Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Arief Sofyan Ardiansyah

Hobi : Jalan-jalan, baca, nonton

Musuhi Zionis Israel, Cintai Yahudi

OPINI | 25 May 2013 | 11:33 Dibaca: 432   Komentar: 7   2

Israel dan Palestina, sebuah cerita lama yang terus berulang-ulang dan semakin memburuk. Lebih dari 60 tahun Palestina menderita dibawah pendudukan paksa Israel. Sangat mudah mencari bukti kekejaman Israel, buka saja google. Anda akan melihat berbagai macam kekejaman yang dilakukan Israel terhadap penduduk Palestina. Semua ini terjadi karena cerita hoax tentang Jerusalem sebagai Tanah yang Dijanjikan Tuhan bagi Israel. Ini adalah hoax, karena bagaimana mungkin kita melaksanakan perintah Tuhan dengan penuh kekejaman. Menjajah, mengusir seluruh penduduk Palestina, baik yang Islam maupun Kristen, menyuburkan terorisme, menciptakan perpecahan luar biasa di Timur Tengah. Semua kekejaman itu, kejahatan itu dilaksanakan atas perintah Tuhan katanya, hanya berusaha mengambil Tanah yang Dijanjikan Tuhan, itu dalihnya. Tuhan itu baik, tidak kejam. Semua kekejaman yang mengatasnamakan Tuhan adalah bohong belaka.

Benar, semuanya bohong. Terorisme sendiri merupakan suatu kebohongan di segala tingkat, termasuk kebohongan agama. Seseorang memutar balikkan makna agama dan menjadikannya alasan membunuh orang lain. Tak ada kebaikan yang pernah datang dari kekerasan, begitu kata Martin Luther King. Kecuali tentu kekerasan yang dilakukan untuk membela diri.

Israel memang negara yahudi, namun jangan salah, tak semua yahudi setuju dengan tindakan Israel. Seperti kelompok Yahudi Neturai Karta yang berpusat di Amerika Serikat selama ini selalu bersuara lantang menentang zionisme. Kelompok yahudi Orthodox juga menentang zionisme. Rasulullah saja tak pernah membenci yahudi, bahkan ketika ada yahudi meninggal ia ikut mengantarkan jenazahnya hingga ke kuburan.

Adakah yahudi baik? Tentu saja ada. Menjadi Yahudi tidak berarti anda menjadi jahat. Tidak ada kejahatan yang berasal dari eksistensi seseorang. Tak ada manusia yang murni jahat semenjak lahir. Kejahatan tak ditentukan oleh golongan darah, ras, suku, agama atau warna kulit. Apakah ada yahudi jahat? Tentu saja, seperti ada juga orang Islam jahat dan korup, orang Kristen yang menjadi pembunuh dan perampok, atheis yang memperkosa. Semuanya ada. Namun bukan berarti semua golongan itu jahat bukan? Pada dasarnya Islam, Kristen, Yahudi selalu mengajarkan kebaikan.

Mengapa kita harus mencintai Yahudi pecinta damai?

Mari kita lihat lebih mendalam masalah Palestina. Di sana ada penjajahan yang dilakukan oleh sebuah negara, Israel. Kita mengutuk penjajahan ini dan berusaha mengusirnya dan menghancurkannya. Hal apa yang paling kita perlukan untuk mengusir penjajah? Ialah kekuatan. Kita harus bersatu dengan semua pihak yang menentang Israel.

Kemudian kita tahu ternyata tak semua yahudi itu mendukung Zionisme Israel, mereka bahkan menentangnya secara lantang. Melihat hal ini, menurut anda apa yang harus kita lakukan? Saya beri 2 pilihan,

1. Membenci semua yahudi, bahkan yang mentang Israel. Dengan melakukan ini maka kita akan menambah musuh yang tak perlu. Musuh kita bertambah banyak yaitu Israel + seluruh Yahudi di dunia.

2. Mengambil mereka sebagai teman dalam berjuang. Dalam hal ini kita akan menambah kekuatan kebaikan sekaligus membuat Israel semakin kehilangan kekuatan. Bayangkan bila kelompok yahudi penentang zionisme semakin meningkat? Maka Israel akan mengalami perpecahan internal, dan ini baik untuk kita.

Tak ada keburukan yang datang dari mencintai yahudi pecinta damai. Justru kita akan semakin kuat. Bukankah menjalin persaudaraan dan silahturahmi adalah ajaran Rasul pada kita semua.

Bila ada pihak yang mengatakan kita harus membenci semua yahudi, maka kita harus berhati-hati. Karena itu bisa berarti dua hal,

1. Ia termakan oleh emosi dan amarah akibat kebencian mendalam terhadap perilaku Israel terhadap penduduk Palestina. Orang yang sedang dalam amarah sulit berpikir logis.

2. Ia memang tak ingin kita bersatu dengan kelompok penentang zionisme Israel dan ingin membuat kita bermusuhan dengan seluruh yahudi. Ia ingin mengadu domba kita, sehingga kita lemah.

Rasul tidak pernah mengajarkan kita membenci yahudi. Bahkan ia memperlakukan yahudi dalam negara Islam sebagai pihak yang harus dilindungi sebagi zimmi

Di mata hukum, orang Islam dan orang Zimmi mempunyai kedudukan yang sama.” Darah mereka,” kata khalifah ‘Ali,”Seperti darah kita.” Banyak pemerintahan modern, tanpa terkecuali beberapa diantaranya yang paling beradab sekalipun, mencontoh model pemerintahan Islam. Hukuman dikenakan sama pada semua pelaku kejahatan, baik penguasa atau rakyat jelata. Menurut hukum Islam, jika seorang Zimmi dibunuh oleh orang Islam, si pembunuh tetap harus mendapatkan hukuman yang sama dengan hukuman orang Zimmi yang membunuh orang Islam.

Guna menyejahterakan penduduk non muslim, Khalifah Baghdad, sebagai pesaing mereka di Kordoba, mempunyai departemen khusus yang bertugas melindungi orang Zimmi dan menjaga kepentingannya. Di Baghdad, kepala departemen ini disebut Katib al Jihbazih, sementara di Spanyol disebut Katib al Zimam.(Ameer Ali, 2008, 316)

SUMBER:

Web:

http://www.akhirzaman.info/yahudi/133-anti-zionis/1956-yahudi-anti-zionis.html

http://ariefsofyan-tegal.blogspot.com/2013/05/semangat-politik-islam.html

Buku:

The Spirit of Islam karangan Syed Ameer Ali, bab VII. Buku Diterbitkan oleh Penerbit NAVILA,Yogyakarta, Januari 2011, Penerjemah: Margono dan Kamilah,S.Pd

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Heritage Kereta Api, Memadukan Bisnis …

Akhmad Sujadi | | 20 August 2014 | 08:31

Berbagi Tanaman, Bisa Dijadikan Budaya …

Majawati Oen | | 20 August 2014 | 09:14

Kesadaran Berdaulat Berbuah Ketahanan dan …

Kusuma Wicitra | | 20 August 2014 | 12:38

Jangan Kau Kira Menulis Itu Gampang, Kawan …

Pebriano Bagindo | | 20 August 2014 | 08:34

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 6 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 7 jam lalu

Massa ke MK, Dukungan atau Tekanan Politis? …

Herulono Murtopo | 8 jam lalu

Sadarkah Anda Telah Mem-bully Anak Anda …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Memprediksi Kepemimpinan Berdasarkan …

Rahman T. Hakim | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: