Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Hany Ferdinando

Hany tinggal di Surabaya bersama istri dan dua orang anak

Ukuran Sebuah Eksistensi

OPINI | 17 May 2013 | 12:30    Dibaca: 150   Komentar: 0   0

Berdasarkan KBBI, arti kata eksistensi adalah hal berada, keberadaan. Kata ini sepertinya diturunkan dari kata existence, dengan arti yang sama. Existence sendiri adalah kata benda, sedang kata kerjanya adalah exist.

Dari kata inilah muncul istilah EXIST yang sering dibicarakan akhir-akhir ini. Pertanyaannya adalah apakah EXIST yang dimaksudkan masih sama dengan yang asli? Bagaimana mengukur sebuah eksistensi?

Saat ini eksistensi diukur berdasarkan keanggotaan di sebuah jejaring sosial dan gadget yang digunakan. Mereka yang tidak terhubung dengan jejaring sosial dianggap tidak lagi EXIST. Bahkan, mereka yang sudah terhubung dengan jejaring sosial tetapi tidak aktif sudah dianggap tidak lagi EXIST….

Orang-orang yang tidak menggunakan gadget terbaru dianggap tidak lagi EXIST. Serbuan gadget baru yang bisa membuat galau calon pembeli, antara menunggu yang akan keluar atau membeli yang sudah ada? Kegalauan ini semakin bertambah tatkala diperhadapkan pada kenyataan bahwa mereka dianggap tidak lagi EXIST.

Hal ini semakin diperkuat dengan iklan-iklan gadget yang ditawarkan. Masalah eksistensi dihubungkan dengan gadget terbaru yang dimiliki. Jadi di kalangan anak muda dipropagandakan bahwa EXIST berkaitan erat dengan gadget terbaru. NO GADGET, NO EXIST(ENCE)!

Sebenarnya ini sebuah fenomena yang memprihatinkan. Bukankah eksistensi seharusnya dihubungkan dengan peran seseorang dalam sebuah komunitas? Bukankah eksistensi seseorang dihubungkan dengan kontribusinya yang membawa perubahan?

Sepertinya ini menjadi salah satu penyebab rendahnya kontribusi dan peran anak muda saat ini. Kalau banyak anak muda hanya peduli pada gadget yang terbaru untuk tetapi eksis, bukankah ini sebuah kemunduran?

Mari kita belajar mengukur sebuah eksistensi dengan cara yang benar!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

42 Tahun Pesan Damai dari Perang Vietnam …

Abanggeutanyo | | 29 May 2015 | 01:59

Fanpage Resmi Presiden Jokowi Kembali …

Niken Satyawati | | 28 May 2015 | 23:57

71% Pejalan Gunakan Informasi Daring Sebagai …

Olive Bendon | | 29 May 2015 | 03:34

Happy Birthday Kompas.com: Rayakan Perbedaan …

Muthiah Alhasany | | 29 May 2015 | 11:00

[Blog Competition] Selfie Moment …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 17:04


TRENDING ARTICLES

Partai Mana Yang Mau Jagokan Ahok di 2017? …

Abd. Ghofar Al Amin | 5 jam lalu

Kasus Pembunuhan Tertua di Dunia Terjadi 430 …

Ronny Noor | 7 jam lalu

Heboh Peran Ray Sahetapy sebagai “Juru …

Dody Kasman | 8 jam lalu

Prabowo: Kalo Saya Digusur Seperti Itu, Saya …

Axtea 99 | 11 jam lalu

Sumbu Ahok Bertambah Panjang …

Daniel H.t. | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: