Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Bang Misno

Hobi Bertani dan Meneliti Perkembangan Teknologi

[Harmoni Indonesiaku-TokoOn.com] Pesona Tarian Jogja di TMII

REP | 22 April 2013 | 11:28 Dibaca: 110   Komentar: 1   0

Menikmati keindahan budaya Indonesia memang tak ada habisnya, ribuan budaya di Tanah Air bila kita simak memang tak cukup waktu untuk satu bulan. Akan tetapi dengan keragaman budaya dari Sabang - Merauke, semua budaya yang indah dan unik tersebut bisa kita saksikan langsung setiap hari tanpa harus berkeliling nusantara.

Lantas bagaimana cara kita menyaksikan budaya tanah air yang begitu indah dari penjuru nusantara tersebut? Paling simple dan mudah tentunya bagi warga Indonesia yang kebetulan lagi di Jakarta atau sengaja ingin ke Jakarta entah untuk liburan dan lain sebagainya, kita kunjungi saja langsung Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Budaya tanah air tersebut terdapat di sini bahkan seperti yang kang Hazmi Srondol bilang, misteri atlantik dan kekayaan alam sejati ada di Indonesia. Beliau ini mempelajari misteri atlantik dan kemaren bercerita kepada saya bahwa saat Bapak Soeharto masih hidup, beliau sering mempertanyakan mengenai garis keturunannya agar dapat mengungkap kekayaan alam ini.

Budaya juga merupakan kekayaan karena saat orang lain menyaksikan suatu pertunjukkan atau ingin mengenal lebih jauh tentang suatu budaya, otomatis dia akan mengunjungi kebudayaan tersebut dan mengeluarkan uang guna kepentingan tiketnya.

Kebudayaan Indonesia yang tak kalah menarik dan sering dipelajari wisatawan asing adalah jenis tari-tarian. Beragam kebudayaan seni tari dari berbagai penjuru, membuat keberagaman tarian nusantara menjadi semakin meriah.

Salah satu daerah yang saya kunjungi saat ke TMII adalah anjungan DIY. Saat bersama sahabat blogger yang lain dan tergabung dalam komunitas Blogger Reporter tersebut, kami langsung tertuju pada anjungan DIY ini.

Mengapa sih harus langsung ke DIY (dalam batin saya), karena saya merasa ada ikatan emosional dengan daerah DIY ini. Dahulu pernah tinggal sembilan bulan di daerah DIY dalam rangka tugas kemanusiaan, dan saking dekatnya dengan masyarakat kini merasakan seolah menjadi keluarga sendiri.

1366604362596759355Salah Satu Tarian Khas DIY (Kreasi Baru)

Tarian indah nan gemulai dari DIY tersebut nampaknya menghipnotis saya untuk menyaksikan hingga selesai. Lantas ada pesona juga saat melihat salah satu penari mengenakan hijab dan cantik jelita, eh usai menari sudah ada yang nyamperin (#tepok jidat).

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memang dikemas sedemikian rupa dengan beragam misteri dan budayanya. Sebagian orang yang mencari harta karun memang masih berusaha memecahkan teka-teki atlantis hingga saat ini, dan tanpa sadar kesemuanya itu ada dalam arena TMII.

Lalu bagaimana agar kebudayaan ini bisa lebih memikat pengunjung dan memasarkannya lebih mudah ke masyarakat Internasional? Nah saat ini telah hadir TokoOn yang merupakan portal bisnis berbasis subdomain yang membantu masyarakat Indonesia untuk memasarkan produk mereka khususnya para pemilik UKM/Mikro.

Konsep yang ditawarkan tentunya mudah untuk dipahami agar budaya baik berupa makanan, pakaian hingga kesenian bisa dipromosikan ke masyarakat internasional. Kemudahan inilah yang nantinya diharapkan bisa memotivasi para pebisnis UKM/Mikro untuk memasarkan usahanya melalui TokoOn.

13668096791747421889

Kain Kebaya Motif Etnik Sabrina

Salah satu budaya yang dipasarkan melalui jasa tokoOn ini diantaranya Kain Kebaya Etnik Sabrina. Kain Kebaya jenis ini, dilengkapi dengan bordiran sepanjang tepinya guna mempercantik dan menambah keindahan. Kain kebaya motif etnik sabrina ini pun tersedia dalam dua warna yakni hijau dan coklat. Apabila sahabat pembaca menginginkan kain kebaya motif etnik sabrina ini, bisa pesan langsung dengan mengunjungi tokoOn.

Tags: tokoon

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 6 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Ujung Galuh Bukan Surabaya?? …

Lintang Chandra | 7 jam lalu

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden Joko …

Ading Sutisna | 7 jam lalu

Ketika Sungai Menjadi Tempat Pembuangan …

Hendra Mulyadi | 7 jam lalu

Berkurangnya Fungsi Pendidikan dalam Media …

Faizal Satrio | 7 jam lalu

Jangan Tantang Rambu Dilarang! …

Johanes Krisnomo | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: