Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Halim Bumulo

Dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan, yg penting ada keseimbangan antara mengejar dunia dan selengkapnya

Pengemis dengan Mobil Camry

REP | 18 May 2013 | 21:48 Dibaca: 272   Komentar: 8   1

Dulu ketika pertama kali datang ke kota ini, saya kira disini tidak ada orang miskin

seperti dinegeri kita, eh ternyata kemiskinan itu ada dimana mana, tak peduli apa

kah itu di negara yg sudah maju atau negara yg sedang berkembang.

Dinegeri kita, akibat dari kemiskinan ini, tidak sedikit orang yg dengan terpaksa ha

rus mengemis demi untuk menyambung hidupnya dan keluarga.

Saya kurang tau apakah di negara yg sudah maju ada aturan yg mengatur tentang

orang orang miskin ini, tapi yg jelas di Indonesia ada aturannya, yaitu UUD 45 pa

sal 34, ayat (1) fakir miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara.

Nah, kalau ada aturan seperti itu, koq masih ada orang orang yg jadi pengemis ?

Apakah kemiskinan Negara kita sudah segitu parahnya sehingga tidak mampu lagi

memelihara para fakir miskin dan anak anak terlantar sebagaimana yg diamatkan

oleh UUD tadi ? Memang ironis negeri ini, tapi itulah kenyataannya.

Anyway, saya tidak bermaksud untuk membahas tugas Pemerintah yg satu ini, tp

sekedar mengingatkan kepada mereka yg berkuasa dan kepada kita semua bahwa

di negeri ini banyak orang orang miskin yg membutuhkan perhatian dan belas ka

sihan dari kita kita.

Kembali ke topik pembicaraan kita lagi nih,…umum diketahui bahwa yg namanya

pengemis itu pasti pakaiannnya compang camping, kotor dan lusuh, kadang ada da

ri mereka yg justru berpenampilan (maaf) menjijikkan. Penampilan seperti ini apa

kah disengaja untuk menggugah hati para dermawan atau memang sudah begitulah

keadaan mereka yg sebenarnya ? Saya tidak tau ! Tapi begitulah wajah para penge

mis yg biasa terlihat dikota kota besar yg ada dihampir seluruh penjuru tanah air.

Disalah satu kota yg ada di Timur Tengah sana, para pengemis ini tidak berpakaian

compang camping, tidak kotor apalagi lusuh. Sekilas kita hampir tak bisa membeda

kan si pengemis dan yg bukan pengemis. Pakaian mereka biasa saja, dan pada um

umnya dari balik burqa - pakaian khas wanita Arab berwarna hitam, yg menutupi

kepala sampai ke kaki, dan cadar, samar samar tampak wajah mereka yg cantik.

Dan tempat mereka nangkring yg paling sering adalah didepan masjid, pada jam

jam sholat (dzuhur, ashar, magrib dan isha’, waktu sholat subhu mereka gak ada).

Anda mau tau berapa penghasilan mereka sekali duduk manadahkan tangan disa

na ? Wouw….fantastik ! Barangkali anda tidak akan percaya kalau mereka bisa

mengumpulkan satu juta rupiah. Kalau empat kali waktu sholat berarti empat ju

ta, kalau sebulan berapa ya ? Kalah dong gaji pejabat tinggi di negeri kita,…

Hal ini kelihatannya aneh tapi nyata. Sungguh menakjubkan, tapi tunggu dulu,..

ada lagi hal yg lebih manakjubkan ketika tanpa sengaja saya melihat si pengemis

ini ternyata datang ke masjid ini dengan mengendarai Mobil Toyota Camry kelua

ran terbaru, wala…wala…wala….??? Saya sampai berpikir, enakan jadi penge

mis dari pada pekerjaan saya yg hanya melayani publik ? Hmmm,…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jebakan Betmen di Museum Antonio Blanco …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 06:17

Bu Dokter, Anak Saya Kena Bangka Babi …

Avis | | 22 December 2014 | 07:05

Refleksi Hari Ibu; Dilema Peran Ibu di Era …

Agus Purwadi Umm | | 22 December 2014 | 02:24

Perbaiki Sikap Berkendaraan agar Hemat BBM …

Fajr Muchtar | | 22 December 2014 | 06:22

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Dear, Bapak Jonru… …

Wagiman Rahardjo | 11 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 15 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 16 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: