Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Romy Sujatmiko

Pria, 36 tahun, masih suka makan, suka berpetualang rasa dengan belajar memasak, membaca dan melihat selengkapnya

“Oplosan!!!!”

OPINI | 13 June 2013 | 13:52 Dibaca: 532   Komentar: 0   0

Saya ajak Anda untuk ketik kata “oplosan” ini di mesin pencari google. Yang kita temukan di paling atas adalah link untuk mengunduh file lagu berjudul “Oplosan” ini.

Selanjutnya saya juga ajak Anda untuk mencari oplosan ini di YouTube. Yang akan Anda temukan adalah banyak sekali video rekaman konser dimana lagu dangdut koplo “Oplosan” ini dibawakan oleh banyak penyanyi dangdut yang diiringi oleh berbagai kelompok orkes dangdut.

Lagu tadi adalah lagu dangdut berbahasa Jawa, dan sedang ngetren dibawakan di berbagai pentas musik di sekitar Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sepenangkapan telinga saya,  lirik di bait pertamanya sebagai berikut :

Opo ‘ra eman duwite / Gawe tuku banyu setan

Opo ora mudheng  yen mendem/  iku biso ngrusak pikiran

Ojo diteruske mendemmu / mergo ora ono untunge

Yo cepet marenono mendemmu / ben dowo umurmu

Dalam Bahasa Indonesia, kurang lebih artinya sebagai berikut :

Apa tidak sayang uangnya/ hanya untuk beli air setan

Apa tidak mengerti kalau mabok minuman/ itu bisa merusak pikiran

Jangan terus-terusan mabok/ sebab ga ada untungnya

Sudah jangan mabok lagi/ biar panjang umurmu

Ah.. ternyata, lirik lagu ini adalah lagu yang memperingatkan kita tentang bahaya minum minuman keras oplosan.

Di Jawa Timur, beberapa kali, bahkan boleh dibilang sering terjadi peristiwa pesta minuman keras oplosan ini yang kemudian membawa korban. Maklum, dengan alasan ekonomis atau mungkin adu nyali keberanian, minuman keras oplosan yang akan dikonsumsi itu diramu dengan mencampur berbagai bahan. Mulai arak, tuak, bir, minuman energi, alkohol, spiritus, obat sakit kepala, sampai obat nyamuk, dan entah apa lagi. Semuanya dicampur menjadi satu untuk menjadi minuman oplosan tadi.

13711060521429908752

Ilustrasi

Bahaya?

Silakan dibayangkan sendiri, kalau spiritus yang lazimnya dipakai untuk bahan bakar kompor penghangat makanan, justru diminum dalam jumlah besar. Belum lagi kalau dicampur dengan lotion penolak nyamuk. Tertarik mencoba?

Kasus oplosan ini cukup sering terjadi di Kediri, Blitar dan berbagai wilayah di Jawa Timur. Korbannya ada yang harus opname, ada juga yang sampai tidak tertolong. Meski sudah banyak kasus tragedi miras oplosan terjadi, sepertinya pesta minuman keras oplosan masih banyak/sering  dilakukan penyukanya di luar sana. Terakhir, kemarin saya baca di detik.com, di Australia ada 3 orang yang tewas karena pesta minuman keras oplosan juga. Nah…..ternyata ngoplos miras tidak hanya ada di sini.

Coba klik salah satu video lagu dangdut “Oplosan” yang diunggah di YouTube itu. Kayaknya lagu ini bisa dinyanyikan Trio Macan, deh.

Sekalian bisa jadi kampanye gerakan nasional Stop Miras Oplosan.

Untuk Cah Blitar, Cah Kediri dan Cah Nganjuk, Salam Assoyloooleey……!!!

Salam Kompasiana!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengintip Kerja Detektif Purbakala …

Dhanang Dhave | | 31 March 2015 | 11:45

Mencari Surga Melalui Film [Review ASDR] …

Agung Han | | 31 March 2015 | 06:01

Jadwal Kegiatan Kompasiana di Bulan April …

Kompasiana | | 31 March 2015 | 18:08

Berpetualang ke Padang Pasir Pinnacles, …

Tjiptadinata Effend... | | 31 March 2015 | 16:45

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48


TRENDING ARTICLES

Kritik Atas Pemblokiran Domain Penyebar …

Harja Saputra | 16 jam lalu

Kontroversi Rokok Mensos untuk Warga Suku …

Felix | 16 jam lalu

Mengapa Menteri Yuddy Cium Tangan Menteri …

Ifani | 17 jam lalu

Imbang Saja Timnas U-23 Lolos, Apalagi Kalau …

Achmad Suwefi | 18 jam lalu

Tak Ada Istri yang Tak Retak …

Cahyadi Takariawan | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: