Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Godets

berusaha diam di atas hikmah dan berbicara di atas hikmah

Bahaya Duduk di Atas Kubur

OPINI | 29 April 2013 | 23:52 Dibaca: 353   Komentar: 10   1

Bukan cerita horor, hantu dan genderewo. Kejadian ini mungkin tidak ada di layar televisi, tapi saya lihat sendiri dengan mata kepala saya.

Sering saya saksikan ketika penguburan mayat, banyak orang yang menginjak kuburan, dan duduk-duduk di atasnya.

Dan dulu waktu masih kecil, beberapa teman saya sering mengajak saya bermain di kuburan. Sesampainya di kuburan apa yang kami lakukan? Kami duduk di atas kuburan, ngobrol ngalor-ngidul.

Tak ada perasaan apa-apa bagi kami ketika itu. Tapi setelah besar, sadarlah saya kalau perbuatan itu ternyata terlarang. Karena Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا تجلسوا على القبور ولا تصلوا إليها

“Janganlah duduk di atas kubur dan jangan pula shalat menghadapnya. ” (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:

لأن يجلس أحدكم على جمرة فتحرق ثيابه فتخلص إلي جلده خير له من أن يجلس على قبر

“Sungguh, salah seorang di antara kamu duduk di atas bara api hingga membakar pakaian dan kulitnya lebih baik daripada duduk di atas kubur. ” (HR. Muslim)

Dan juga sabdanya:

لأن أمشي على جمرة أو سيف أو أخصف نعلي برجلي أحب إلي من أن أمشي على قبر مسلم وما أبالي أوسط القبور قضيت حاجتي أو وسط السوق

“Sungguh aku berjalan di atas bara api, atau (tajamnya) sebilah pedang, ataupun aku menambal sandalku dengan kakiku, lebih aku sukai daripada aku berjalan di atas kubur seorang muslim.” (HR. Ibnu Majah dan selainnya)

Bayangkan, kalau semata-mata duduk dan menginjak kuburan saja, ancamannya begitu berat, apalagi kalau sambil main judi di atasnya!

Apalagi kalau sampai buang hajat di atasnya!

Apalagi kalau sampai berzina dengan pelacur di atasnya!

Saya memohon ampun kepada Allah atas kebodohan saya dahulu.

Wassalamu ‘alaikum.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Tanggapan Rhenaldi Kasali lewat Twitter …

Febrialdi | | 23 September 2014 | 20:40

“Tom and Jerry” Memang Layak …

Irvan Sjafari | | 23 September 2014 | 21:26

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 5 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 5 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 8 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 9 jam lalu

Join dengan Pacar, Siswi SMA Ini Tanpa Dosa …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Modern atau Kampungan? …

Alfarizi | 9 jam lalu

Wayang Listrik dalam Panggung Teater …

Trie Yas | 9 jam lalu

Tolong, Jangan Rebutan Jersey Suarez! …

Rizal Marajo | 9 jam lalu

Kenapa Harus Wanita yang Jadi Objek Kalian?? …

Dilis Indah | 10 jam lalu

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: