Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Neli

ingin belajar menulis....

Cara Mereka Menghargai Orangtua

OPINI | 31 May 2013 | 12:49 Dibaca: 90   Komentar: 2   1

baru-baru ini saya ditugaskan ke daerah barito utara, kalimantan tengah. kota yang ditempuh dalam 8 jam dengan menggunakan jalur darat, dan sekitar 1 jam jika menggunakan pesawat capung dari palangka raya.

dalam tugas waktu itu, dipenginapan saya bertemu dengan satu keluarga keturunan cina dari surabaya. karena kondisi penginapan yang lebih terlihat seperti rumah keluarga dibanding penginapan itu membuat kami sarapan pagi satu meja.

waktu itu, kebetulan saya satu meja dengan keluarga tersebut. setelah sekian banyak pertanyaan yang kebanyakan ditujukan kepada saya, akhirnya saya juga bertanya pada mereka, apa tujuan mereka datang ke kota ini, padahal kalau untuk tempat wisata barito utara belum punya objek wisata yang begitu terkenal, dan jujur saya juga tidak tau ada objek wisata apa yang ada disini, kecuali sungai barito yang luas itu.

merekapun bercerita, kalau mereka sekeluarga ingin menziarahi makam leluhur mereka yang berada di puruk cahu. walau tak pernah kesana, tapi setau saya jarak kota ini dengan kota yang akan dituju oleh keluarga itu cukup jauh, jika menggunakan mobil maka akan memakan waktu lebih kurang 3-4 jam, hanya saja mereka memilih menaiki kapal, yang kata pemilik hotel akan memakan waktu lebih lama dibanding dengan menggunakan mobil.

saya bertanya, bagaimana kisahnya mereka yang disurabaya punya makam leluhur disana? mereka pun menjelaskan, katanya dulu leluhur mereka berasal dari puruk cahu, meninggal dan dimakamkan disana.

mereka mengisahkan kalau mereka  berangkat hari sebelumnya melalui banjarmasin, setelah menempuh perjalanan 12 jam dari banjarmasin ke barito utara mereka singgah sekedar mandi dan sarapan, dan akan langsung melanjutkan perjalanan ke puruk cahu.

saya mengamati mereka, cukup banyak barang bawaan mereka, anggota keluargapun tampaknya diboyong semua. mulai dari opa, oma, sampai cucu-cucunya dibawa serta.

wah, dalam hati saya begitu kagum, cara mereka menghargai orang tua, padahal sudah begitu lama meninggal, tapi mereka tetap datang mengunjungi makamnya walau begitu jauh dari tempat tinggalnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

5 Jam Menuju Museum Angkut, Batu-Malang …

Find Leilla | | 31 July 2014 | 18:39

Kecoa, Orthoptera yang Berkhasiat …

Mariatul Qibtiah | | 31 July 2014 | 23:15

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Menjenguk Blowhole Sebuah Pesona Alam yang …

Roselina Tjiptadina... | | 31 July 2014 | 20:35


TRENDING ARTICLES

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 17 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 18 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 21 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: