Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Eka Febri Astuti

Saya adalah seorang Mahasiswa yang sedang belajar di jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan hukum, Universitas Negeri selengkapnya

Generasi Muda vs Nilai dalam Ungkapan Budaya Jawa

OPINI | 10 May 2013 | 14:02 Dibaca: 204   Komentar: 4   0

Era global ini terjadi proses penyesuaian diri  pada kehidupan masyarakat luas dalam kaitannya dengan upaya menghadapi masa depan. Masyarakat yang sudah memiliki budaya tinggi dan menjadi sumber bagi menghadapi hidup tempo dulu, kini mengalami perubahan dengan masuknya budaya modern. Akan tetapi, sebagian masyarakat tetap memiliki kerinduan yang mendalam terhadap nilai-nilai kearifan budaya bangsa. Misalnya, adanya kerinduan masyarakat terhadap budaya Jawa, ditengah-tengah masih banyaknya generasi tua yang memiliki pemahaman terhadap nilai-nilai tradisi. Kerinduan itu terpucu oleh kondisi masyarakat modern, khususnya kondisi generasi muda yang semakin jauh dari nilai-nulai kearifan budaya bangsa atau budaya lokal.

Perubahan budaya terjadi terus menerus, dimana budaya orang tua sangat jauh berbeda dengan budaya atau gaya hidup anak muda sehingga terjadi kesenjangan yang semakin lebar antara nilai-nilai kearifan budaya dengan orientasi kehidupan generasi muda sekarang. Nilai-nilai budaya yang diberi label lama kemudian semakin terasing dalam masyarakatnya sendiri dan tidak disukai di kalangan generasi muda, dan akhirnya nilai-nilai tersebut hanya menjadi bagian masa lalu.

Budaya Jawa, ada suatu ungkapan-ungkapan yang mengandung nila-nila kearifan yang dahulu dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengarungi hidup. Generasi muda sekarang semakin terjauhkan dari ungkapan-ungkapan Jawan yang merupakan ungkapan yang miliki arti nilai-nilai kearifan masyarakat  Jawa, misalnya:

1. Adigang, adigung, adiguna

Merupakan peringatan kepada siapapun yang memiliki kelebihan (kekuatan, kedudukan, atau kekuasaan) agar tidk bersikap sewenang-wenang terhadap orang lain.

2. Aja cedhak kebo gupak

Watak dan perbuatan atau kepribadian seseorang dipengaruhi oleh pergaulan atau akibat komunikasi dengan orang lan. Jika bergaul dengan orang yang berperilaku baik, kemungkinan besar dirinya akan berkembang menjadi pribadi baik dan sebaliknya.

3. Aja metani alaning liyan

Jangan mencari-cari kesalahan orang lain.

4. Aja rumangsa bisa, nanging bisa rumangsa

Jangan merasa bisa, tetepi bisalah merasa.

5. Becik ketitik ala ketara

Kebaikan akan ketahuan, keburukan akan tampak.

6. Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mandun karsa, tut wuri handayani.

Di depan memberikan teladan atau contoh, di tengah-tengah mangun karsa atau kemauan, mengikuti dari belakang untuk kebaikan, keselamatan atau dorongan’.

Ungkapan-ungkapan Jawa seperti contoh diatas dan masih banyak yang lain, sanngat perlu disosialisasikan atau dikenalkan kepada genersi muda sekarang dan masyarakat luas. Pengemasan dan penjabaran nilai-nilai kearifan budaya Jawa tersebut perlu terobosan-terobosan yang lebih gaul dan akrab dengan anak muda sekarang, yang sangat penting dan bisa memberi kemungkinan timbulnya ketertarikan generasi muda untuk tetap melestarikan nilai-nilai tersebut, walaupun dalam ungkapan yang berbeda, tetapi mempunyai substansi yang kurang lebih sama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ratusan Ribu Hingga Jutaan Anak Belum Dapat …

Didik Budijanto | | 31 July 2014 | 09:36

Akh Jokowi? Kita Lihat Dulu Deh Kabinetnya …

Ian Wong | | 31 July 2014 | 08:18

Menghakimi Media …

Fandi Sido | | 31 July 2014 | 11:41

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Teman Saya Pernah Dideportasi di Bandara …

Enny Soepardjono | | 31 July 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Satpol PP DKI Menggusur Lapak PKL Saat …

Maria Margaretha | 1 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 9 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 9 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 13 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: