Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Rakyat Biasa

Sekedar menulis. Dan selalu berharap yang terbaik bagi bangsa ini

Gantungkan Cita-citamu Setinggi Langit

OPINI | 12 June 2013 | 13:53 Dibaca: 390   Komentar: 2   0

“Gantungkan cita-citamu setinggi langit.” (Bung Karno)

Mengapa harus setinggi langit? Bukankah semakin tinggi harapan semakin sulit mencapainya? Dan harapan yang tak tercapai hanya akan menimbulkan kekecewaan? Dan kekecewaan akan menimbulkan sakit hati dan penyakit lainnya?

Apakah tidak lebih baik kalau hidup itu mengalir saja? Jalani saja hidup sebaik-baiknya, dan biarlah kehidupan yang akan menentukan, akan menjadi apa kita kelak?

Banyak argumentasi yang bisa menjelaskan, bahwa lebih baik mempunyai cita-cita yang tinggi daripada hanya sekedar cita-cita yang sekedarnya, atau bahkan tidak punya cita-cita sama sekali. Salah satunya adalah ini:

Orang yang mempunyai cita-cita akan cenderung bergerak ke arah cita-citanya itu. Semakin tinggi cita-citanya maka akan semakin luas wawasannya, semakin besar dan dalam pola pikirnya, semakin fokus dan terarah pola hidupnya. Dengan kata lain, orang yang bercita-cita tinggi cenderung akan berpikiran besar. Mereka tidak akan terjebak dalam pola pikir sempit, tidak akan terlalu peduli dengan hal-hal yang remeh, tidak penting, dan tidak bermanfaat. Dengan pola pikir dan pola hidup seperti itu, maka seandainyapun cita-citanya tidak tercapai, maka orang tersebut tetap akan menjalani hidupnya dengan baik, dan minimal bisa bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Maka tidak ada salahnya mempunyai cita-cita setinggi langit, hanya ada kebaikan di dalamnya. Dan tidak ada lagi perbuatan-perbuatan bodoh seperti tawuran antar pelajar, antar kampung, atau antar apapun, ataupun perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat dan merugikan lainnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 6 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 7 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 7 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 11 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: