Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Huldi Amal

kerap menulis tapi tak terlalu rutin. kadang puisi dan sesekali menulis hal yang tak penting.

Ayo ke Kutai Kartanegara, Ada Lanjong Art Festival 2013

REP | 24 May 2013 | 10:06 Dibaca: 186   Komentar: 8   2

13693646541538600348

Barangkali, ini pertama kalinya di Kaltim, sebuah lembaga selevel yayasan menggeber sebuah festival seni budaya berkaliber internasional. Biasanya, acara serupa dikemas lembaga macam Taman Budaya yang berkedudukan di ibu kota provinsi.Ya, Yayasan Lanjong Kutai Kartanegara pada 25 Mei-1 Juni 2013 menggelar Lanjong Art Festival 2013: Karya Maha di Mahakam.

Dari keterangan panitia, ada tujuh negara yang dilibatkan. Mulai Jepang, Meksiko, Singapura, India, Norwegia, hingga Hungaria. Jika benar, hajatan ini bukan main-main. Tim juri festival ini saja jadi jaminan bahwa even ini tak sekadar kemasan asal jadi. Ada Jajang C Noer, pemenang Festival Film Indonesia edisi 1992 kategori Aktris Pendukung Terbaik lewat film Bibir Mer. Ada nama Wawan Sofwan, aktor dan sutradara teater yang sudah malang melintang dalam dunia pementasan.

Menurut ketua panitia, Ab Asmarandana, jebolan jurusan Teater ISI Jogyakarta, festival kali ini memang beda dengan edisi sebelumnya. Tak hanya dari segi level dan pamor. Fokus konten Lanjong Art Festival 2013 adalah teater. Akan ada pertunjukan hingga workshop dengan narasumber berkompeten. Meski begitu, konten lain seperti tari, sastra musik hingga film tak kalah berkilau. Sastra misalnya. Penyair tenar seperti Joko Pinurbo (Jokpin), Acep Zamzam Noor dan Benni Setia akan berbagi ilmu kepada peserta workshop. Untuk workshop music, ada Kroncong by Khoko Tole, membuat biola bamboo bersama Indonesia Bamboo Community dan composing music with electronic media (by Victor Hugo Hildago’s). Workshop film ada konten sinematik dan naratif yang menghadirkan Lulu Hendra Komala dan Ulul Alba. Untuk tari: kontemporer& Butoh (by Kae Ishimoto), Capoera (by Aguibou Bougobali), India Classical Dance (by Pavitra Bath), dan Tari Topeng Cirebon Gaya Losari (by Nur’anani M, Irman S.Sen). Lalu untuk menu festival lainnya ada pentas monolog berskala nasional, hingga lomba baca dan menulis puisi se-Kaltim, lomba film pendek, musikalisasi puisi hingga tari kontemporer.

Patut ditunggu, bagaimana panitia mengemas festival seni budaya kolosal ini. Di sebuah kabupaten bernama Kutai Kartanegara, Yayasan Lanjong kini memiliki sebuah lahan yang mereka namakan Ladang Budaya Lanjong. Terletak di Jl H Bachrin Seman, Kelurahan Mangkurawang, Kota Tenggarong. Di sini, sebuah tonggak telah dipancang tinggi. Terbaca dari tema festival: Karya Maha di Mahakam. Tema ini tentu punya makna besar. Sebuah manifesto seni budaya yang diucapkan di tepian sungai Mahakam, sungai besar membelah tanah Kutai yang menyimpan sejarah kerajaan Hindu tertua nusantara.

Saya pernah menyaksikan festival Lanjong sebelumnya. Di tahun 2009. Meski saat itu, belum ada peserta dari luar negeri, setidaknya saya bisa menyaksikan sebuah kemauan dan daya juang yayasan ini. Kemauan dan daya juang untuk menghadirkan semacam panggung. Panggung yang dinamis, langgeng, atau juga kekal untuk seni dan kebudayaan di Kutai. Walau saat ini, saya masih bertanya apakah Lanjong Art Festival 2013 ‘meledak’ karena mengundang seniman luar negeri? Atau kah karya anak sendiri yang perlu ‘meledakkan’ Lanjong ke luar sana? Tapi, saya tahu. Anak-anak Lanjong sudah akrab dan kerap mentas di sejumlah even seni budaya di luar negeri dan membawa nama Kaltim, juga Indonesia. Selamat berfestival, Lanjong!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 5 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 9 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: