Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Amiruddin Chillo

menulis untuk pembebasan

Menjadikan Sekolah Unggulan Lewat Program MBS

REP | 29 April 2013 | 05:55 Dibaca: 163   Komentar: 0   0

Menjadikan Sekolah Unggulan Lewat Program MBS
Barru KM-SD Pao Kab-Barru sulsel adalah salahsatu dari 20 sekolah yang menerapkan Management Berbasis Sekolah (MBS) yang ada di Barru. Hanya saja program MBS yang diterapkan ini berbeda dengan MBS dari Dinas Pendidikan. Karenanya Ahmar Jalil LPSS Kinerja Barru, MBS ini disebutnya sebagai MBS plus-plus. Pasalnya MBS ini berbasis pelayanan publik dan keterbukaan informasi publik.
“MBS yang kita terapkan disekolah ini memang berbeda dengan program dari Diknas karena MBS yang diterapkan ini berbasis pada keterbukan dan akutanbilitas,”ujarnya pada wartawan di RM.Madising Barru
Ahmar menjelaskan bahwa salahsatu kelebihan dari program ini seperti yang terjadi di SD Pao. Dimana masyarakat,Murid dan pihak sekolah sendiri ikut berpartipasi dalam peningkatan pendidikan di sekolah tersebut.
Dia menjelaskan bahwa keterbukaan dalam sekolah yang ikut program MBS ini adalah keterbukaan masalah anggaran. Baik itu penggunaan dana-dana sekolah ataupun sumber dana yang digunakan.
Satuhal yang menarik menurut Ahmar dalam prgram MBS ini partipasi semua pihak sangatlah besar. Bukan hanya dalam pembangunan fisik sekolah tapi juga dalam hal peningkatan kwalitas pendidikan siswanya. Dia mencontohkan bahwa disekolah yang berbasis MBS ini memiliki ruang tunggu tersendiri bagi para orang tua murid yang sedang menjemput anaknya yang dilengkapi dengan ruang baca.
“Bahkan toilet disekolah MBS itu dipisahkan antara toilet orang dewasa dan siswa,” ujarnya.
Kelebihan lain dari MBS ini adalah peningkatan akan pentingnya kebersihan lingkungan sekolah. Sekolah-sekolah yang masuk program MBS ini agar terlihat bersih dan sejuk. Dia menjelaskan jika di kabupaten Barru, ada 20 sekolah yang masuk program MBS dari kerjasama Usaid-Kinerja dan Cordial (amiruddin)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Intip Lawan Timnas U-23 di Asian Games : …

Achmad Suwefi | | 01 September 2014 | 12:45

Anda Stress? Kenali Gejalanya …

Cahyadi Takariawan | | 01 September 2014 | 11:25

‘Royal Delft Blue’, Keramik …

Christie Damayanti | | 01 September 2014 | 13:32

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 9 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 10 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 10 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Nikmat Merantau …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

Perbaikan Gedung DPRD Kab.Tasikmalaya …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kompasianer, dari Sekedar Komentator Hingga …

Sono Rumekso | 8 jam lalu

Legislator Karawang Sesalkan Lambannya …

Abyan Ananda | 8 jam lalu

Di The Hague [Denhaag], ada …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: