Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Andra Flea

Saya sedih harus menuntut ilmu, karena ilmu tidak bersalah

Misteri Makam Imam Ali Ibn Abi Tholib di Najaf

OPINI | 02 May 2013 | 09:33 Dibaca: 2165   Komentar: 13   3

Para ulama berselisih tentang dimana letak makam Imam Ali Karramallaha Wajhahu, ada yang mengatakan di kufah, di Qiblah di tengah-tengah masjid di Kufah, dan sebagian yang lain menulis di pintu pagar yang dikenali sebagai Rab al-Kinda di masjid Kufah. ada yang lain mengatakan makam imam Ali terletak di sebelah kuburan Sayyidah Fatimah di Baqi.

Amirul Mukminin Ali telah berwasiat supaya jasadnya dikebumikan di tempat yang tersembunyi di waktu malam dengan tidak meninggalkan sembarang kesan. Sehingga hanya beberapa orang saja dari kalangan sahabat, keluarga dan juga anak-anaknya yang hadir sewaktu beliau dikebumikan. Pada pagi 21 Ramadhan, dua keranda telah disediakan. Satu menuju ke Mekah dan satu lagi menuju Madinah. Itulah sebabnya, selama beberapa tahun makamnya tidak diketahui orang,

Adapun tentang hal ini telah disebutkan dari Imam Ja’far al-Sadiq (Keturunan ke-6 Imam Ali) pada saat wafatnya Amirul Mukminin Ali , beliau Imam Ali berkata kepada anaknya Imam Husain yaitu setelah mengkebumikannya di Najaf, dia (Husain Rahimakumullah) perlu menyediakan empat lagi kuburan untuknya di tempat yang berbeda, i) di Masjid Kufah, ii) di Rahbah, iii) di rumah Jo’dah Hirah dan, iv) di Ghirah, supaya tiada seorang pun akan mengetahui makam yang sebenarnya.

Mengapa dirahasiakan??

karena ketegangan dan situasi politik waktu itu pertikaian antara pengikut Imam Ali dan pengikut Muawiyah yang dikhawatirkan Kuburan imam Ali akan menjadi sarana cacimaki dan penghinaaan dari pengikut pihak yang berseberangan

Selama beberapa ratus tahun makamnya masih tidak diketahui oleh orang awam, hinggalah pada masa pemerintahan khalifah Harun al-Rasyid. Pada suatu hari khalifah Abbasiyyah ini pergi berburu di Najaf, tempat yang terkenal karana banyak rusa. Sewaktu anjing-anjing buruan mengejar, rusa-rusa mencari perlindungan di atas bukit Najaf., di mana semua anjing-anjing buruan tersebut enggan mendakinya. Apabila anjing buruan tiada, rusa-rusa itu akan turun dari bukit tersebut, tetapi apabila anjing buruan mengejar kembali, rusa-rusa tersebut lari kembali ke atas bukit sebagai tempat perlindungan. Lalu Khalifah bertanya kepada salah seorang penduduk setempat
Orang itu menjawab dengan mengatakan bahwa dia mengetahui akan rahasia sebuah makam di situ tetapi dia takut hendak membocorkannya. Khalifah berjanji tidak akan mengapa-apakannya jika dia menerangkanya. Menurut penduduk tsb, pada suatu hari, dia bersama-sama dengan bapanya merawat makam disana. Lalu dia bertanya makam siapakah sebenarnya? bapanya menjawab ia pernah ketempat tersebut dengan Imam Ja’far al-Sadiq untuk tujuan ziarah. Imam Jakfar berkata bahwa itu adalah kuburan kakeknya, Amirul Mukminin Ali,
Atas perintah kalifah Harun al rasyid, tempat itu dibongkar dan kelihatan sebuah perkuburan yang di atasnya terdapat sebuah batu, yang terdapat tulisan dalam bahasa Syria lama, yang berbunyi:”Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang, Kubur ini telah disediakan oleh Nabi Nuh AS untuk Ali, Pengganti Mohammad SAW, 700 tahun sebelum banjir besar.”

Khalifah menghormati tempat tersebut dan memerintahkan supaya diperbaiki. Kemudian dia pergi mengambil wudhuk dan solat dua rakaat. Beliau menangis di samping makam tersebut. kemudian dengan perintahnya yang berhubungan dengan semua peristiwa tersebut, dia menulis surat kepada Imam Musa al-Kazim (Generasi ke-7 Imam Ali) di Madinah bertanya tentang perkara tersebut. Imam Musa membenarkan bahwa, Amirul Mukminin Ali telah dikebumikan di tempat yang sama. Atas arahan khalifah Harun, sebuah bangunan telah didirikan di situ yang kemudiannya dikenali sebagai Hajir Haruni, Tidak lama kemudian, berita ini telah tersebar luas dan orang-orang Mukmin mulai berkunjung datang untuk berziarah ke situ.

Suatu hal yang mungkin mustahil bagi banyak orang yang meragukannya, bagaimana bisa Nabi NUH AS mengetahui nama Ali dan Mempersiapkan pekuburan untuk beliau?

Sebuah penemuan yang menghebohkan akhir2 ini yang diklaim sebagai bahtera nabi Nuh di pegunungan Turki Timur bisa sedikit menjelaskan

Pada bulan Juli 1951 sebuah tim yang terdiri dari ahli-ahli Rusia melakukan penelitian terhadap Lembah Kaat. untuk menemukan sebuah tambang baru di daerah tersebut.Mereka kemudian mulai menggali tempat tersebut .Tetapi alangkah terkejutnya mereka ketika menemukan kumpulan potongan-potongan kayu tertimbun di situ. Salah seorang ahli yang ikut serta memperkirakan, setelah meneliti beberapa lapisanya, bahwa kayu-kayu tersebut bukanlah kayu yang biasa, Mereka mengekskavasi tempat tersebut .Mereka juga menemukan sepotong kayu panjang yang berbentuk persegi. Mereka terkejut setelah mendapati bahwa potongan kayu yang berukuran 14 X 10 inchi tersebut ternyata kondisinya jauh lebih baik dibandingkan potongan-potongan kayu yang lain. Setelah waktu penelitian yang memakan waktu yang cukup lama, hingga akhir tahun 1952, mereka mengambil kesimpulan bahwa potongan kayu tersebut merupakan potongan dari bahtera Nabi Nuh a.s. yang terdampar di puncak Gunung Calff (Judy). Dan potongan (pelat) kayu tersebut, di mana terdapat beberapa ukiran dari huruf kuno, merupakan bagian dari bahtera tersebut. Sebuah dewan yang terdiri dari kalangan pakar dibentuk oleh Pemerintah Rusia di bawah Departemen Riset mereka untuk mencaritahu makna dari tulisan tersebut. Dewan tersebut memulai kerjanya pada tanggal 27 Februari 1953.
Berikut adalah nama-nama dari anggota dewan tersebut:
1. Prof. Solomon, Universitas Moskow
2. Prof. Ifa Han Kheeno, Lu Lu Han College, China
3. Mr. Mishaou Lu Farug, Pakar fosil
4. Mr. Taumol Goru, Pengajar Cafezud College
5. Prof. De Pakan, Institut Lenin
6. Mr. M. Ahmad Colad, Asosiasi Riset Zitcomen
7. Mayor Cottor, Stalin College
Kemudian ketujuh orang pakar ini setelah menghabiskan waktu selama delapan bulan akhirnya dapat mengambil kesimpulan bahwa bahan kayu tersebut sama dengan bahan kayu yang digunakan untuk membangun bahtera Nabi Nuh a.s., dan bahwa Nabi Nuh a.s. telah meletakkan pelat kayu tersebut di kapalnya demi keselamatan dari bahtera tersebut dan untuk mendapatkan ridho Illahi.
Terletak di tengah-tengah dari pelat tersebut adalah sebuah gambar yang berbentuk telapak tangan dimana juga terukir beberapa kata dari bahasa Saamaani.
Mr. N.F. Max, Pakar Bahasa Kuno, dari Manchester, Inggris telah menerjemahkan kalimat yang tertera di pelat tersebut menjadi:
“Ya Allah, penolongku! Jagalah tanganku dengan kebaikan dan bimbingan dari DzatMu Yang Suci, yaitu Muhammad, Ali, Fatima, Shabbar dan Shabbir. Karena mereka adalah yang teragung dan termulia.”
Pelat kayu tersebut saat ini masih disimpan di Pusat Penelitian Fosil Moskow di Rusia.
Jika anda sekalian mempunyai waktu untuk mengunjungi Moskow, maka mampirlah di tempat tersebut,

Terjemahan kalimat tersebut telah dipublikasikan antara lain di:
1. Weekly – Mirror, Inggris 28 Desember 1953
2. Star of Britain, London, Manchester 23 Januari 1954
3. Manchester Sunlight, 23 Januari 1954
4. London Weekly Mirror, 1 Februari 1954
5. Bathraf Najaf, Iraq 2 Februari 1954
6. Al-Huda, Kairo 31 Maret 1954
7. Ellia – Light, Knowledge & Truth, Lahore 10 Juli 1969
Cat : Shabbar da Shabbir adl bhsa Sarmani yg artinya Hasan dan Husain (Putra2 Imam Ali as dan Fathimah as ),kelima nama tersebut dlm islam srg disbt dg “Ahlul Kisa”


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 10 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 11 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 12 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 17 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 11 jam lalu

Kartu Kredit: Perlu atau Tidak …

Wahyu Indra Sukma | 11 jam lalu

Gerakan Desa Membangun: Sebuah Paradigma …

Yulio Victory | 11 jam lalu

Berbagai Pandangan “Era Baru Polri Dibawah …

Imam Kodri | 11 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: