Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Godets

berusaha diam di atas hikmah dan berbicara di atas hikmah

Bahaya Duduk di Atas Kubur

OPINI | 29 April 2013 | 23:52 Dibaca: 355   Komentar: 10   1

Bukan cerita horor, hantu dan genderewo. Kejadian ini mungkin tidak ada di layar televisi, tapi saya lihat sendiri dengan mata kepala saya.

Sering saya saksikan ketika penguburan mayat, banyak orang yang menginjak kuburan, dan duduk-duduk di atasnya.

Dan dulu waktu masih kecil, beberapa teman saya sering mengajak saya bermain di kuburan. Sesampainya di kuburan apa yang kami lakukan? Kami duduk di atas kuburan, ngobrol ngalor-ngidul.

Tak ada perasaan apa-apa bagi kami ketika itu. Tapi setelah besar, sadarlah saya kalau perbuatan itu ternyata terlarang. Karena Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا تجلسوا على القبور ولا تصلوا إليها

“Janganlah duduk di atas kubur dan jangan pula shalat menghadapnya. ” (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:

لأن يجلس أحدكم على جمرة فتحرق ثيابه فتخلص إلي جلده خير له من أن يجلس على قبر

“Sungguh, salah seorang di antara kamu duduk di atas bara api hingga membakar pakaian dan kulitnya lebih baik daripada duduk di atas kubur. ” (HR. Muslim)

Dan juga sabdanya:

لأن أمشي على جمرة أو سيف أو أخصف نعلي برجلي أحب إلي من أن أمشي على قبر مسلم وما أبالي أوسط القبور قضيت حاجتي أو وسط السوق

“Sungguh aku berjalan di atas bara api, atau (tajamnya) sebilah pedang, ataupun aku menambal sandalku dengan kakiku, lebih aku sukai daripada aku berjalan di atas kubur seorang muslim.” (HR. Ibnu Majah dan selainnya)

Bayangkan, kalau semata-mata duduk dan menginjak kuburan saja, ancamannya begitu berat, apalagi kalau sambil main judi di atasnya!

Apalagi kalau sampai buang hajat di atasnya!

Apalagi kalau sampai berzina dengan pelacur di atasnya!

Saya memohon ampun kepada Allah atas kebodohan saya dahulu.

Wassalamu ‘alaikum.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Peringatan HUT PGRI di Kota Ambon …

Shulhan Rumaru | | 26 November 2014 | 15:04

Bedanya 2 Orang Terkaya Indonesia vs China …

Ilyani Sudardjat | | 26 November 2014 | 10:40

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Minta Maaf Saja Tidak Cukup, PSSI! …

Achmad Suwefi | | 26 November 2014 | 11:53

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 6 jam lalu

Teror Putih Pemecah Partai Politik …

Andi Taufan Tiro | 6 jam lalu

Pak JK Kerja Saja, Jangan Ikutan Main di …

Hanny Setiawan | 7 jam lalu

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 12 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Welcome to Kompasiana …

Renal Wijaya Kusuma | 8 jam lalu

Ketika Kolektor Keris Berbicara …

Abdul Adzim | 8 jam lalu

Surat Untuk Opa Riedl …

Garin Prilaksmana | 8 jam lalu

Membangun Indonesia dari Desa dan Pinggiran: …

Aan Hartono | 8 jam lalu

Kartu Sakti Jokowi, BPJS dan nasib Peserta …

Ibnu Dawam Aziz | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: