Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Hikmah dan Pelajaran Atas Wafatnya Ustadz Jefri Al Bukhari Bagi Wahabi Salafi yang Berfikir Jernih

OPINI | 29 April 2013 | 08:13 Dibaca: 1820   Komentar: 10   0

Cinta itu adalah sebuah obyek seperti obsesi; setiap orang menginginkannya, setiap orang mencarinya, tapi sedikit orang yang mendapatkannya…

Kita semua mengetahui..beberapa waktu yang lalu..Seorang ulama Muda dari Aswaja telah berpulang kepada-Nya.Ribuan Umat muslim dari berbagai tempat dengan kelikhlasan hati hadir dirumah duka.Mereka rela berdesak desakan. Mereka menangis Haru karna kehilangan sosok yang telah banyak memperjuangkan syariat Islam Aswaja.

Hampir Seluruh Wilayah Indonesia dan bebarapa Negara yang notabenenya dari aswaja mengadakan sholat Ghaib dan mendokannya.Dan Ini adalah suatu pemandangan yang Luarbiasa terjadi untuk keduakalinya setelah wafatnya Almarhum Zainuddin MZ.

Kehidupan seorang Uje sungguh pas dengan pepatah lama “Cintailah seseorang sepenuhnya, termasuk kekurangannya, dan suatu saat kamu akan pantas mendapatkan yang terbaik darinya’
dan kita semua dapat menyaksikan behawa seorang Uje medapatkan hal Yang terbaik sampai diakhir
hayatnya atas apa yang telah ia berikan dengan Cintanya kepada sesama.subhanalah !!

dan bagi beliau……

Ada Sebuah hadits yang disebutkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan lainnya, dari Abu Sa’id bahwa Rasulullah SAW bersabda :

‘Sesungguhnya orang yang meninggal dunia itu mengetahui siapa yang memandikannya, membawanya, mengkafaninya dan memasukkannya ke dalam liang kubur.’
Abu Nu’aim dan lainnya meriwayatkan dari Amr bin Dinar, ia berkata, ‘Setiap orang yang meninggal dunia, maka ruhnya di tangan malaikat maut, ia melihat ke jasadnya, bagaimana ia dimandikan, bagaimana ia dikafani dan bagaimana ia dibawa. Dikatakan kepadanya ketika ia berada diatas pembaringannya, “Dengarkanlah pujian orang banyak kepadamu.”Ibnu Abi Ad-Dunia meriwayatkan makna yang sama dengan riwayat ini, ia meriwayatkan dari beberapa periwayat dari Tabi’in, dengan redaksi, ‘Ditangan malaikat’, tanpa ada tambahan lain.

Ruhnya Melihat,Menyaksikan betapa begitu banyak umat muslim Hadir melihat kematiannya sampai ia memasuki alam kubur.Ruhnya melihat begitu banyak orang yang mendokan dirinya dan berharap allah menjadikannya dirinya sebagai seoarang hamba yang Dia Cintai sebagaamana mereka mencintainya..
Allah Subhanahu wa Ta’alaa juga berfirman :

وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ

“dan mendo’alah untuk mereka, sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka” (QS. at-Taubah : 104)

وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

“dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan” (QS. Muhammad 47 : 19)

Apa yang dilakukan segenap umat muslim mendokan UJE sebagaimana perbuatan para sahabat kaum anshor dan muhajirin sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’alaa telah berfirman :

والذين جاءوا من بعدهم يقولون ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رءوف رحيم

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hasyr 59 ; 10)
Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’alaa memberitahukan bahwa orang-orang yang datang setelah para sahabat Muhajirin maupun Anshar mendo’akan dan memohonkan ampun untuk saudara-saudaranya yang beriman yang telah (wafat) mendahului mereka sampai hari qiamat.

Rasulullah bersabda :“ Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala yang melakukannya” (HR. Muslim)

Betapa Indahnya sebuah kematian yang disertai Doa Ribuan Umat muslim.dan itu menunjukkan kemuliaannya sebagai Ulama yang disayangi segenap umat muslim.Tidak banyak orang mendapatkan anugrah cinta dan kasih sayang yang begitu banyak dari umat muslim disaat kematian tiba.

Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, “Allah SWT mempunyai seratus rahmat (kasih sayang), dan menurunkan satu rahmat (dari seratus rahmat) kepada jin, manusia, dan hewan melata. Dengan rahmat itu mereka saling berbelas kasihan dan berkasih sayang, dan dengannya pula binatang-binatang buas menyayangi anak-anaknya. Dan (Allah SWT) menangguhkan 99 bagian rahmat itu sebagai kasih sayang-Nya pada hari kiamat nanti.” (HR. Muslim)

Dari hadits ini nampaklah, bahwa walau hanya satu rahmat-Nya yang diturunkan ke bumi, namun dampaknya bagi seluruh makhluk sungguh luar biasa dahsyatnya. Kasih sayang dapat diibaratkan sebuah mata air yang bergejolak keinginannya untuk melepaskan beribu-ribu kubik air bening yang membuncah dari dalamnya tanpa pernah habis. Kepada air yang telah mengalir untuk selanjutnya menderas mengikuti alur sungai menuju laut, mata air sama sekali tidak pernah mengharapkan ia kembali.

Tidak ada salahnya agar muncul kepekaan kita menyayangi orang lain, kita menyayanginya dengan menyayangi kita terlebih dulu. Jangan meremehkan makhluk ciptaan Allah, sebab tidaklah Allah menciptakan makhluk-Nya dengan sia-sia. Semua yang Allah ciptakan syarat dengan ilmu, hikmah, dan ladang amal. Semua yang bergerak, yang terlihat, yang terdengar, dan apa saja karunia dari Allah Azza wa Jalla adalah jalan bagi kita untuk bertafakur jikalau hati ini bisa merabanya dengan penuh kasih sayang.

Ingatlah bahwa hidupnya hati hanya bisa dibuktikan dengan apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain dengan ikhlas. Apa artinya hidup kalau tidak punya manfaat? Padahal hidup di dunia cuma sekali dan itupun hanya mampir sebentar saja. Insya Allah bagi yang telah tumbuh kasih sayang di qolbunya, Allah Azza wa Jalla, Zat yang Maha Melimpah Kasih Sayang-Nya akan mengaruniakan ringannya sebuah jalan hidup sampai pada akhirnya kematian itu tiba.

Ar Rabi’ bin Anas mengatakan “Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.”(Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

perjalanan Hidup seorang UJE adalah contoh tauladan bagi orang orang yang berfikr jernih,bagi orang yang mau mengambil pelajaran dari pri kehidupannnya.dan lihatlah..Sebuah kematiannya adalah sebuah kemuliaan dirinya yang bagi siapapun belum tentu bisa meraihnya.

Wahai pengikut wahabi salafi. Adakah anugrah kemuliaan semacam ini hadir ditengah tengah ulama golongan wahabi diabad modern ini ??

So.. Pengikut wahabi Wahabi tak pandai berdo`a untuk sesamanya yang tiada dengan alasan tidak sampai.
wahabi salafi tidak pandai memikirkan dirinya ketika mati dimana tak seoarang dari golongannya mau mendoakannya. Hidup terkucil mati terpencil.

Seorang UJE seharusnya menjadi cerminan diri bagi wahabi salafi bila pandai mengambil hikmah dan pelajaran dari apa yang terjadi dalam dirinya.

TIDAKKAH KALIAN BISA BELAJAR ??

Secara pribadi,aku berharap bagi kaula muda dari wahabi salafi yang masih diberi kesempatan Untuk Taubat..maka taubatlah.kembalilah kepada Aljama`ah,tinggalkan sekte wahabi salafi yang tidak pernah satu bait katapun dari Rasulullah di anjurkan untuk diikuti kecuali aljam`ah,aswadul adzom.

Printah rasulullah adalah jelas dan tidak ada alasan untuk mengingkarinya kecuali memang sudah tidak bisa keluar lagi lagi dari perangkap syetan.

Allah l berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Apa yang diberitakan Rasul kepada kalian maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (Al-Hasyr: 7)
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْـهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْـمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan barangsiapa menentang Rasul setelah jelas baginya kebenaran, dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa bergelimang dalam kesesatan dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa`: 115)

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

﴾ Artinya : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Q.s. Ar-Rum:30 ).

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik pula. Dan jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah HATI “(HR. Bukhari dan Muslim).

Dan orang yang hatinya telah mati maka sejuta nasehat yang disampaikan tidak akan menyentuh dirinya untuk kembali kepada al`jama`ah.dan semoga masih ada diantara wahabi salafi yang mau kembali kepada al jama`ah,menciptakan sebuah kasih sayang dan ukhuwah nan indah sehingga ketika kematian itu tiba alangkah mulianya diri mendapatkan begitu banyak doa dan keberkahan sehingga terasa lapang menghadapi kembali kepada Allah.

Ingatlah, Tidak satupun Aswaja menginginkan sebuah bencana yang menyusahkan di akherat kelak dan hanya insan yang berfikir kerdil yang berkata bahwa Aswaja adalah sebuah mala petaka.dan tidaklah mungkin Rasulullah memerintahkan umatnya mengikuti aljama`ah (aswaja) jika hal itu adalah salah.

Rasulullah shallallah alayhi wa aalihi wa sallam bersabda,” Barangsiapa yang memisahkan diri dari jamaaah ( Khilafah Islam ), maka ia mati sebagaimana bangkai jahiliyyah “ ( H.R. Muslim ).

Nabi juga memerintahkan supaya berpegang tegung pada jamaah mayoritas.Dari Anas bin Malik ra berkata : “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadinya perselisihan, maka ikutilah kelompok mayoritas.” [HR. Ibnu Majah (3950), Abd bin Humaid dalam Musnad-nya (1220) dan al-Thabarani dalam Musnad al-Syamiyyin (2069).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“إِنَّ اللهَ لَا يُجْمِعُ أُمَّةِ عَلَى ضَلَالَةٍ وَيَدُ اللهِ مَعَ الجَمَاعَةِ وَمَنْ شَذَّ شَذَّ إِلَى النَّارِ”

“Sesungguhnya Allah tidak menghimpun ummatku diatas kesesatan. Dan tangan Allah bersama jama’ah. Barangsiapa yang menyelewengkan, maka ia menyeleweng ke neraka“. (HR. Tirmidzi: 2168). “Barangsiapa yang menolak sunnahku maka bukan dari golonganku” (Shahih Bukhari).

RENUNGKANLAH.

NB :

Untuk keluarga UJE tanpa terkecuali,Kami sekeluarga besar Aswaja di seluruh Indonesia turut belasungkawa atas wafatnya Beliau.Kami semua berdoa tulus dan ikhlas,semoga beliau mendapatkan tempat yang terbaik disisiNya diakherat kelak.dan untuk keluarga yang ditinggalkan semoga pula dapat tabah dan bersabar atas segala sesuatu yang telah dikehendakiNya.

Barang siapa yang rela dengan ketetapan Allah maka ketetapan itu berlaku padanya dan ia mendapatkan pahala. Dan barang siapa yang tidak rela dengan ketetapan Allah maka ketetapan itu juga tetap berlaku padanya, sedangkan ia terputus amalnya. (Ali bin Abi Thalib)

Berbahagialah siapa yang selalu ingat akan hari akhir, beramal untuk menghadapi hari perhitungan dan merasa puas dengan ala kadarnya. Sementara ia ridha sepenuhnya dengan pemberian Allah. (Saydina Ali R.A.)

Percayalah,Setiap masalah yang datang menyapa bukan Allah bermaksud untuk menjatuhkan, tetapi untuk menguji seberapa mampu kita bertahan. Dan yakinlah..Hidup akan lebih mudah jika kita memutuskan untuk menikmati apa yang kita miliki dan merelakan apa yang telah pergi daripada menyesali apa yang telah terjadi. Semoga semua keluarga UJE dapat mengubah keadaan..Jika kita telah mencoba untuk mengubah sesuatu tapi tetap tak berhasil, semoga dapat pula mengubah pandangan.Sesungguhnya Tuhan hanya memberikan yang terbaik, meski kadang tak sesuai keinginan. Tapi percayalah, Tuhan punya rencana yang jauh lebih indah jika kita mampu bersabar.semoga keluarga yang ditinggalkan tetap semangat menjalani hari hari walau tanpa kehadiran beliau.

Salam Hormatku sebagai teman,sahabat,saudara sesama muslim untuk segenap keluarga Almarhum Ustadz Jefri Al bukahri (UJE).

Download

E-book Pengkafiran & penyesatan wahabi terhadap ummat (kajian ilmiah disertai bukti-bukti scan kitab dan terjemahan)

Pemalsuan kitab ulama yang dilakukan wahabi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 4 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 9 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pantaskah Menteri Susi Dibela atau Dicerca? …

Abdullah Sammy | 8 jam lalu

Selaksa Abstraksi …

Ade Subagio | 8 jam lalu

Jangan Lupakan Kasus Obor Rakyat untuk …

Tian Bugi | 8 jam lalu

Belajar dari Krisis Demi Kestabilan Keuangan …

Arif L Hakim | 8 jam lalu

Mengapa Jokowi Memilih Susi? …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: