Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Asmari Rahman

MEMBACA sebanyak mungkin, MENULIS seperlunya

Eyang Subur Ingin Gantikan SBY

OPINI | 14 May 2013 | 18:16 Dibaca: 288   Komentar: 2   1

Ternyata Eyang Subur mau ikut Konvensi pemilihan calon presiden dari Partai Demokrat, hal itu disampaikan oleh Rizal Ramli saat diskusi ‘Hitam Putih Capres 2014: Siapa pantas, siapa tidak?’, di Galeri Kafe Cikini, Jakarta, Kamis (9/5/2013).

“Ada yang pernah menggoda saya, tapi setelah tahu Eyang Subur mau daftar konvensi Demokrat, saya mundur,”¬† ujar mantan Menteri Perekonomian era Presiden Abdurahman Wahid itu.

Semula saya menduga bahwa itu hanyalah guyonan Rizal belaka, sekedar kelakar pengisi waktu kosong, namun dugaan saya itu keliru, dan Eyang Subur benar-benar bertekad ingin menggantikan SBY sebagai presiden RI dimasa yang akan datang.

Menurut keterangan pengacaranya  Ramdan Alamsyah, Eyang Subur telah menyatakan bakal mengikuti konvensi calon presiden (capres) yang digelar Partai Demokrat. Untuk memantapkan langkahnya, Eyang Subur akan mendeklarasikan diri sebagai capres

“Tanggal 21 Mei nanti rencanya Eyang akan deklarasi di sebuah stasiun televisi,” ungkap Ramdan saat berbincang dengan¬†Liputan6.com di Jakarta, Senin (13/5/2013).

Lebih lanjut, pengacara yang disebut Farhat sebagai orang banyak bicara itu menyebutkan bahwa Eyang Subur memiliki hak untuk memilih dan dipilih. Namun, karena Eyang tidak ikut partai politik manapun, maka akan ikut konvensi Partai Demokrat.

Melalui pengacaranya Eyang menyampaikan niatnya itu dengan alasan bahwa negara ini dalam keadaan sakit, pemimpin sekarang ini tidak memperhatikan nasib rakyatnya, sementara Eyang sendiri adalah seorang dermawan yang selalu membagi-bagikan rezekinya kepada orang lain, dan dengan pertimbangan yang sedemikian rupa itulah Eyang bertedak untuk maju dalam pilpres 2014 mendatang.

Tapi benarkah PD akan membuka pintu bagi Eyang Subur untuk mengikuti Konvensi Capres, sebuah pertanyaan sederhana yang sulit ditebak jawabannya. Barangkali PD akan menampung keinginan Eyang ini dengan pertimbangan mampu meningkatkan elektabilitas partai, mengingat nama Eyang Subur saat ini sangat populer, melebihi kepopuleran rata-rata tokoh yang ada dinegeri ini.

Disamping populer, Eyang juga memiliki kekayaan yang luar biasa, dia memiliki isteri sejumlah tujuh orang, dan tiap-tiap isterinya mendapat jatah belanja sebesar Rp. 50 juta perhari, orang kaya manapun didunia ini tidak akan pernah mampu memiliki isteri sebanyak itu. Lebih dari itu Eyang juga seorang dermawan, suka membagi-bagikan rezekinya kepada orang lain, yang diberikannya bukan kain rombengan dan recehan, tapi berupa mobil dan uang dengan nominal jutaan rupiah.

Eyang juga seorang lelaki perkasa, dia mampu memenuhi nafkah bathin untuk ketujuh isterinya, sebuah kemampuan lelaki sejati yang tidak ada tolok bandingnya. Barangkali keperkasaan Eyang ini bisa dibawa ke Sidoarjo untuk menutup lobang Lapindo yang hingga kini masih menyemburkan lumpur.

Populer, berkantong tebal dan lelaki perkasa, itulah gambaran sementara tentang Eyang Subur yang belakangan ini mendadak terkenal lewat perseteruannya dengan seorang mantan artis cilik, dengan modal yang dimilikinya itu kini dia berhasrat maju sebagai calon presiden, dan jika Eyang benar-benar maju sebagai calon dalam pilpres mendatang, apakah anda akan memilihnya ?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sumber Air Bersih di Desa Kami Semakin …

Tarjum | | 19 December 2014 | 21:08

JKN “Mimpi” bagi Masyarakat …

Yosua Panjaitan | | 20 December 2014 | 07:22

Sepinggan, The Best Airport 2014 …

Heru Legowo | | 19 December 2014 | 18:10

Salah Penggunaan, Bubuk Protein Potensi …

Novia Cristi | | 20 December 2014 | 07:13

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Hati Lembut Jokowi Atas Manuver Ical …

Mas Wahyu | 4 jam lalu

Hebat, Pemerintah Sanggup Beli Lumpur …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Mau Lihat Orang Jepang Antri Di Pom Bensin? …

Weedy Koshino | 11 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 13 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: