membaca tanpa harus membelinya. Itu pengalaman saya 5-6 tahun silam. Sekarang tidak tahu, apakah masih ada buku-buku yang dilepas sampulnya dan bebas dibaca. Karena sudah dua tahun tak ke Jakarta. []

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 5 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 6 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 12 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Cacat Kusta Turun ke Jalan …

Dyah Indira | 10 jam lalu

Sayin’ “I Love to Die” …

Rahmi Selviani | 10 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Andrias Bukaleng Le... | 10 jam lalu

Ratapan Bunga Ilalang …

Doni Bastian | 10 jam lalu

Mulut, Mata, Telinga dan Manusia …

Muhamad Rifki Maula... | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: