Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Hany Ferdinando

Hany tinggal di Surabaya bersama istri dan dua orang anak

Ukuran Sebuah Eksistensi

OPINI | 17 May 2013 | 12:30 Dibaca: 148   Komentar: 0   0

Berdasarkan KBBI, arti kata eksistensi adalah hal berada, keberadaan. Kata ini sepertinya diturunkan dari kata existence, dengan arti yang sama. Existence sendiri adalah kata benda, sedang kata kerjanya adalah exist.

Dari kata inilah muncul istilah EXIST yang sering dibicarakan akhir-akhir ini. Pertanyaannya adalah apakah EXIST yang dimaksudkan masih sama dengan yang asli? Bagaimana mengukur sebuah eksistensi?

Saat ini eksistensi diukur berdasarkan keanggotaan di sebuah jejaring sosial dan gadget yang digunakan. Mereka yang tidak terhubung dengan jejaring sosial dianggap tidak lagi EXIST. Bahkan, mereka yang sudah terhubung dengan jejaring sosial tetapi tidak aktif sudah dianggap tidak lagi EXIST….

Orang-orang yang tidak menggunakan gadget terbaru dianggap tidak lagi EXIST. Serbuan gadget baru yang bisa membuat galau calon pembeli, antara menunggu yang akan keluar atau membeli yang sudah ada? Kegalauan ini semakin bertambah tatkala diperhadapkan pada kenyataan bahwa mereka dianggap tidak lagi EXIST.

Hal ini semakin diperkuat dengan iklan-iklan gadget yang ditawarkan. Masalah eksistensi dihubungkan dengan gadget terbaru yang dimiliki. Jadi di kalangan anak muda dipropagandakan bahwa EXIST berkaitan erat dengan gadget terbaru. NO GADGET, NO EXIST(ENCE)!

Sebenarnya ini sebuah fenomena yang memprihatinkan. Bukankah eksistensi seharusnya dihubungkan dengan peran seseorang dalam sebuah komunitas? Bukankah eksistensi seseorang dihubungkan dengan kontribusinya yang membawa perubahan?

Sepertinya ini menjadi salah satu penyebab rendahnya kontribusi dan peran anak muda saat ini. Kalau banyak anak muda hanya peduli pada gadget yang terbaru untuk tetapi eksis, bukankah ini sebuah kemunduran?

Mari kita belajar mengukur sebuah eksistensi dengan cara yang benar!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 7 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 7 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 8 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Sebaik-baiknya Tahun adalah Seluruhnya …

Ryan Andin | 8 jam lalu

Tak Sering Disorot Kamera Media, Kerja Nyata …

Topik Irawan | 8 jam lalu

Siasat Perangi KKN Otonomi Daerah …

Vincent Fabian Thom... | 8 jam lalu

Pancasila : Akhir Pencarian Jati Diri Kaum …

Vincent Fabian Thom... | 8 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: