Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Okahfight

praktisi pendidikan di sebuah sekolah terpencil di Banjarnegara.

Sutradara X Factor Indonesia “Keren Bro”

OPINI | 20 April 2013 | 21:53 Dibaca: 385   Komentar: 1   0

X Factor Indonesia,  Wow,  suara kontestannya oke punya.  Setelah saya mencermati video Fatin di Youtube.  Jadilah saya penasaran untuk melihat kontes menyanyi ini.  Selepas menonton,  rasanya puas juga.   Suara emas ternyata juga dimiliki oleh kontestan lain.  Menurut saya sih didominasi kelompok 26+ (seumuran saya lho).

Kontes bergulir,  eliminasi berjalan.  Mulai deh terasa aneh.  Sepertinya 26+ yang bagus - bagus ini malah dihabisi.  Sendangkan kelompok binaan Anggun yang seharusnya habis duluan ternyata masih bisa menyisakan satu kontentan.  fakta ini terjadi ketika Mikha versus Isa Raja.  Sangat jelas Isa Raja memiliki karakter suara dan penampilan yang lebih baik dibandingkan Mikha.  Ternyata kegantengan Mikha berakibat fatal bagi Isa Raja.

X-Factor nampaknya sudah dirancang sedemikian rupa untuk membuat setiap mentor memiliki satu kontestan.  Ini tak lebih baik dari sinetron.  Sudah ada sutradaranya.  Disamping untuk menyisakan,  produser sangat faham dengan kebutuhan pemirsa.  Untuk segmen remaja putri,  saya kira mempertahankan Mikha adalah pilihan yang tepat.  Isa Raja tak memiliki magnet yang kuat pada segmen ini.   Sebelumnya,  Mikha  menghadapi Gede Bagus.  Keduanya masih dalam satu kelompok.  Kenapa Mikha bertahan?  tampang Mikha lebih Cute dan Segar.  Cocok dengan wajah penyanyi boyband yang sekarang lebih mendominasi pasar musik.

Bisnis mengharuskan pelakunya untuk mendesain sesuai dengan kemauan konsumen.  Kecermatan Produser beserta tim kreatifnya dalam menangkap keinginan pasar adalah harga mutlak untuk meraih rating tertinggi.  Walau Isa Raja memiliki “konsumen”,  tapi jumlah dan segmennya sangat sempit.  Beda dengan segmen remaja yang menawarkan ceruk yang luas.  Apalagi segmen remaja adalah pangsa pasar paling mudah dipengaruhi.

Bisnis tetap bisnis,  Walau harus mengorbankan logika ….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 17 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 18 jam lalu

Australia Siaga Penuh …

Tjiptadinata Effend... | 18 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 20 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34


HIGHLIGHT

Kepoisme Itu Paham? Pilihan Sikap? Atau …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Seraut nan Utuh …

Eko Kriswanto | 8 jam lalu

Ketika Lampard Mencetak Gol ke Gawang …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Lampard Pecundangi Mourinho …

Iswanto Junior | 8 jam lalu

Cinta dalam Bingkai Foto …

Cuzzy Fitriyani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: