Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Godets

berusaha diam di atas hikmah dan berbicara di atas hikmah

Inilah Orang yang Bangkrut

OPINI | 30 April 2013 | 22:10 Dibaca: 519   Komentar: 2   1

Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut di akhirat nanti?

Orang yang tidak punya harta?

Orang yang tidak kaya?

Orang yang tidak punya kerabat dan saudara?

Bukan. Orang yang bangkrut adalah orang yang disebutkan dalam hadits berikut ini:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ ». قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ « إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِى يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِى قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ ». رواه مسلم

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya,  ”Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu ? ” Maka mereka ( para sahabat ) menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kita adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta. ” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia datang dalam keadaan telah mencela si ini, menuduh berzina si itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan telah memukul orang lain ( dengan tidak hak ), maka orang (yang dizalimi) ini diberikan pahala orang yang melakukan berbagai amalan tadi dan orang (yang dizalimi) itu diberikan pula pahala orang itu. Maka, jika habis kebaikannya sebelum selesai pelunasan atas kezhalimannya, diambillah dosa-dosa mereka, lalu dilimpahkan kepadanya kemudian ia pun dilemparkan ke dalam neraka.”. (HR. Muslim)

Inilah orang yang bangkrut. Ia sudah melakukan berbagai kebaikan di dunia, namun karena pernah melakukan berbagai kezaliman, maka amalan kebaikannya digerogoti oleh kezalimannya.

Ia datang di akhirat nanti membawa pahala shalat, zakat, haji, bakti kepada orang tua, sedekah dan berbagai amalan lainnya yang banyak, namun karena pernah mencela orang lain tanpa alasan syar’i, maka berkuranglah pahalanya.

Ia juga pernah memukul orang lain tanpa alasan syar’i, maka berkurang lagi pahalanya.

Ia juga pernah memukul orang lain tanpa alasan syar’i, maka berkurang lagi pahalanya.

Ia pernah memfitnah orang lain, menuduhnya melakukan perbuatan haram, menuduhnya mengharamkan perkara yang disyariatkan dalam agama, maka berkurang lagi pahalanya.

Demikianlah seterusnya, sampai habislah pahalanya.

Lantas bagaimana kalau ia masih memiliki kezaliman kepada orang lain padahal pahalanya sudah habis?

Akhirnya, dosa orang lain yang telah ia zalimi pun diberikan kepadanya. Makin banyak orang yang ia sakiti dan difitnah tanpa bukti, makin bertumpuk pula dosa orang lain yang ia harus dipikulnya.

Jadilah ia orang yang bangkrut. Maka tak ada yang menantinya setelah itu melainkan api!

Kita berlindung kepada Allah dari kezaliman yang nampak maupun yang tersembunyi.

Wassalamu’alaikum.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 8 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: