Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Kiki Amaliapra

mahasiswi jurnalistik UPN VETERAN YOGYAKARTA

Kos-kosan Jadi Tempat Berajang Seks Mahasiswa

OPINI | 02 May 2013 | 09:36 Dibaca: 8518   Komentar: 64   20


Fenomena ini sungguh mengiris benak naluri kita semua. Mahasiswa yang lekat dengan kehidupannya didalam kos-kosan kini berimbas pada lahirnya sebuah citra buruk. Kos-kosan yang seharusnya menjadi salah satu tempat tinggal kedua bagi mahasiswa rantauan dengan harapan untuk meneruskan pendidikannya justru kini dijadikan sebagai tempat ajang bercinta. Memang tidak dapat kita generalisasikan bahwa kos-kosan diinisialkan sebagai sebuah tempat dengan hal yang negative, namun ternyata banyak pembuktian serta penelitian akan realita ini. Pembuktiannya tersebut yang pada akhirnya menguak sebuah gambaran bahwa Mahasiswa tidak jauh akan  kehidupan bebas khusunya FREE SEX.

Kota Yogyakarta memang idetik dengan kota pelajar sehingga kita tak perlu heran bahwa penduduk Jogja sebagian besar adalah pendatang. Hal tersebutlah yang kemudian memicu lahirnya dunia bisnis kos-kosan yang sampai saat ini semakin berkembang. Namun dengan meningkatnya bisnis kos-kosan tidak diiringi dengan peran mahasiswa dalam mengimplementasikannya, dalam artian bahwa mahasiswa tidak menjadikan kos-kosan seperti fungsi dasarnya namun justru menjadikan kos-kosan sebagai salah satu tempat dimana mereka dapat menemukan kebebasan. Keadaan dimana mereka jauh dari keluarga ini yang membuat mereka seakan-akan merasa tidak mendapat portal larangan atas kehendaknya sehingga mereka menjadi lepas kontrol atas diri mereka sendiri.

Keaneragaman kos-kosan yang lekat akan peraturan menjadi pertimbangan bagi mahasiswa untuk memilih.  Faktanya sebuah kos dengan peraturan yang cenderung tidak ketat atau lebih tepatnya “BEBAS” akan semakin dicari oleh mahasiswa. Sedangkan kos-kosan dengan peraturan yang cenderung mengikat justru akan semakin tidak laku. Alasan yang jelas akan fakta tersebut adalah mahasiswa butuh kebebasan. Semakin bebasnya kost-kostan di Jogja semakin pula banyak diminati mahasiswa. Ini di karenakan anak kos lebih suka tidak terikat dengan peraturan.

Dengan bebasnya kost-kostan ini memungkinkan juga para penghuninya untuk melakukan sex bebas. Imbas akan kondisi tersebut kemudian justru membuat fenomena baru yaitu munculnya puluhan kos-kosan yang secara terang-terangan memberikan fasilitas kebebasan tersebut. Inilah inti keterpaduan yang sebenarnya menjadi masalah besar dalam dunia pendidikan serta moral.


Entah apa yang ada dipikiran mahasiswa saat ini, kerusakan moral jelas telah merajalela pada pikiran mereka.  Bebas itu harus. Semua orang pasti akan lebih menyukai kebebasan. Namun kadar kebebasan itul akan berkaitan dengan moral dan etika kita, sehingga sebagai mahasiswa generasi bangsa tempatlah kebebasan kalian pada hal-hal yang memang berarti bagi kalian. Jangan sekalipun menginginkan kebebasan demi hal yang membuat diri kalian pada sebuah jurang hitam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Keluar Uang 460 Dollar Singapura Gigi Masih …

Posma Siahaan | | 19 April 2014 | 13:21

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 11 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 19 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 19 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 22 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: