Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Bangsaku, Bangsa Asing

OPINI | 10 May 2013 | 03:21 Dibaca: 142   Komentar: 0   0


Dan, tiba-tiba aku menjadi asing dengan bangsaku sendiri. Bangsa yang santun, sederhana dan tidak banyak tingkah kini dipenuhi manusia-manusia yang tak ku kenal adat lakunya. Manusia sebangsaku yang kini berubah menjadi bangsa yang terlampau ekspresif dan banyak tingkah. Anak-anak muda mulai menyebutnya “Lebay”. Ketika melihat mereka, aku seperti melihat bangsa yang jauh, Europa. Dulu, hingga sekarang, aku sering melihat di televisi-televisi ketika bangsa yang jauh itu menampilkan sesuatu, mereka selalu menampilkannya di luar sederhana. misalnya, ketika mereka menemukan hal yang mengejutkan, mereka akan membuka mulutnya selebar-lebarnya dan menggunakan kedua tangannya menutup sebagian mulut yang terbuka itu. Di bangsaku, orang terkejut lebih bisa mengendalikan diri. Ketika sebangsaku terkejut, kami hanya cukup dengan mengernyitkan dahi dan merenungi yang membuat terkejut itu. Ketika tertawa, kami tidak akan sampai terpingkal-pingkal. Di bangsa yang jauh itu juga, untuk makan harus banyak macam, begini dan begitu. Di bangsaku, kami makan dengan sederhana. Kami cukup bersyukur memakan hasil panen kami, beras, kedelai, ketela, jagung dan lain-lainnya kami ramu dengan sederhana dan menikmatinya dengan cara yang sederhana pula. Hal ini, sebab kami adalah bangsa yang merenung, bangsa yang memahami, bangsa yang sederhana.
Tetapi, sekarang bangsaku menjadi bangsa yang lain, bangsa yang jauh. Mereka tertawa dengan terbahak-bahak, makan dengan berlebihan dan bertingkah dengan lebay. Kenapa? Tak tahu. Barangkali, bangsa kita sudah tidak bisa mempercayai diri sendiri. Mereka lebih bangga menjadikan dirinya menjadi bangsa yang lain, menjadi asing.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Prabowo, Jokowi Mulai Lawan Megawati …

Mas Wahyu | | 29 January 2015 | 15:02

Siapa Suka Ada Konflik KPK vs Polri? …

Syaripudin Zuhri | | 29 January 2015 | 12:26

Pihak Kepolisian Australia Dijadikan Kambing …

Ronny Noor | | 29 January 2015 | 13:27

Menyoal Masa Depan Guru Honorer …

Dadan Saepudin | | 29 January 2015 | 12:28

Animasi Populer, Anak-anak, dan Bahasa …

El Mahvudd | | 29 January 2015 | 15:04


TRENDING ARTICLES

Menafsir Para Penafsir Jokowi dan Tafsirnya …

Felix | 6 jam lalu

Jokowi Hati-hati dengan Rekomendasi Tim …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Maaf, Tedjo Bukan Saingan Pak Tarno …

Dean Ridone | 10 jam lalu

Buya Syafii Maarif, Sekarang The Real …

Hendi Setiawan | 12 jam lalu

Benny K. Harman, Hasto, dan Siluman Politik …

Susy Haryawan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: