Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Imam Khanafi

A pure Javanese, Muslim, and Indonesian. Interested in Foods, Fitness, and Men Fashion! –> imamkhanafi.blogspot.com selengkapnya

Menjelang Pemilihan Bupati & Gubernur, Warga Temanggung Galau!

OPINI | 14 May 2013 | 22:20 Dibaca: 195   Komentar: 2   1

1368543503642029374

Perkenalkan nama saya Imam Khanafi, saat ini tinggal di Kab. Temanggung, Jawa Tengah. Mulai tau dan bergabung dengan kompasiana sejak setahun lalu, awal tahun 2012. Merasa sudah cukup lama hanya sebagai pembaca setia kompasiana, sudah waktunya buatku untuk memberanikan diri ikut menulis dan berkontribusi, dan ini adalah tulisanku yang pertama :D

Pagi tadi sekitar pukul 8, aku terbangun dari tidurku gara-gara suara knalpot & klakson yang memekakan telinga yang bersumber dari puluhan motor, tepat di depan rumahku! (iya, jam 8 saya memang masih tidur -_-” ). What the hell is going on…!!!??? pagi-pagi sudah rame riuh suara sepeda motor!!! apakah ada penangkapan terorrist? atau kriminal?? atau mungkin kecelakaan???

Dengan kondisi masih mengantuk dan setengah sadar, aku mulai bisa sedikit berpikir, ohh iyaaa… beberapa hari terakhir ini memang jalanan lagi rame oleh kendaraan yang berkampanye untuk Pemilihan Bupati Temanggung & Gubernur Jawa Tengah yang akan diselenggarakan tanggal 26 Mei 2013 besok, mungkin suara lantang knalpot sepeda motor ini memang sengaja dipersiapkan untuk kampanye nanti siang. Siaalll banggettt sih…!! kenapa warga kampungku jadi norak gini, ikut-ikutan kampanye model gituan, cuma jadi pendukung bayaran yang hobi hura-hura, palingan juga besok gak bakalan milih Calon Bupati yang hari ini dikampanyekan! *pathetic*

Untuk orang sepertiku yang bekerja di malam hari dan mulai tidur setelah sholat subuh, ketenangan suasana pagi hari itu sangat penting. Sungguh, aku heran sekaligus muak dan jenuh, kenapa setiap ada kampanye pemilihan pimpinan daerah selalu seperti ini? kenapa tidak ada yang kepikiran untuk bikin kampanye yang lebih elegan, efektif, informatif dan lebih cerdas! Kampanye yang mampu membuat semua orang tau nama Calon Bupati & Gubernur yang akan dipilih beserta Visi-Misi dan Program Unggulannya, sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan lebih bijaksana, sehingga dapat mengawal kinerja Calon Pimpinan yang terpilih. Please… hentikan model kampanye hura-hura gak penting yang cuma menimbulkan kemacetan di jalan dan kebisingan, jangan ada lagi model kampanye yang sangat mengganggu ketertiban dan ketenangan di ruang publik seperti ini, tolong hargai orang tua, orang sakit, bayi, balita dan pekerja sepertiku yang membutuhkan lingkungan yang tenang, karena suara keras dari knalpot dan klakson sepeda motor kalian sungguh-sunggu sangat mengganggu…!!!

Pemilukada akan dilaksanakan tanggal 26 Mei 2013, sebagian besar warga Temanggung belum/tidak mengetahui nama-nama Calon Bupati & Calon Gubernur, tapi masih adem ayem saja dengan kondisi seperti ini, mereka tidak lagi antusias. Ohh my gosh… sepertinya tujuan dari pemilu gagal, membayangkan 5 tahun ke depan Temanggung akan menjadi seperti apa? nama-nama calon Bupatinya saja tidak tau, apalagi visi-misi dan program unggulan yang ditawarkan, gimana bisa mengawal kinerja selama masa kepemimpinannya? Kapan tanah kelahiranku ini bisa maju…???

Beruntung saat ini banyak warga Temanggung usia muda dan umur 30an yang melek internet dan aktif di Jejaring Sosial, terutama Facebook & Twitter, hal ini sangat membantu dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi untuk warga Temanggung yang tinggal di Temanggung ataupun sedang di perantauan. Untuk warga Temanggung yang sedang di luar kota, usahakan tanggal 26 Mei 2013 besok untuk pulang, dan juga untuk yang sudah di Temanggung, gunakan hak pilih kalian dengan bijak dan cerdas, jangan golput, jadilah bagian dari perubahan menuju Temanggung yang lebih baik, untuk mengetahui nama dan visi-misi Calon Bupati Temanggung, dapat diakses di www.temanggungkab.go.id. Akhir kata, jangan ada lagi kampanye-kampanye norak seperti hari ini, cobalah bikin model kampanye yang lebih informatif dan menyenangkan tanpa harus mengganggu ketenangan dan bikin macet.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 4 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 4 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 5 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 10 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Tipe-tipe Tamu Undangan Pernikahan …

Hanindya Wardhani | 8 jam lalu

Maraknya Pelecahan Seksual Terhadap Anak di …

Widia Wati | 8 jam lalu

Pertolongan Kecelakaan yang Tepat …

M. Fachreza Ardiant... | 8 jam lalu

So-SIAL Media: Interaksi tanpa Intonasi …

Zulkifli Taher | 8 jam lalu

Inovasi, Kunci Indonesia Jaya …

Anugrah Balwa | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: