Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Damar Murti

just ordinary people| Menulis adalah bentuk ekspresi dari sebuah pengalaman dan bagian dari ide| life selengkapnya

Si “Bento” Zaman Sekarang!

OPINI | 21 May 2013 | 10:36 Dibaca: 212   Komentar: 2   0

“Namaku Bento rumah real estate
Mobilku banyak harta berlimpah
Orang memanggilku boss eksekutif
Tokoh papan atas atas segalanya”

“Wajahku ganteng banyak simpanan
Sekali lirik oke sajalah
Bisnisku menjagal jagal apa saja
Yang penting aku senang aku menang”

Siapa yang tak kenal cuplikan lirik lagu diatas? Pasti semua mengetahuinya atau setidaknya pernah mendengarnya entah di televisi, konser, ataupun festival. Orang yang ditokohkan sebagai Bento tersebut menggambarkan sosok orang yang berkuasa, kaya raya, dan bertindak sesukanya. Kurang lebih seperti itu gambaran dari tokoh si Bento dalam lirik lagu tersebut.

Zaman sekarang banyak Bento bermunculan nongol di berita, baik berita politik hingga ke berita gosip. Saya yang menontonnya mulai jengah dengan semua ini. Adakah tontonan dan berita yang lebih mendidik ketimbang berita seperti seseorang lelaki yang berkuasa dan kaya raya dengan para “selir” gadis-gadis simpanannya…?

Tokoh si Bento zaman sekarang sebut saja seperti Achmad Fathanah yang sedang hotnya dibahas di semua pemberitaan televisi terkait suap/korupsi soal daging sapi. Yang kemudian dikenal royal terhadap beberapa perempuan dengan membagikan harta kekayaannya, berupa mobil, jam, uang puluhan hingga ratusan juta rupiah. Terakhir yang saya dengar pun malah sampai hubungan badan layaknya suami dan istri antara AF dengan para selirnya itu. Dimanakah letak nilai moral dan sosial…? Sekedar info yang saya dengar AF memiliki 40 selir wanita yang sudah diberi uang jajan puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Sebelum AF juga ada tokoh bento juga yang sebut saja Eyang Subur, yang tidak diketahui darimana asal muasal harta kekayaannya memiliki mobil dan rumah yang perabotannya semua dari emas. Ckckckck, bahkan diberitakan bahwa si Eyang ternyata seorang dukun atau guru spiritual beberapa artis Indonesia. Eyang subur pun tak mau kalah, dia memiliki 9 istri yang bersatu di dalam rumah kerajaannya.

Tampaknya cocok sekali lirik lagu Bento tersebut yang mengatakan bahwa “banyak simpanan”. Hmm, sungguh itu baru 2 contoh orang Bento masa kini. Mungkin masih banyak Bento2 masa kini yang belum terkuak kasusnya. KPK semoga pekerjaanmu selalu diberkati oleh Tuhan YME.

Ada masalah sosial dibalik semua ini menurut saya, yaitu mengenai posisi wanita yang dijadikan objek oleh lelaki si Bento ini. Saya mencermati seakan-akan mereka yang berkuasa dan kaya raya mampu membeli apapun termasuk wanita. Benarkah itu? Sadarkah bahwa wanita itu sosok pribadi manusia yang Tuhan ciptakan sebagai penolong untuk kaum lelaki. Pernah dengar istilah ini “Dibalik lelaki yang sukses, ada seorang wanita yang hebat”?! Itu merupakan istilah yang tepat bahwasannya wanita merupakan penolong kaum lelaki bukan malah sebagai objek pemuas seksual para lelaki!!

Saya hampir tak habis pikir mengenai semua ini. Namun, ketika melihat dari segi si wanita yang ternyata justru “enjoy” dengan keadaan seperti ini merupakan satu hal yang kontradiktif terhadap istilah yang saya sebutkan sebelumnya. Dimana kah esensi dan keagungan suatu pernikahan yang disitu hanya terdapat 1 lelaki dan 1 wanita? tidak lebih. Pernikahan yang tidak terceraikan dan memiliki cinta yang awet sepanjang masa.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Di Yogyakarta Antre 4 Jam Demi Segelas …

Hendra Wardhana | | 28 August 2014 | 16:35

Ahok: Pro Transportasi Publik atau …

Ilyani Sudardjat | | 28 August 2014 | 12:43

Kompasianer Ini Berbagi Ilmu Pajak …

Gapey Sandy | | 28 August 2014 | 14:56

Ice Bucket Challenge Versi Gaza …

Asri Alfa | | 28 August 2014 | 16:16

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Foto Dicuri, om Dedes Descodes Ngetop …

Widianto.h Didiet | 3 jam lalu

Kota Jogja Terhina Gara-gara Florence …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 8 jam lalu

Rieke Diah Pitaloka Tetap Tolak Kenaikan …

Solehuddin Dori | 11 jam lalu

Ahok Nggak Boleh Gitu, Gerindra Juga Jangan …

Revaputra Sugito | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Hari Bekal Nasional-Bukan Bekal Biasa …

Bso Himaghita Sebel... | 8 jam lalu

POC EXPO 2014, Siapapun Berhak Jadi …

Sabrinaernawan | 8 jam lalu

Pelecehan Seksual pun Terjadi Pada Pria di …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Jokowi dan “Jebakan Batman” SBY …

Mania Telo | 8 jam lalu

LGBT: Sadari, Kenali, Pahami …

Vitorio Mantalean | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: