Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Anindita Dyah Sekarpuri

Widyaiswara dan Pengajar

Indonesia Memanggil: Penelitian yang Jujur itu Keren

REP | 22 May 2013 | 16:39 Dibaca: 186   Komentar: 0   0

Panggilan untuk terus belajar menjadikan saya iseng bertanya pada mba Google dan kemudian meng-klik link website resmi Indonesia memanggil  yang berisikan pembukaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tahun 2013 ini.

link bisa dilihat di : http://ara-im7.kpk.go.id/index.php?page=low

Saya iseng dan lebih karena penasaran adanya rekan yang bercerita bahwa proses rekrutmen di KPK sangatlah berbeda dan bahkan tidak menjamin seorang doktor pun akan diterima (lolos tiap tahap seleksi) karena teman sudah membuktikannya.  Banyak posisi yang ditawarkan, namun saya tertarik dengan posisi penelitian.

Saya tidak tahu apakah dan bagaimana ke depannya, namun saya percaya bahwa dengan makin maraknya instansi pemerintah yang dengan lantang (atau latah?) meneriakkan mengenaik Zona/ Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan ditetapkannya Pakta Integritas instansi yang menurun menjadi Pakta Integritas Individu maka akan semakin marak pula kasus korupsi ke depannya.  Ini perlu adanya penelitian lebih lanjut yang membuktikan mengenai keefektifan WBK dan aneka program KPK lainnya.

Saya senang dengan penelitian, namun miris melihat bahwa dunia penelitian Indonesia terkadang menjadi ajang “taylor made” atau sesuai dengan pesanan badan donor/pimpinan saja.  Semoga dengan penelitian mengenai korupsi/media yang pas untuk memberantas korupsi bisa membuat kita, Indonesia, menjadi lebih jujur dalam menyatakan hasil penelitian, di bidang apapun itu juga.

Berani Jujur Hebat!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: