Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Joko Mursitho

SOSIOLOG - ALUMNI UNIVERSITAS INDONESIA PELATIH PEMBINA PRAMUKA.

Kewajiban Seorang Murid

OPINI | 25 April 2013 | 13:40 Dibaca: 321   Komentar: 0   0

KEWAJIBAN SEORANG SISWA

Lagu itu saya terima dari sekolah sudah sejak tahun 1953, Sekolah Rakyat Latihan II di Prambanan (Sekarang Sekolah Rakyat = Sekolah Dasar). Namun demikian lagu itu masih teringiang sampai sekarang; lagu itu kembali teringat lagi ketika menyaksikan gejala anak-anak sekarang yang sering membolos, berada di mall-mall dan tidak jelas apa yang dikerjakan, kemudian tawuran di jalan-jalan, bahkan berani dengan gurunya, hati ini terasa sedih.

Bagaimana guru pada jaman dahulu menanamkan norma-norma etika dan norma susila rasanya patut dicontoh, sungguh pun dengan materi dan kemasan yang berbeda sesuai dengan jamannya.

Dengan lagu-lagu yang mengandung pendidikan, kemudian disenangi oleh anak, lebih-lebih kalau dipopulerkan lewat mass media, maka ketika lagu tersebut dinyanyikan oleh seorang anak, kemudian didengarkan oleh orang tuanya, maka lagu tersebut akan menjadi suatu pembelajaran yang tidak hanya berlaku untuk siswa nya saja tetapi juga berlaku untuk keluarga, yang akan diterima di lingkungan mereka secara terbuka, sehingga nilai-nilainya diadopsi tanpa terasa, jauh dari pemaksaan (social constrain).

Oleh karena itu Gerakan Pramuka membuat “Nyanyian sebagai alat pendidikan”, dengan demikian apabila ada lagu yang tidak mengandung unsur pendidikan tidak boleh dinyanyikan dalam seluruh proses kegiatan kepramukaan bahkan harus “diharamkan”.

Lagu yang saya kenal sampai sekarang tersebut dalam Bahasa Jawa sebagai berikut:

Wajibe wong dadi murid (Kewajiban bagi seorang murid);

Ora kena pije pamit (Tidak boleh sering ijin);

Kajaba yen lara (kecuali bila sakit) 2X

Lara tenan (sungguh-sungguh sakit) 2X

Ora lara mung ethok-ethokan (tidak pura-pura sakit)

Lan manehe kudu pamit nganggo layang (sungguh pun sakit harus ijin dengan surat)

Yen wis mari larane (kalau sakitnya sudah sembuh)

Kudu enggal mlebu nyang pamulangan (harus cepat-cepat masuk sekolah)

Aja mung enak-enakan (jangan hanya enak-enak saja)

Suwe-suwe dadi bodho longa-longo kaya kebo (lama-lama jadi bodoh, tidak tahu apa-apa seperti kerbau).

Lagu ini sekaligus memberikan pelajaran bagi orang tua untuk mengawasi anaknya, jangan sampai anaknya tidak masuk sekolah karena sesuatu yang tidak penting.

Kepada para guru, saat ini gajimu sudah mencukupi, marilah kita didik anak-anak kita ini dengan sepenuh hati.

Jakarta, 25 April 2013

Salam hangat saya

JOKO MURSITHO

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mereka Meninggalkan Ego demi Kesehatan …

Mohamad Nurfahmi Bu... | | 31 October 2014 | 00:51

Rokok Elektronik, Solusi Stop Merokok yang …

Gaganawati | | 31 October 2014 | 01:19

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | | 31 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 9 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 13 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | 8 jam lalu

Ketika Lakon Itu Kembali Dimainkan …

Sarie | 8 jam lalu

Negeri Suka Tandingan …

Didi Eko Ristanto | 9 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: SKILL, Salah …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: