Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Rakyat Biasa

Sekedar menulis. Dan selalu berharap yang terbaik bagi bangsa ini

Gantungkan Cita-citamu Setinggi Langit

OPINI | 12 June 2013 | 13:53 Dibaca: 398   Komentar: 2   0

“Gantungkan cita-citamu setinggi langit.” (Bung Karno)

Mengapa harus setinggi langit? Bukankah semakin tinggi harapan semakin sulit mencapainya? Dan harapan yang tak tercapai hanya akan menimbulkan kekecewaan? Dan kekecewaan akan menimbulkan sakit hati dan penyakit lainnya?

Apakah tidak lebih baik kalau hidup itu mengalir saja? Jalani saja hidup sebaik-baiknya, dan biarlah kehidupan yang akan menentukan, akan menjadi apa kita kelak?

Banyak argumentasi yang bisa menjelaskan, bahwa lebih baik mempunyai cita-cita yang tinggi daripada hanya sekedar cita-cita yang sekedarnya, atau bahkan tidak punya cita-cita sama sekali. Salah satunya adalah ini:

Orang yang mempunyai cita-cita akan cenderung bergerak ke arah cita-citanya itu. Semakin tinggi cita-citanya maka akan semakin luas wawasannya, semakin besar dan dalam pola pikirnya, semakin fokus dan terarah pola hidupnya. Dengan kata lain, orang yang bercita-cita tinggi cenderung akan berpikiran besar. Mereka tidak akan terjebak dalam pola pikir sempit, tidak akan terlalu peduli dengan hal-hal yang remeh, tidak penting, dan tidak bermanfaat. Dengan pola pikir dan pola hidup seperti itu, maka seandainyapun cita-citanya tidak tercapai, maka orang tersebut tetap akan menjalani hidupnya dengan baik, dan minimal bisa bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Maka tidak ada salahnya mempunyai cita-cita setinggi langit, hanya ada kebaikan di dalamnya. Dan tidak ada lagi perbuatan-perbuatan bodoh seperti tawuran antar pelajar, antar kampung, atau antar apapun, ataupun perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat dan merugikan lainnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Petrus Lengkong, Seniman Dayak, Pensiunan …

Emanuel Dapa Loka | | 20 September 2014 | 08:56

Menilik Kasus Eddies Adelia, Istri Memang …

Sahroha Lumbanraja | | 20 September 2014 | 11:51

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 10:24

Wow… Peringkat FIFA Indonesia Melorot Lagi …

Hery | | 20 September 2014 | 09:35

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 4 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 5 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 5 jam lalu

PPP dan PAN Merapat Ke Kubu Jokowi, …

Muhammad | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Menilik Kasus Eddies Adelia, Istri Memang …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Saat Kopaja AC Ditendang Trans-J …

Indri Permatasari | 8 jam lalu

Pertamina Tidak Semina-mina (semena-mena) …

Mercy | 8 jam lalu

Ekspresikan Cinta Anda Kepada Pasangan …

Cahyadi Takariawan | 8 jam lalu

Kebiasaan Koruptor & Tersangka Kasus …

Aba Mardjani | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: