Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

HRFC Peduli Korban Banjir Demak

OPINI | 23 April 2013 | 14:27 Dibaca: 87   Komentar: 3   0

1366701965549719293

Sumber foto: hatta-rajasa.info

Jebolnya Sungai Nawang Wulan membuat warga di Kecamatan Kecamatan Mijen, Demak, Jawa Tengah terendam banijir beberapa hari belakangan ini. Banjir kali ini sendiri merupakan yang kedua kali dalam bulan ini, setelah pada 15 April 2013 lalu tanggul Kali Wulan juga sempat jebol.

Memang saat ini air sudah surut namun demikian tetap saja bencana ini menyisakan duka mendalam bagi warga di kampung sekitar. Sudah barang tentu kerugian materil melanda para korban. Rumah yang terendam, sawah dan lahan pertanian tidak bisa digunakan, anak-anak sekolah diliburkan, dan tenda pengungsi adalah tempat mereka menghabiskan waktu sehari-hari.

Jangan bilang tinggal jauh dari rumah tempat asalnya berada ke posko pengungsian adalah enak. Semua yang tersedia di posko pasti sangat tidak memadai bagi siapapun korbannya. Tidur beralas seadanya, udara dingin menusuk, pasokan logistik baik makanan dan minuman yang kurang, sanitasi yang buruk, dan sebagainya. Pasca banjir segala penyakit pasti akan menyerang para pengungsi. Aparatur pemerintahan di daerah tersebut memang sudah bergerak untuk melakukan tanggap bencana. Tapi dengan sumber daya manusia dan persediaan yang terbatas niscaya tidak akan sanggup memenuhi kebutuhan paa pengungsi.

Uluran tangan dari dermawan, relawan, dan pihak di luar daerah itu pasti sangat dibutuhkan untuk membantu korban banjir itu. Ditengah kesulitan seperti itu hadirlah sebuah organisasi yang mengatasnamakan Hatta Rajasa Fans Community (HRFC), melakukan aksi sosial membantu korban banjir di Demak. Membagikan sembako dan makanan kepada para korban banjir menjadi pilihan organisasi itu dalam mengerjakan misi kemanusiaan ini. Saat mendengar nama organisasi itu pasti yangterlintas di benak kita adalah sosok pejabat yang sedang menduduki jabatan Menteri di negeri ini. Tidak hanya itu publik mengenal Hatta Rajasa sebagai salah seorang Ketua Umum Partai Politik besar di Indonesia.

Ketika membaca sebuah media online tentang aksi sosial yang dilakukan HRFC, terlontar pernyataan dari Koordinator organisasi itu Enny Lestari. Disitu disebutkan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian para pendukung dan fans Hatta Rajasa, khususnya yang ada di Jepara dan sekitarnya. Gerakan ini dinyatakan murni untuk kemanusiaan dan tidak ada hubungannya dengan kampanye politik.

Hemat saya, apa yang dilakukan oleh Hatta melalui fans nya sangat berati dan memiliki makna tersendiri di hati saya dan umumnya para korban banjir. Disaat perhatian khalayak tersodot oleh hiruk piku politik yang menjemukkan, kriminalitas yang kerap melanda, dan pelbagai masalah lainnya, HRFC hadir memberikan bantuan kemanusiaan. Apapun motif yang akan disampaikan oleh Hatta maupun fans nya harus kita apresiasi sebagai bentuk kepeduliaan antar sesama manusia.

Jika dikaitkan dengan politik, Hatta yang kita dengar akan mencalonkan diri sebagai presiden tahun depan seolah menunjukkan bahwa beginilah kerja politik yang benar dan baik. Semestinya deretan tokoh yang katanya mau jadi pemimpin nasional kelak meniru langkah baik yang dilakukan oleh Hatta dan timnya. Jujur saja sepertinya saya baru kali ini membaca ada calon presiden yang peduli kepada korban bencana. Walaupun Hatta tidak datang langsung karena berbenturan dengan agenda kenegaraan lainnya. Namun, HRFC rasanya sudah cukup untuk mewakili keberadaan dan kepedulian Hatta kepada para korban banjir.

Terakhir, saya hanya ingin mengingatkan kepada para tokoh nasional yang masih peduli terhadap para korban banjir Demak untuk segera meluncur kesana dan melakukan aksi nyata. Pesan ini juga saya tujukan kepada para capres untuk berempati kepada para korban banjir. Hatta sudah memulainya dengan baik dan tirulah cara itu sebagai wujud kepedulian antar sesama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: