Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Hendra Hendarin

http://www.facebook.com/hendra.hendarin

Mari Kita Kembalikan Tanah Indonesia Menjadi yang Paling Subur di Dunia

OPINI | 15 June 2013 | 18:00 Dibaca: 341   Komentar: 1   0


(Jika tanah kebun anda masih memerlukan pupuk anorganik, NPK dll.,
berarti ada yang salah dengan tanah anda)
___

Tanah di Indonesia secara umum adalah tanah yang paling subur di dunia.
Segala tanaman tropis tumbuh, orisinilnya, tanpa memerlukan pupuk.

Untuk menjaga kesuburannya, yang anda lakukan hanyalah dengan membuat sistem jeda dan rotasi.

Menjeda waktu penanaman suatu vegetasi, sebelum ditanami lagi di periode berikutnya; dan menanam tanaman yang berbeda di periode berikutnya, agar unsur hara dalam tanah tetap bervariasi.

MENGAPA TUMBUHAN ANDA TIDAK TUMBUH OPTIMAL?

Banyak petani mengeluh bahwa tanpa NPK tumbuhan mereka tidak tumbuh optimal,
Namun sebenarnya faktor penyebabnya bukanlah tanamannya, alamiahnya tanah di Indonesia tak memerlukan pupuk.

Namun penyebabnya adalah karena TANAH MEREKA SUDAH BERTAHUN-TAHUN DIRACUNI DENGAN PUPUK ANORGANIK dan pembasmi hama anorganik; sehingga tanah menjadi tidak alami lagi, bahkan beracun.

MENGAPA PUPUK DIGUNAKAN, PENTINGKAH?

PUPUK pada dasarnya hanya memperbaiki tampilan luar dan hal-hal superfisial lainnya, namun tak memperbaiki kualitas nutrisi di dalamnya.

Alasan utama tampilan luar ini diperbaiki adalah karena alasan pasar, pasar menyukai hasil perkebunan yang berpenampilan bagus, dan seringkali tak peduli dengan kandungan kesehatannya.

Penggunaan pupuk, anti hama dll. selain bisa merusak nutrisinya, juga bisa membuat makanan menjadi beracun.

Jikapun tanah anda memerlukan boosting (percepatan pemulihan kesuburan) atau enhancement (peningkatan di suatu unsur hara tertentu), gunakanlah pupuk organik. Juga gunakan pengusir hama organik. Cari dan pelajari pengetahuannya, tidak sulit selama anda peduli.

MENETRALISIR TANAH DARI RACUN

Bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan pupuk anorganik, diperlukan langkah pendahuluan sebelum ditanami: bersihkanlah terlebih dahulu tanah anda dari racun-racun tersebut dengan beberapa cara, misal membakar kayu di atas kebun tersebut, atau dengan menanam singkong selama paling tidak dua periode tanam.

Arang dari pembakaran kayu mengandung Karbon yang menyerap racun, demikian juga dengan singkong, umbinya menyerap racun dan semua zat berbahaya lainnya.

Mari kita kembalikan kejayaan Bangsa dengan juga membangun Negaranya, dimulai dari memperbaiki Tanah, Air dan Udaranya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keputusan KPU Tetapkan Jokowi-JK sebagai …

Yusril Ihza Mahendr... | | 23 July 2014 | 14:21

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Stop! Jadi Orangtua Egois (Mari Selamatkan …

Siska Destiana | | 23 July 2014 | 12:36

Penting Gak Penting Ikut Asuransi Kebakaran …

Find Leilla | | 23 July 2014 | 11:53

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 2 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 3 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 7 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 7 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: