Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Johnson K.s. Dongoran

Lahir dalam keluarga Kristen dari suku Batak di Tapanuli Selatan Sumatera Utara, masih muda merantau selengkapnya

Memasak di Kelas

REP | 30 May 2013 | 08:42 Dibaca: 68   Komentar: 2   1

Oleh Johnson Dongoran

Tidak sedikit guru yang memiliki kebiasaan memakan makanan tertentu di kelas ketika mengajar. Di SD di mana kami sekolah awal tahun 1960-an, SD Negeri Kota Tua, Kecamatan Batang Angkola, kini Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan di Sumatera Utara, ada guru yang suka mencari sesuatu di kebun di sekitar sekolah untuk di makan di ruang kelas.
Guru yang satu ini suka makan sayur mentah seperti ranti, atau terong mentah. Biasanya sang guru terlebih dahulu menjelaskan materi pelajaran pada murid, kemudian menulis soal atau tugas di papan tulis. Ketika murid sibuk mengerjakan tugas, sang guru mulai menggunakan waktu untuk kegemarannya mencari makanan berupa sayur mentah dan terong mentah di kebun sekitar sekolah dan membawanya ke kelas dan makan sendiri di depan murid-murid tanpa canggung sedikitpun.
Hampir bersamaan waktunya, pada pertengahan 1960-an, di SD Randuacir Salatiga, Jawa Tengah, ada juga guru yang suka memasak di sekolah, memasak ubi kayu atau ubi julur atau yang lain. Beberapa murid berkomentar “Bapak guru kita ini, kerjanya makan terus hampir setiap hari”. Untungnya sang guru ini tidak pelit. Buktinya, kalau ada murid yang meminta ubi yang baru ia masak, biasanya diberi, tetapi kalau tidak ada murid yang minta, sang guru makan sendiri.
Apa guru ini tidak memiliki makanan di rumah, tidak ada murid yang tahu. Tetapi dilihat dari tubuhnya, guru ini tidak kurang gizi, karena termasuk gemuk. Apa hanya kebiasaan. Ya, mungkin juga.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menyelamatkan 500 Generasi Muda dari Dampak …

Thamrin Dahlan | | 19 September 2014 | 20:47

Dangdut Koplo Pengusir Jenuh, Siapa Mau? …

Gunawan Setyono | | 20 September 2014 | 08:45

“Apartemen” untuk Penyandang …

Arman Fauzi | | 19 September 2014 | 14:10

Saya, Istri dan Kompasiana …

Tubagus Encep | | 20 September 2014 | 08:00

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 2 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 3 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 3 jam lalu

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 11 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | 8 jam lalu

Sate Khas Semarang yang ada Di Jakarta …

Kornelius Ginting | 8 jam lalu

Browser Chrome Tidak Cocok Untuk Membuka …

Ruslan | 8 jam lalu

Andromax Pilihanku dalam Komunikasiku …

Dedy Sigid Setiawan | 8 jam lalu

Bang Ahok Jangan Bikin Malu Kami Ya …

Betterthangood Ina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: