Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Ilam Maolani

Alung Rawawis (Anak Galunggung dari Rawa Sindangraja), If wealth is lost, nothing is lost; If selengkapnya

Jijiknya Ayam Kampus dan para Pemakainya: Refleksi buat Maharani, Fatonah, dan Mba Septi

OPINI | 20 May 2013 | 09:37 Dibaca: 1528   Komentar: 7   0

Betapa jijiknya perilaku Maharani yang mau saja diajak berhubungan intim sama Ahmad Fatonah. Lebih jijik lagi perilaku Ahmad Fatonah yang mengajak berhubungan intim Maharani. ‘Ayam kampus’ dan para pamakannya adalah manusia-manusia yang terbuai oleh godaan dan rayuan iblis laknatullah. Sungguh memilukan dan memalukan

Maharani oh Maharani, kemanakah hati nuranimu yang notabene engkau adalah seorang mahasiswi, yang kata orang mahasiswi itu merupakan agent of change. Kau relakan kehormatanmu akan direnggut oleh Ahmad Fatonah (persisnya saya gak tahu apa kehormatanmu akan atau sudah dinikmati oleh AF). Ahmad Fatonah juga kemanakah hati nuranimu, arti namamu yang mulia sungguh sangat kontras dengan perilakumu yang ‘gila’ dan ‘hina’, ya gila harta, ya gila wanita, ajakan berzina membuatmu ter’hina’. Engkau adalah pemakan ‘ayam kampus’ yang ‘jenius, rakus, tapi akhirnya mampus.’ Karena Engkau banyak ‘fulus’, akhirnya akhlakmu ikut tergerus dan terbawa arus.

Maharani, sebelum peringatan Tuhan menimpamu, cepatlah engkau introspeksi diri. Cepatlah bertobat, hentikan perilakumu yang buruk itu. Ingatlah akan orangtuamu yang menyekolahmu sampai perguruan tinggi, orangtua mana yang bangga punya anaknya berprofesi seperti itu. Perilakumu sudah membuat malu orangtua dan keluarga besar orangtuamu. Buktikan pada suamimu kelak bahwa kehormatanmu masih utuh, belum dijamah oleh lelaki manapun, termasuk oleh Ahmad Fatonah. Hidupmu akan mulia menjadi seorang istri dari suami baik-baik, daripada menjadi ‘ayam kampus’ makanan para lelaki hidung belang.

Ahmad Fatonah, perilakumu juga telah mencemarkan nama baik keluarga besarmu, bahkan sudah menyeret ke segala penjuru, termasuk menyeret mantan Ketua Umum partai yang selama ini menggelorakan hidup bersih, anti korupsi, dan selalu ‘berdakwah’ dimana-mana. Efek domino berikutnya secara tidak langsung engkau telah mencemarkan nama baik agamamu, yaitu Islam. Namamu yang Islami tapi perilakumu yang tidak Islami membuat agama Islam ikut tercoreng olehmu. Segeralah kau buka segala kebobrokan kolega-kolegamu dan kebobrokan dirimu di depan pengadilan. Segeralah kau meminta maaf kepada semua umat Islam. Segeralah kau bertobat. Jujurlah, jangan kau sembunyikan segala perilakumu di depan pak hakim. Sepandai-pandainya engkau menyembunyikan perilaku burukmu, akhirnya akan ‘tercium’ juga.

Untuk istri AF, Mbak Septi. Malang benar engkau menjadi istri Ahmad Fatonah, bertubi-tubi hidupnya selalu dibohongi. Suamimu sudah berpindah ke lain hati, bukan hanya hati satu perempuan, tapi beberapa perempuan. Suamimu adalah tipikal lelaki gombal, lelaki munafik, dihadapunmu berpenampilan baik, tapi di belakangmu lain panggang dari api. Sudah kelihatan Ahmad Fatonah ‘bobroknya’, eh engkau tidak mau menggugat cerai. Dimanakah hati nuranimu Mbak Septi? Cepat lepas ikatan dengannya, engkau harus tidak rela mempunyai suami yang suka selingkuh dan memakan uang haram. Sebelum ada ‘bencana’ yang lebih ‘dahsyat’, lebih baik berpisah demi kemaslahatan. Perkataanmu bahwa “yang 10 juta saja bisa diajak berhubungan intim, apalagi yang ratusan juta dan miliaran”, sebenarnya membuktikan bahwa dugaanmu harus diikuti oleh cepatnya kamu untuk ‘memisahkan diri’ dengannya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menunggu Listrik di Kulonprogo …

Ratih Purnamasari | | 20 October 2014 | 11:14

Papua kepada Jokowi: We Put Our Trust on You …

Evha Uaga | | 20 October 2014 | 16:27

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Tips & Trick Menjadi Travel Writer: …

Sutiono | | 20 October 2014 | 15:34

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Dilantik, Bye-bye Skandal Pajak BCA …

Amarul Pradana | 7 jam lalu

Standing Applause, Bagi Kehadiran Prabowo …

Abah Pitung | 10 jam lalu

Beda Perayaan Kemenangan SBY dan Jokowi …

Uci Junaedi | 10 jam lalu

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 12 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Rentannya Kehidupan Bumi …

Deajeng Setiari | 8 jam lalu

Bangkitkan Bangsa Maritim …

Hendra Budiman | 8 jam lalu

Pergilah… Walau ku Tak Ingin… …

Leni Jasmine | 8 jam lalu

Generasi Pembebas …

Randy Septo Anggara | 8 jam lalu

Selamat Bertugas JKW-JK …

Sutiono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: