Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Katedrarajawen

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis" ______________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan selengkapnya

Sejatinya Bukan Sekadar Melayani

OPINI | 06 May 2013 | 12:04 Dibaca: 112   Komentar: 2   1

Istilah pembeli adalah raja menandakan betapa pentingnya seorang pembeli, sehingga perlu dilayani bak seorang raja. Sejatinya demikian. Tapi kenyataannya tidak selalu seperti itu.

Sebagai pembeli mungkin kita pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan dari pelayan toko. Awalnya sebagai calon pembeli kita dilayani dengan baik dan senyum manis.

Namun ketika kita menunjukkan tanda-tanda tidak niat membeli dengan mengatakan cuma mau lihat-lihat saja. Biasanya sikap pelayan toko itu akan berubah. bersikap acuh.

Untuk era persaingan yang begitu ketat saat ini. Banyak perusahaan yang menyadari semakin pentingnya memberikan pelajanan kelas satu kepada para calon pembeli.

Caranya dengan memberikan bekal yang memadai kepada tenaga penjualannya. Dalam hal ini bisa sales atau penjaga toko.
Tujuannya agar mereka dapat memberikan pelayanan terbaik.

Biasanya para pelayan toko akan melayani dengan baik kepada pengunjung, agar terjadi transaksi. Jeleknya, begitu pengunjung tidak jadi membeli sikapnya akan menjadi cuek. Ini tentu sikap yang kurang tepat.

Sejatinya jadi atau tidak membeli, setiap pengunjung itu dilayani secara baik untuk hubungan jangka panjangnya.

Baru-baru ini saya mengantar seorang teman untuk membeli HP. Setelah lihat-lihat dan tanya sana-sini, kami memutuskan masuk ke gerai Samsung.

Pengennya melihat Samsung Galaxy S4, keluaran terbaru seri Galaxy S. Cuma ingin lihat saja. Niatnya cukup beli Galaxy Y yang murah meriah.

Pada kesempatan itu, saya tidak begitu terkesan dengan Galaxy S4-nya. Tetapi pada gadis pelayan gerainya yang demikian baik melayani.

Setelah keliling melihat dan bertanya-tanya berlaga orang berduit, kami mengatakan pada pelayan gerai tersebut bahwa kami ingin lihat-lihat dulu. Reaksinya tetap ramah dan mengatakan tidak apa-apa.

Kemudian kami mencari ke toko lain di arena mall yang khusus menjual HP, laptop, dan sejenis.

Setelah cek harga, ternyata sama. Teman memutuskan untuk membeli saja di toko tersebut. Namun saya mengatakan untuk kembali ke gerai sebelumnya saja.

Saya lihat, selain pelayan gerai tersebut kurang begitu antusias melayani. Saya sudah terkesan dengan pelayanan yang diberikan di gerai resmi Samsung itu.

Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan yang memberikan kesan baik akan selalu diingat calon pembeli untuk kembali membeli.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 11 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 12 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Polwan Polres Ponorogo Gemulai Menari …

Nanang Diyanto | 7 jam lalu

Tilang Saja, pak… dan saya pun ikutan …

Femmy Jaco | 8 jam lalu

Efektifkah Pertanyaan Kita?? …

Sri Endang Supriyat... | 8 jam lalu

Perubahan, Dimulai dengan Kesadaran bahwa …

Fidelia Divanika Ku... | 8 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: