Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Hendra Hendarin

http://www.facebook.com/hendra.hendarin

Mari Kita Kembalikan Tanah Indonesia Menjadi yang Paling Subur di Dunia

OPINI | 15 June 2013 | 18:00 Dibaca: 403   Komentar: 1   0


(Jika tanah kebun anda masih memerlukan pupuk anorganik, NPK dll.,
berarti ada yang salah dengan tanah anda)
___

Tanah di Indonesia secara umum adalah tanah yang paling subur di dunia.
Segala tanaman tropis tumbuh, orisinilnya, tanpa memerlukan pupuk.

Untuk menjaga kesuburannya, yang anda lakukan hanyalah dengan membuat sistem jeda dan rotasi.

Menjeda waktu penanaman suatu vegetasi, sebelum ditanami lagi di periode berikutnya; dan menanam tanaman yang berbeda di periode berikutnya, agar unsur hara dalam tanah tetap bervariasi.

MENGAPA TUMBUHAN ANDA TIDAK TUMBUH OPTIMAL?

Banyak petani mengeluh bahwa tanpa NPK tumbuhan mereka tidak tumbuh optimal,
Namun sebenarnya faktor penyebabnya bukanlah tanamannya, alamiahnya tanah di Indonesia tak memerlukan pupuk.

Namun penyebabnya adalah karena TANAH MEREKA SUDAH BERTAHUN-TAHUN DIRACUNI DENGAN PUPUK ANORGANIK dan pembasmi hama anorganik; sehingga tanah menjadi tidak alami lagi, bahkan beracun.

MENGAPA PUPUK DIGUNAKAN, PENTINGKAH?

PUPUK pada dasarnya hanya memperbaiki tampilan luar dan hal-hal superfisial lainnya, namun tak memperbaiki kualitas nutrisi di dalamnya.

Alasan utama tampilan luar ini diperbaiki adalah karena alasan pasar, pasar menyukai hasil perkebunan yang berpenampilan bagus, dan seringkali tak peduli dengan kandungan kesehatannya.

Penggunaan pupuk, anti hama dll. selain bisa merusak nutrisinya, juga bisa membuat makanan menjadi beracun.

Jikapun tanah anda memerlukan boosting (percepatan pemulihan kesuburan) atau enhancement (peningkatan di suatu unsur hara tertentu), gunakanlah pupuk organik. Juga gunakan pengusir hama organik. Cari dan pelajari pengetahuannya, tidak sulit selama anda peduli.

MENETRALISIR TANAH DARI RACUN

Bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan pupuk anorganik, diperlukan langkah pendahuluan sebelum ditanami: bersihkanlah terlebih dahulu tanah anda dari racun-racun tersebut dengan beberapa cara, misal membakar kayu di atas kebun tersebut, atau dengan menanam singkong selama paling tidak dua periode tanam.

Arang dari pembakaran kayu mengandung Karbon yang menyerap racun, demikian juga dengan singkong, umbinya menyerap racun dan semua zat berbahaya lainnya.

Mari kita kembalikan kejayaan Bangsa dengan juga membangun Negaranya, dimulai dari memperbaiki Tanah, Air dan Udaranya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tur Eropa dan Blunder Lanjutan Timnas U-19 …

Mafruhin | 7 jam lalu

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: